Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Asmoro Hadi Wijaya Kusumo.


__ADS_3

Di tempat lain Patty sedang berduaan bersama Aldo. Wanita cantik itu pun merayu Aldo agar melakukan sesuatu. Namun Aldo malas sekali jika harus berhubungan bersama Patty.


"Apakah kamu mau melakukan sesuatu untukku? Aku akan membayarmu dengan mahal," tanya Patty kepada Aldo yang masih bergelayut di lengannya.


"Aku ingin pengawalmu ke seluruh penjuru Jakarta untuk mencari keberadaan Stella. Stella harus menandatangani surat-surat penggalian asetnya atas namaku. Jika berhasil kamu akan mendapatkan sejumlah uang yang bisa membeli jet pribadi. Apakah kamu mau itu?" rayu Patty kepada Aldo.


"Kalau begitu baiklah. Tapi aku nggak janji jika menemukannya dengan cepat. Bisa saja Stella menghilang dari Jakarta. Lalu pergi ke luar negeri kota dan bersembunyi di desa-desa pemukiman warga yang sangat kecil sekali. Atau juga Stella pergi ke luar negeri. Dengan memakai identitas lainnya," jelas Aldo yang membuat Patty menganggukkan kepalanya.


"Aku akan memberikan waktu selama tiga bulan. Jika kamu menemukannya dalam waktu sebulan, kamu akan mendapatkan hadiah lebih dari aku. Kamu harus menuruti keinginanku dalam waktu sebulan itu. Atau juga kamu boleh memanggil detektif swasta untuk mencari keberadaan Stella," saran Patty kepada Aldo.


"Kalau begitu akan aku usahakan dengan secepat kilat. Feelingku merasakan kalau Stella masih berada di Jakarta. Kemungkinan besar Kakak angkatmu itu disembunyikan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Jika itu terjadi aku akan mundur alon-alon dari saran kamu itu. Aku tidak ingin bunuh diri dengan konyol karena usahaku belum resmi sama sekali di negeri ini," jelas Aldo yang tidak mau usahanya hancur berantakan karena tidak memiliki izin resmi di negara ini.


"Baiklah terserah apa katamu. Aku ingin Stella sudah berada di hadapanku. Kalau begitu mari kita bercinta untuk siang yang panas ini," ajak Patty dengan nada yang menggoda.


Aldo pun tersenyum bahagia mendengar keinginan Patty untuk bersenang-senang di siang panas ini. Ia segera membuka pakaiannya dan menghajar wanita itu habis-habisan. Namun Patty sangat menyukainya dan menikmati sentuhan demi sentuhan dari Aldo. Bagaimana dengan rencana itu? Sepertinya Patty tidak memperdulikannya lagi. Alias lupa total dan membiarkannya menguap seperti udara yang keluar dari mulutnya.


Tepat siang ini Lampard mendaratkan pesawatnya di belakang markas. Dirinya sengaja tidak turun di bandara. Karena pesawat itu adalah pesawat militer pribadinya. Pria bertubuh kekar itu sengaja membelinya hanya untuk jaga-jaga, jika suatu hari nanti bisa melemparkan rudal untuk menyerang musuh dari udara. Akan tetapi pesawat itu memiliki kecanggihan yang sangat super. 


Pesawat itu ternyata bisa menghilang dari radar ketika melakukan penyerangan. Ditambah lagi dengan teknologi yang dimiliki oleh Jacob, Jika ada yang melacak keberadaannya maka pesawat itu. Mereka tidak dapat menemukannya sama sekali. Tahu-tahu saja pesawat itu sudah menghilang dari area tersebut. Itulah yang dinamakan pesawat militer super canggih yang dimiliki Lampard. 


"Selamat datang Tuan Lampard," siapa para pengawal yang sudah berbaris menyambut kedatangannya.


Tanpa bersuara Lampard memberikan kode agar mereka bubar. Ia segera masuk ke dalam dan menatap wajah Jacob dan Ian sedang duduk dengan wajah pucat. Bukankah setiap bermain ke markas Blue Diamond di area mana saja mereka selalu ceria. Tapi ini tidak sama sekali. Mereka sangat lesu dan menciptakan beberapa pertanyaan di kepala Lampard.


Di luar baru saja pengawal ribut-ribut akan kedatangan Lampard. Mereka baru sadar kalau Lampard berubah menjadi muda. Saat itulah mereka curiga terhadap Lampard dan menyerbu ke dalam markas. Mereka mencari keberadaan Lampard yang sesungguhnya. 


"Kenapa ada ribut-ribut di depan?" tanya Lampard kepada Jacob dan Ian.


"Aku tidak tahu itu. Mungkin mereka ingin mendapatkan bonus dari kakak," jawab Jacob dengan asal.

__ADS_1


Akhirnya Ian memutuskan berdiri dan membuka pintu. Dirinya melihat beberapa pengawal yang sedang bergerombol di depan. Dengan mengerutkan keningnya Ian keluar dan menatap mereka satu persatu.


"Ada apa kalian kok di sini semuanya?" Tanya Ian. 


"Anu tuan," mereka menjawab dengan serempak hingga Ian kebingungan.


"Anu apaan? Kalau jawab satu-satu dulu. Masalahnya aku bingung karena tidak dapat mencerna kalimat kalian," ujar Ian sambil memandang wajah para pengawalnya itu.


"Bukan masalah itu Tuan. Kami berhalusinasi atau bagaimana ya? Kalau yang datang tadi itu seorang pria muda yang seperti anak muda yang masih sekolah?" tanya salah satu pengawal tersebut yang mewakili mereka.


"Oh itu… kalian belum kenalan ya?" tanya Ian sambil tersenyum lucu.


"Memangnya siapa tuan?" tanya pengawal itu lagi. 


"Namanya itu Asmoro. Dia memang sangat mirip sekali dengan tuanmu ketika waktu muda. Panggil saja dia Tuan Asmoro. Kemungkinan besar Tuan Lampard pulang ke Eropa untuk mengurusi markas di sana," jawab Ian. 


Mereka mengangguk percaya dengan omongan Ian. Setelah mendapatkan informasi dari Ian, mereka kembali ke tempat asalnya. Kemudian Ian masuk dan menatap wajah Lampard. 


"Aku belum memikirkannya soal itu. Aku harus mencari nama yang keren," jawab Lampard dengan serius.


"Kalau begitu pakailah nama Asmoro. Nama itu sangat bagus sekali. Jadi aku memberikan nama lengkapmu yaitu Asmoro sejatine nang tresno ne Stella," celetuk Ian yang membuat Lampard kesal.


"Meskipun kamu memakai bahasa Jawa, aku mengerti apa maksudmu itu. Carilah nama panjangnya yang bagus sekali. Aku tidak akan memakai nama yang kamu beri itu," kesal Lampard ingin melemparkan asbak di hadapan Ian.


"Kalau aku boleh usul mending kamu memakai nama Asmoro Hadi Wijaya Kusumo. Bagaimana menurut kakak? Nama itu sangat sempurna sekali buat kharisma seseorang Lampard yang telah lahir kembali," jelas Jacob.


"Okelah kalau begitu. Aku sangat menyukai nama itu. Kalau begitu Iyan berikan aku identitas baru. Aku tidak memakai nama Lampard lagi. Setelah ini urus semua dokumen-dokumen pernikahanku dengan memakai nama baru. Aku harap Stella mau menerimaku lagi," ujar Lampard yang berganti nama menjadi Asmoro.


Mereka sepakat mengganti nama Lampard menjadi Asmoro Hadi Wijaya Kusumo. Dengan demikian Lampard bisa mengacaukan para musuh hanya memakai nama tersebut. Begitu juga dengan Ian, cepat atau lambat dirinya juga akan mengganti namanya sendiri. Untuk saat ini Ian sedang mencari nama yang cocok untuknya. Di sisi lain mereka akan mengerjakan misi demi misi dari Dio untuk menghancurkan Exodus. 

__ADS_1


Surabaya Indonesia.


Anita yang selesai bersih-bersih rumah dikejutkan oleh Agatha. Pria itu membawa sebuah kalung emas yang memiliki liontin Diamond yang sangat mahal sekali. Agatha mendekati sang istri lalu memeluknya dengan erat. Kemudian Agatha membisiki Anita dengan kata-kata lembut hingga membuatnya melayang ke udara.


"Sayang," panggil Agatha dengan tulus.


"Hari ini adalah hari terakhir kita di kota Surabaya," ucap Agatha sambil mengeluarkan beludru yang berisikan kalung liontin.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Anita.


"Kita akan pergi ke Jakarta. Aku sudah membeli sebuah apartemen yang dekat dengan calon menantumu itu," jawab Agatha yang membuat Anita terkejut.


"Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu? Sedangkan kamu mengaku sebagai TKI? Ada apakah kamu?" tanya Anita yang tiba-tiba saja terkejut mendengar pengakuan Agatha.


"Baiklah akan aku ceritakan sesuatu. Aku adalah seorang CEO dari perusahaan Ayashi. Perusahaan itu sudah berkembang di Jepang selama berpuluh-puluh tahun. Aku adalah ahli warisnya. Kalau kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya dengan Hamtaro," jawab Agatha yang membuat Anita semakin terkejut untuk kedua kalinya.


"Apa?" pekik Anita sambil memandang wajah Agatha.


"Ya itu benar. Aku memang ahli waris Ayashi. Aku ingin putra-putriku bisa merasakan kerja keras dari para leluhurku," jawab Agatha.


Seakan tidak percaya Anita langsung menggelengkan kepalanya. Sejak kapan sang suami mendadak menjadi ahli waris Ayashi? Itu yang membuatnya dirinya bingung.


"Sejak kapan kamu menjadi ahli waris Ayashi?" tanya Anita.


"Sejak aku dilahirkan di dunia ini. Aku adalah ahli waris Ayashi. Itulah aku yang sengaja membuat kamu terkejut," jawab Agatha yang tersenyum sambil mengakui dirinya adalah Sultan.


"Jadi, kamu membohongiku selama ini?" tanya Anita yang mulai berapi-api seperti membakar kertas.


"Aku tidak berbohong sama kamu. Jujur aku memang menyembunyikan identitasku sendiri. Kamu tahu kan seluruh teman-teman kita yang berada di sekolah adalah munafik. Mereka hanya mendekati orang-orang yang memiliki duit saja. Makanya aku terpaksa menyembunyikan identitasku. Jujur aku tidak mau membuat kamu bersedih seperti ini," jelas Agatha yang mengangkat tangannya lalu mengusap rambut Anita hingga luluh.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu tidak bilang padaku?" tanya Anita.


__ADS_2