
“Tunggu dulu. Aku harus menjalankan rencana pertama untuk membunuh Hatori. Karena Hatori sudah membuat aku susah di perusahaan itu. Aku tidak akan membiarkan pria itu bahagia dengan statusnya di perusahaan tersebut. Bukankah itu adalah hal yang sangat baik sekali?” tanya Patty yang tersenyum sinis ke arah tembak.
“Cepatlah lakukanlah pekerjaanmu itu. Jangan malas untuk melakukannya. Nanti kamu tidak akan mendapatkan suaminya Stella yang kaya raya itu,” Tutik sengaja menggertak putrinya agar bisa menjalankan rencananya itu dengan baik.
Mereka berdua sudah memiliki rencana yang sangat licik sekali. Bagaimana bisa mereka berdua sengaja melakukannya. Agar keluarga Kanagawa hancur berkeping-keping. Tapi apakah mereka tahu kalau Agatha adalah seorang pria yang sangat berbahaya untuk saat ini? Kalau pun tahu mereka akan menertawakannya. Karena mereka sudah meremehkan Agatha begitu saja.
Apartemen Snowden.
Agatha yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung pergi ke toilet. Ia tidak lupa mencuci wajahnya. Setelah itu ia memutuskan untuk pergi ruangan kerjanya. Tiba-tiba saja Yamato menegurnya dan melemparkan beberapa berkas di hadapannya.
“Kalau kamu tidak bergerak cepat. Maka putra-putrimu tidak akan aman untuk menjalani kehidupan setelah ini. Mereka berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Stella. Ditambah lagi cucu laki-lakiku sekarang dalam bahaya. Kalau kamu tidak percaya maka kejadian itu akan terulang lagi di dalam hidupmu. Apakah kamu mau jika harus kehilangan putra-putrimu lagi!” tanya Yamato dengan tegas.
__ADS_1
Agatha segera mengambil berkas-berkas itu lalu membacanya. Sungguh dirinya sangat terkejut sekali dan menatap nanar wajah sang ayah. Entah kenapa dirinya seakan tidak percaya ketika membaca laporan dari mata-mata Yamato. Mau tidak mau Agata harus gerak cepat agar bisa melindungi Hatori untuk saat ini.
“Apakah papa sudah menerjunkan seseorang untuk menjadi mata-mata?” tanya Agatha yang seakan tidak percaya dengan keputusan sang papa.
“Kamu masih meragukan aku? Ha!” bentak Yamato yang tidak menyukai sifat keraguan sang putranya itu.
“Bukannya begitu. Beberapa hari yang lalu aku sudah menurunkan mata-mata agar bisa memantau keadaan mereka,” jawab Agatha yang tiba-tiba saja ketakutan.
“Jadi Papa selama ini?” tanya Agatha yang baru mengetahui kecerdikan Sang papa.
“Aku bukanlah musuhmu. Kamu belum bisa membuat rencana yang epic ketika terjadi huru-hara di dunia bawah tanah. Kamu harus banyak belajar dari papa. Atau juga kamu bisa belajar dari menantumu itu. Karena menantumu itu sudah tidak ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin yang kejam,” jawab ya Mato yang memberikan saran kepada Agatha.
__ADS_1
“Jujur aku kalah telak. Saatnya aku harus serius belajar menghadapi para musuh yang hadir secara mendadak seperti ini. Hatiku sangat kacau sekali. Mereka bisa-bisanya membuat dan ingin membunuh Hatori yang tidak berdosa sama putraku saja sama sekali. Putraku saja baru mengetahui kalau mereka yang merusak Rumah tanggaku. Jadinya mereka tidak harus melibatkan putraku. Karena mereka sangat berharga sekali di mataku. Mereka memiliki berlian yang sangat indah di dalam hatinya masing-masing. Semoga saja ada jalan keluarnya,” ucap Agatha yang merasakan sesak di dada.
“Kamu harus bertindak dan jangan diam saja seperti ini. Cepat atau lambat mereka bisa saja membuatmu lemah dan ingin merusak rumah tanggamu lagi. Di kertas itu tertuang kalau mereka memiliki hobi merusak rumah tangga orang. Apakah kamu mau kejadian yang lalu terulang lagi di kehidupan rumah tanggamu saat ini ataupun kehidupan Stella?” tanya Yamato yang memandang wajah sang putra dengan penuh kesedihan.
“Aku bisa saja membawanya ke Tokyo saat ini juga. Tapi itu bukan jalan yang terbaik. Aku sudah memiliki caranya untuk menghadapi mereka,” jelas Agatha yang sudah memiliki rencana selanjutnya.
“Pikirkanlah dengan matang. Aku yakin semuanya akan terbuka. Jika kamu harus membunuh maka lakukanlah. Atau kalau kamu tidak sanggup. Biarkanlah Papa yang membunuhnya. Kamu tahu kehilangan mamamu seperti kehilangan dunia terang. Mamamu memang memiliki penyakit yang ganas. Setelah kepergiannya Papa menjadi seperti ini. Tapi Papa tidak akan pernah membunuh anak-anak maupun wanita. Kalau wanita itu sudah berbuat lebih, bisa dipastikan Papa harus melakukannya,” tutur Yamato dengan lembut.
“Segera laksanakan. Aku akan memanggil Hamtaro untuk membicarakan masalah ini,” ucap Agatha yang tidak akan pernah tinggal diam ketika mereka mengancam.
“Kapan itu?” tanya Yamato. “Papa nggak mau kamu lama-lama melakukannya.”
__ADS_1