
"Nggak usah dijelaskan. Meskipun Kakak menjelaskan yang tidak bakalan tahu apa yang sebenarnya terjadi," jelas Lampard.
"Nanti kamu tahu sendiri setelah menikah dengan Adelia," ucap Gio. "Pasti kamu punya alasan, Kenapa George ke sini?"
"Bukannya kakak sedang membekukan Black Horizon di Eropa sana?" tanya Lampard.
"Memang. Tanpa ada kita Black Horizon di sana mati suri. Aku masih memikirkan cara biar beli Horizon berkibar," jawab Gio. "Kalau begitu kamu suruh aja George ke sini."
"Bagaimana dengan Agatha?" tanya Lampard.
"Kita bisa menggabungkan Yakuza dengan kita. Kalau Agatha mau," jawab Gio. "Bagaimana persiapan pernikahanmu?"
"Aku tidak menikah secara besar-besaran. Aku hanya mengajaknya pergi ke kantor catatan sipil. Di sana kami menandatangani akta pernikahan. Jika aku mengadakan acara seperti itu. Kemungkinan besar awak media mencium kegiatanku itu. Aku sudah berjanji pernikahan ini hanya untuk melindungi Stella," jawab Lampard sambil melihat berita di internet.
"Aku sangka ada pesta besar-besaran di sini. Tapi ternyata aku kena prank. Sudahlah yang namanya es batu tetap es batu. Diapa-apain juga orangnya dingin. Semoga saja Stella bisa menerimamu sebagai suami yang baik," ucap Dio sambil mendoakan pernikahan Lampard.
"Amin," sahut Ian dengan kencang.
"Ini bocah hanya diam saja ketika berdiskusi. Saat Aku mendoakan bosmu itu malah teriak amin. Benar-benar membingungkan," kesal Gio.
"Sebenarnya ingin membuat pesta. Tapi aku memiliki banyak pekerjaan. Nanti jika masalah semuanya beres. Kalau kayak gini aku tidak bisa tenang," ujar Lampard.
"Terserah kamu. Yang penting aku mendoakan kamu bahagia bersama Stella," balas Gio.
"Terima kasih Kak atas doanya. Jika masalah sudah selesai kemudian besar Stella aku kembalikan kepada orang tuanya. Niatku hanya untuk melindunginya saja!" tegas Lampard yang membuat Gio dan Ian kesal.
Bagaimana tidak kesal kalau Lampard mengatakan hanya melindunginya saja? Memang Lampard itu sangat unik. Namun mereka berharap lebih agar Tuhan bisa menumbuhkan pohon cinta di dalam hati Lampard. Mereka berpikir, akankah Lampard akan begini secara terus-menerus? Menutup hati pada seorang wanita hanya karena trauma masa lalunya. Entahlah... Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Tiga hari telah berlalu semenjak kedatangan di Mansion Gio. Lampard yang masih berada di apartemen segera mempersiapkan berkas-berkas untuk meeting siang ini. Sebelum pergi meninggalkan apartemennya, Lampard dikejutkan kedatangan oleh Leon. Namun Leon dengan cepat mendorong Lampard masuk ke dalam.
Lalu Leon menutup pintu apartemen itu. Wajahnya sedang menatap Lampard sambil berkata, "Di luar banyak wartawan. Mereka sedang memburu Patty!"
"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Lampard.
__ADS_1
"Jika Kakak keluar dari sini kemungkinan besar mereka bisa mengkait-kaitkan berita ini dengan kakak. Kakak tahu kan kalau Patty sedang mencari simpati di publik. Dia sedang merencanakan sesuatu. Yang pasti rencana ini berkaitan dengan Stella. Patty berharap Stella bisa keluar dari kandang," jawab Leon yang membuat Lampard tidak mengerti.
"Ceritakanlah maksudmu. Aku tidak ngerti. Kenapa masalah ini dikait-kaitkan dengan Stella?" tanya Lampard dengan serius.
"Baiklah aku ceritakan kepada kakak," jawab Leon.
Flashback on.
Sore kemarin Leon bersama Rinto sedang menikmati kopi dan kudapan yang dibuat oleh Alexa. Mereka sengaja berkunjung ke resto dan cafe milik Alexa.
Saat bersantai Leon dan Willy hanya terdiam sambil melihat orang-orang berlalu lalang. Tak sengaja di ujung pintu ada Patty dan teman prianya yang berasal dari Nigeria. Mereka mencari tempat kosong yang berada di belakang Leon.
Setelah menemukannya Patty langsung menuju ke sana dengan diikuti temannya tadi. Sebelum mereka berbincang Patty melambaikan tangannya ke arah pelayan. Lalu Lion itu mendekatinya sambil membawa buku menu dan menyerahkannya ke Patty. Dengan senyuman yang ramah Patty menerima menu itu sambil memilih.
Beberapa saat kemudian mereka sudah memilih menu yang dipesan. Lalu Patty memandang teman prianya itu dengan serius.
"Apakah kamu bisa menolongku?" tanya Patty.
"Kemarin dokter menyatakan aku hamil. Tapi aku nggak tahu anaknya siapa itu. Aku ingin kamu berkorban untukku. Nikahi aku setelah anakku lahir kamu bisa pergi. Tolonglah kali ini muluskan semua rencanaku," jawab Patty yang memohon.
"Maksud kamu apa? Aku disuruh tanggung jawab atas anakmu itu," tanya Aldo balik.
"Begini... Aku memang merencanakan ini agar bisa memancing kakak angkatku yang bodoh itu. Jika Kakak angkatku sudah keluar kemungkinan besar aku bisa merebut semua aset Kurumi."
Aldo bingung dengan rencana Patty itu. Apa hubungannya Patty hamil dengan perusahaannya itu. Lalu kenapa Patty membawa-bawa kakak angkatnya yang bodoh itu. Lalu dirinya berpikir, kenapa orang lain dibawa-bawa?
"Aku masih belum paham Apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa aku dibawa-bawa dan orang lain juga? Sebenarnya ada apa sih kamu itu? Lama-lama aku nggak ngerti kamu deh?" tanya Aldo yang masih bingung.
Sebelum mengeluarkan suara pelayan lebih dulu datang untuk menata menu makanan yang sudah dipesannya. Setelah selesai lain itu segera meninggalkan tempat tersebut. Ketika suasananya hening Patty berbicara dengan pelan. Mengingat dirinya adalah seorang pabrik figure dan model terkenal.
"Baiklah akan aku katakan sejujurnya bagaimana. Aku memang sengaja merencanakan kehamilanku untuk menjebak Stella Kanagawa. Beberapa bulan terakhir ini kakak bodohku itu telah meninggalkan rumah. Tapi aku menyesal karena tidak mendapatkan tanda tangan dari dia. Lalu aku berusaha mencarinya tapi belum ketemu juga," ucap Patty.
"Lalu apa hubungannya dengan kakakmu itu?" tanya Aldo yang belum paham juga.
__ADS_1
"Besok aku akan mengumumkan kehamilanku di apartemenmu. Bukan di apartemen sih di lobby. Lalu aku buat drama jika kita berdua dijebak oleh Stella. Kamu tahu kan kalau Stella itu ahli waris Kurumi Company?" tanya Patty kembali.
"Aku tahu itu. Sampai sekarang orang itu masih misteri keberadaannya," jawab Aldo.
"Bukan misteri tapi mama papaku sengaja membuangnya ke jalanan. Agar Stella tidak mencampuri urusan perusahaan. Di sisi lain para pemegang saham ingin mengesahkan Stella menjadi CEO Kurumi. Inilah alasan sebenarnya jika Stella tidak pernah muncul di hadapan publik," jelas Patty.
Diam-diam Aldo memperhatikan perkataan Patty. Ternyata teman wanitanya itu sangat licik sekali. Sambil mengulas senyum ia berkata, "Baiklah aku mau. Tapi sebagai gantinya kamu mau membantuku tidak?"
"Apa itu?" tanya Patty.
"Aku mau kamu menyusup ke perusahaan S&T. Aku ingin menggagalkan produk barunya itu. Gara-gara perusahaan itu. Perusahaanku menjadi mundur. Di kawasan Asia salah satu perusahaanku sudah mau tumbang. Kalau diteruskan lagi bisa-bisa perusahaanku gulung tikar dan aku harus kembali ke negaraku," jelas Aldo.
"Dengan senang hati aku akan melakukannya. Kalau begitu kerjasama ini deal. Tapi saat konferensi kamu harus bermain drama seindah mungkin. Kalau bisa kamu membuatnya senatural mungkin. Seolah-olah kamu bersalah sama aku. Di saat Aku bercerita bagaimana kronologinya kamu harus menyumbang ide-ide agar mereka percaya. Aku yakin seluruh fans beratku akan menghujat Stella habis-habisan. Di situlah mentalnya akan goyah. Cepat atau lambat dirinya akan muncul dan menyerahkan seluruh aset Kurumi kepadaku. Dan aku akan menjadi CEO Kurumi. Bagaimana rencanaku itu?" tanya Patty sambil mengulas senyum Dan Aldo mengangguk tanda setuju.
"Benar-benar deh kamu itu. Ternyata kamu melakukan aksi ini dengan sempurna Baiklah aku akan melakukannya. Setelah dari sini aku akan berlatih akting dan menjadi pria teraniaya," jawab Aldo sambil tertawa terbahak-bahak dan dibarengi oleh Patty.
Selang 1 jam mereka sudah menyelesaikan obrolannya tersebut. Akhirnya Aldo mengajak Patty pulang ke apartemennya. Setelah mereka pergi Leon dan Rinto menggelengkan kepalanya. Mereka harus berbuat sesuatu agar Stella dan Lampard tahu masalah ini.
"Bagaimana ini?" tanya Rinto.
"Tidak terpaksa memberitahukannya ke Kak Lampard. Jujur mereka sangat licik sekali. Teman prianya Patty aku tidak mengenalnya. Mungkinkah Kak Lampard tahu siapa dia?" tanya Leon.
"Menurutku ini sangat mengerikan sekali. Diam-diam orang itu ingin menghancurkan produk baru yang dibuat oleh kak Lampard. Kita harus bergerak cepat sebelum produk barang itu diproduksi," ucap Rinto dengan jujur.
"Kedua hal inilah akan aku laporkan terlebih dahulu. Setelah kak Lampard tahu, kita tunggu perintah selanjutnya. Sebelum mendapatkan perintah kamu harus mempersiapkan pengawalmu. Kamu tahu kan maksudku apa?" tanya Leon.
Flashback off.
"Oh jadi itu. Biarkanlah rencana itu berjalan apa adanya. Sepertinya aku tidak bisa keluar dari sini hingga esok hari," keluh Lampard.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Leon.
"Tenang saja. Tidak usah terburu-buru. Lagian mereka akan jatuh setelah ini. Stella tidak akan muncul begitu saja. Kecuali aku yang menyuruhnya. Kalau begitu siapkan saja pengawalmu!" perintah Lampard sambil tersenyum iblis. "ada yang tahu nggak caranya aku keluar dari sini?"
__ADS_1