
"Memang iya. Bahkan aku sering diajarkan untuk memuaskan kamu di atas ranjang. Aku mendapatkan banyak ilmu dalam urusan ranjang yang sangat panjang ini," jawab Stella dengan jujur.
Bukannya marah Asmoro malah kegirangan. Bagaimana tidak? Asmoro sangat puas sekali ketika dimanjakan oleh Stella. Untung saja minum air itu, Asmoro tidak memiliki penyakit apapun. Bahkan tubuhnya sangat bugar sekali menjadi seorang pria muda.
"Kamu nggak marah?" tanya Stella.
"Buat apa aku marah? Justru itu kamu sudah memuaskan aku selama beberapa belakangan ini. Rasanya aku ingin lagi. Ingin mengurungmu di kamar dan tidak akan membiarkan keluar dari sini," jawab Asmoro.
Plak!
Sebuah tangan mungil mendarat tepat berada di lengan kekar Asmoro. Stella menatap tajam dan terdiam seperti orang sedang kesurupan. Jujur dirinya kesal terhadap perkataan Asmoro. Bukannya memberikan jeda malah memintanya lagi.
__ADS_1
"Kapan kita akan pergi meninggalkan Manchester?" tanya Stella.
"Seharusnya besok pagi kita pergi. Berhubung kamu sudah membuat skandal yang berat buat aku. Jadinya kita akan pergi beberapa hari ke depan. Biarkanlah mereka menikmati liburannya," jawab Asmoro.
"Apakah kita akan pergi ke Jogja?" tanya Stella.
"Sepertinya kamu ingin banget pergi ke sana. Ya sudah kita sampai di sana selama seminggu. Aku tidak akan meninggalkan Jakarta terlebih dahulu. Kak Gio bersama Martin sudah menghubungiku habis-habisan. Mereka menginginkan pertemuan demi membahas dunia bawah tanah. Selain itu juga seminggu ke depan akan ada rapat dengan seluruh divisi di perusahaan itu. Kamu tunggu ya. Aku masih mencari waktu yang tepat," jelas Asmoro.
"Lalu bagaimana dengan kak Ian?" Tanya Stella.
"Semalam aku bermimpi ketemu dengan Ratu Noe. Dia mengatakan dunia bahwa tanah sedang kacau. Merry sudah membuat obat-obatan terlarang dengan bahan dasar cairan biru. Semua orang akan berubah menjadi mayat hidup jika mengkonsumsinya berlebihan. Inilah yang aku takutkan sekarang," jelas Stella.
__ADS_1
"Aku pun sama. Kita menunggu gerhana bulan. Ini sangat lama sekali buat kita. Aku akan mencari cara agar gerhana bulan itu akan segera tiba. Tapi bagaimana caranya? Aku tidak bisa melakukannya. Oh... Kuncoro di mana dirimu berada? Aku tidak bisa melihat banyak orang menjadi mayat hidup seperti itu," panggil Asmoro.
Nama yang dipanggil tidak muncul-muncul juga. Mereka memang sedang melakukan pertapaan. Mau tidak mau mereka akhirnya menunggu.
"Mereka sedang bertapa untuk memberikan kita ilmu. Kita tidak akan dibiarkan untuk melawan Merry dan John. Oleh karena itu kamu tidak boleh memanggilnya berkali-kali. Tunggu waktu yang tepat mereka akan muncul bersama-sama," ucap Stella.
Mau tidak mau Asmoro menghentikan memanggil Kuncoro. Mereka akhirnya bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan.
Asmoro sendiri tidak memiliki perasaan bersalah apapun. Ia sudah menjadi seorang pria sempurna. Ia juga tidak mempedulikan banyak pekerjaan yang ada di depan matanya.
"Apakah kamu akan mengajariku bermain pistol?" Tanya Stella.
__ADS_1
"Untuk saat ini tidak. Kita sudah terlambat menuju ke perusahaan. Aku ingin kamu ikut. Tapi kamu nggak boleh memakai gaun seksi. Pakailah baju yang tertutup. Agar para pria di sana tidak menatapmu seperti orang lapar," jawab Asmoro yang tidak akan membiarkan Stella berpakaian seksi.
"Apakah para pria di sana sangat menakutkan?" Tanya Stella.