Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Permintaan Anita Kepada Agatha.


__ADS_3

"Mana aku tahu pa. Yang penting aku bangun dari tidur dan pergi ke kantor," jawab Hatori kemudian menghempaskan bokongnya di hadapan kedua orang tuanya itu.


"Makanya. Kalau bapak menyuruhmu berhenti maka berhenti. Jangan asal jalan saja. Memangnya kamu tidur jam berapa sih? Tahu-tahu kamu bangun jam segini," tanya Agatha.


"Aku tadi tidur jam satu siang pa. Makanya aku nggak sadar sama sekali. Kalau hari ini masih malam. Ya sudah deh pa. Aku mau ngasih makan kucingku terlebih dahulu. Kasihan itu Scarlett. Yang dari tadi menunggu aku," jawab Hatori beranjak berdiri lalu meninggalkan mereka.


Mereka hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Namun mereka mengacungkan jempolnya ke arah Hatori. Bagaimana tidak? Ketika usianya masih muda, Hatori sangat giat sekali bekerja. Bahkan Hatori sendiri sudah memiliki pundi-pundi uang yang cukup banyak.


"Lihatlah putra kita. Semakin hari putra kita semakin pandai. Aku tidak menyangka kalau Hatori adalah pria pekerja keras. Aku sudah menyelidikinya. Di beberapa atm-nya, hattori memiliki banyak uang," jelas Agatha.

__ADS_1


"Ternyata putra-putri kita adalah tipe pekerja keras. Mereka tidak gampang menyerah pada keadaan. Aku yakin mereka tidak akan membuat kita malu. Tapi sampai saat ini aku masih bersalah kepada Stella dan juga Hatori," ucap Anita.


"Mereka tidak marah kok sama kamu. tapi mereka marah kepada Tutik dan keluarganya. Dalam hatinya mereka masih bertanya, kenapa keluargaku bisa terpisahkan begitu saja? Kali ini kamu nggak usah memikirkannya terlalu dalam. Nanti kamu jatuh saki dan kamu tidak bisa membuatkan makanan favorit mereka. Lebih baik kita masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Aku juga mau istirahat. Besok akan ada meeting penting dengan divisi keuangan. Aku sudah meminta izin kepada Asmoro. Ada beberapa peraturan yang aku ubah. Jadi aku membiarkan Asmoro untuk melihat pengaturan uang," ajak Agatha sambil menjelaskan kegiatan esok hari.


"Bisakah aku ikut ke kantormu?" tanya Anita.


"Bisa," jawab Agatha sambil tersenyum manis. "Kenapa tidak?"


"Papakan di sini bersama Yamada dan juga beberapa pengawal. Mereka akan mengadakan meeting secara virtual di perusahaan. Biarkanlah Papa bekerja sendiri. Soalnya perusahaan Ayashi sedang diambil alih oleh papa semuanya," jelas Agatha yang mulai beranjak berdiri dan mengulurkan tangan kanannya itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Mungkin saja aku di sana hanya setengah hari. Siangnya aku akan pulang ke sini," ucap Anita.


Agatha tidak menyahuti ucapan Anita. Ia segera mengajak Anita masuk ke dalam kamar. Sesampainya di kamar mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Sementara itu Stella dan Adelia sedang mengobrol. Mereka saling mencurahkan isi hatinya. tak terbayangkan, mereka berdua mendapatkan keluarga yang sangat utuh. Mereka tersenyum manis dan menatap Asmoro bersama Ian.


"Kamu sangat bahagia sekali Kak," ucap Adelia.


"Ya aku sangat bahagia. Aku nggak tahu kenapa hatiku bahagia sekali ketika melihat wajah Kak Asmoro. Pria yang aku kenal dulu orangnya sangat dingin sekali. Sekarang pria itu menjadi pria hangat dan sangat menyayangiku. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini. Bahkan sebelumnya aku jarang sekali melihat senyumannya," jawab Stella yang hatinya berbunga-bunga seperti di taman.

__ADS_1


"Kakak sangat beruntung sekali mendapatkannya. Yang aku dengar dari para pengawal dan pelayan. Kalau Kak Asmoro itu orangnya sangat sombong sekali ketika beberapa wanita mendatanginya. Bahkan Kak Alexa pun mengatakan hal yang sama. Aku sama Kak Alexa sering curhat. Kita itu bukan sebagai atasan maupun bawahan. Jujur saja sampai saat ini aku dan Kak Alexa seperti saudara kandung saja. Meskipun kami tidak memiliki darah yang sama. Tiba-tiba saja aku rindu sama Kak Alexa," tutur Adelia dengan lembut.


"jika mama memiliki usaha, Kenapa kamu sampai ke Jakarta untuk mencari pekerjaan?" tanya Stella yang sangat penasaran sekali kepada Adelia.


__ADS_2