Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ketulusan Anita.


__ADS_3

"Bisa... aku harus kamuflase menjadi mata-mata di depan," jawab Leon yang memandang wajah Lampard sedang bingung.


"Ini aneh sekali. Kalau begitu cepatlah! Jujur aku kesal karena di kantor banyak pekerjaan," kesal Lampard.


"Baiklah Kak," balas Lampard.


Surabaya Indonesia.


Anita menatap bahan-bahannya sudah hampir wanita paruh baya itu pun langsung mengambil buku catatan dan pulpen. Lalu dirinya langsung mencatat keperluan untuk belanja.


"Hahaoya," panggil Hamtaro sambil membawa uang.


(Ibu).


"Dō shita no Hamutarō?" tanya Anita.


(Ada apa Hamtaro?)


"Kinō no kēki wa yoku uremashita, okusama. Ōku no hito ga sai chūmon shimashita. Sugu ni okāsan ni chūmon ga sattō shi," jawab Hamtaro.


(Kue kemarin laku keras Bu. Banyak orang-orang memesannya kembali. Sebentar lagi ibu akan kebanjiran order).


"So no baai,-shin ni kansha shimasu. Tsumari, haha wa anata ni chingin o ataeru koto ga dekimasu," ujar Anita sambil mengulas senyum ke Hamtaro.


(Syukurlah kalau begitu. Berarti Ibu bisa memberikan upah pada kalian).


"Hitsuyō arimasen okusama. Agasa-san kara hōshū o itadakimashita. Shinpaishinaide, watashi wa anata o tasuke, warui hito kara mamotte iru dakedesu," kata Hamtaro dengan sopan.


(Tidak perlu Bu. aku sudah mendapatkan upah dari tuan Agatha. Tenang saja aku hanya membantu dan melindungi ibu dari orang-orang jahat).


"Dare mo hahaoya o kizutsukeyou to wa shimasendeshita. Karera ni okāsan o kizutsuke sasete kudasai. Haha wa henji o shimasen. Shikashi,-shin ni subete o kaeshite moraimashou," ujar Anita.

__ADS_1


(Tidak ada yang berani menyakiti ibu. Biarkanlah saja mereka menyakiti ibu. Ibu tidak akan membalasnya. tapi biarkanlah Tuhan yang membalas semuanya).


"Tonikaku, anata wa watashi ni shiharau koto wa dekimasen. Atode agasa-san ga ayashi biru no ue ni watashi o tsurushimasu. Haha wa sore o shitte iru hazudesu. Agasa-san wa totemo zan'nin'na hitodesu," lanjut Hamtaro.


(Pokoknya Ibu tidak boleh membayarku. Nanti Tuan Agatha akan menggantung ku di atas gedung Ayashi. Ibu harus tahu itu. Tuan Agatha orangnya sangat kejam sekali).


"Goshujinsama o osoreru hitsuyō wa arimasen. Koko de chikara o motte iru no wa hahaoyadesu. Agasa-san ni sonoyōni hanasa sete kudasai. Haha wa anata o mamorimasu," balas Anita dengan penuh kasih sayang.


(Kamu tidak perlu takut sama tuanmu itu. Di sini yang memegang kekuasaan adalah ibu. biarkan Tuan Agatha berbicara seperti itu. Ibu yang akan melindungimu).


"Demo okusama," ucap Hamtaro sambil menggantung.


(Tapi Bu).


"O shiri wa arimasen. Haha no chikara wa koko ni aru. Sore ni tsuite shinpai suru hitsuyō wa arimasen. Anata wa okāsan o tasukeru tame ni koko ni imasu. Dakara haha wa sukoshi demo kyūryō o dashimasu!" tegas Anita.


(Tidak ada tapi-tapian. di sinilah kekuasaan ibu. Kamu tidak perlu khawatir soal itu. Kamu di sini sudah banyak membantu ibu. Jadi ibu akan memberikan upah walau itu sedikit).


(Angkat aku sebagai anakmu Bu).


"Koko ni iru anata wa, watashinohaha to shite yōshi ni dasa remashita. Okāsama, go dōkō arigatōgozaimashita. Umaku ikeba, agasa wa hahaoya o mitsukeru koto ga dekimasu," timpal Anita.


(Kalian yang berada di sini sudah Ibu angkat sebagai anakku. Terima kasih Sudah menemani Ibu di sini. Semoga saja Agatha bisa menemukan ibu).


Dengar ketulusan Anita, seluruh pengawal yang ditugaskan oleh Agatha langsung berkumpul. Mereka ingin memeluk wanita itu. Sungguh bahagia sekali mereka. Karena sang nyonya adalah wanita baik.


Sore pun tiba, Anita yang selesai mencatat bahan-bahan untuk berjualan besok langsung menghitung uangnya. Setelah dirasa cukup Anita bersiap-siap pergi ke minimarket. Ia pergi sendiri tanpa ada yang mendampinginya. Dengan langkahnya yang santai, tidak sadar ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh. Orang itu berjalan mendekati Anita seperti tukang copet. Tapi pria itu tidak ingin mengambil barang-barang yang dimiliki Anita.


Sesampainya di sana Anita segera mengambil bahan-bahan kue tersebut. Entah kenapa hatinya sangat bahagia pada sore ini. Lalu apakah Anita tahu? Kalau Adelia sudah menemukan kedua kakaknya itu? Bagaimanakah perasaan Anita ketika Adelia menemukannya?


Selesai membeli bahan-bahan kue, Anita bergegas pulang ke rumah. Ia akan mempersiapkan bahan-bahan untuk dimasak nanti malam. Ketika berjalan Anita merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari tadi. Saat menoleh dirinya melihat sosok pria yang sangat lusuh. Lalu Anita merasakan tubuhnya bergetar. Jujur Anita sangat takut melihat pria itu. Pikirannya melayang entah ke mana? Anita takut kalau pria itu menculiknya.

__ADS_1


Pria yang ketahuan itu hanya bisa memandanginya. Ternyata oh ternyata pria itu tersenyum menakutkan. Tanpa sadar pria itu berjalan ke arahnya. Kemudian tangan kanannya mengulurkan agar memberikan bahan-bahan tersebut.


Akan tetapi Anita tidak memberikan barang-barang itu. Namun Anita memilih untuk pergi dari sana dengan cara berlari. Pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lalu pria itu berteriak, "Jangan tinggalkan aku sendiri di sini."


Anita tidak memperdulikan teriakan pria itu. Anita hanya bisa menghela nafasnya. Setelah sampai rumah Anita tidak berlari lagi. Ia berjalan dengan wajah ketakutan.


Tiba-tiba saja Hamtaro bersama lainnya sedang bersantai terkejut melihat Anita ketakutan. Hamtaro berdiri sambil menatap wajah Anita.


"Haha wa kowagatte iru yōdesu. Dō shita no, mama? Kono atari ni suri wa imasu ka?" tanya Hamtaro.


(Sepertinya Ibu ketakutan. Ada apa Bu? Apakah ada tukang copet di sekitar sini?)


"Haha wa hijō ni utagawashī otoko o mimashita. Haha ga kitaku shita toki, sono otoko wa haha ni shinobiyotta. Ano otoko ni yūkai sa retara, haha wa totemo kowakatta. Mama wa mada Sutera to Hatori ni au kikai ga nai," jawab Anita yang masih ketakutan.


(Tadi ibu melihat ada seorang pria yang sangat mencurigakan. Pria itu menguntit Ibu ketika pulang. Ibu takut sekali kalau diculik sama pria itu. Ibu belum sempat bertemu dengan Stella dan Hatori).


"Ochitsuite kudasai okusama. Watashitachi wa koko ni iru. Soredewa sagashite ikimasu. Mitsuke shidai kochira ni motte ikimasu. Ano otoko o dō suru ka wa anata shidaidesu, kāsan," jelas Hamtaro.


(Tenang saja Bu. Ada kami di sini. Kalau begitu kami akan mencarinya. Setelah menemukannya kami akan membawanya ke sini. Terserah Ibu mau diapain pria itu).


"Moshi sōnara,-ka ni kite kudasai. Kare o oikakemashou," suruh Hamtaro.


(Kalau begitu ibu masuk saja dalam rumah. Biar kami yang mengejarnya).


Anita menuruti apa apa yang dikatakan oleh Hamtaro. Kemudian Anita masuk dan mengucapkan rasa syukur. Untung saja dirinya tidak diculik maupun dicopet.


Sedangkan Hamtaro dan lainnya mencari keberadaan pria itu. Hamtaro tidak rela jika sang ibu angkatnya dalam bahaya besar. Mereka memakai ilmu ninja agar cepat bisa mengejar orang itu. Tak lama pria itu sedang membeli es krim untuk melegakan tenggorokannya.


Pria itu mengeluh karena Surabaya sangat panas sekali. Tapi apa mau dikata, demi menemukan sang pujaan hati dirinya rela kepanasan. Kemudian pria itu duduk di bawah pohon mangga.


Hamtaro yang kehilangan jejak langkah pencopet itu langsung menghack CCTV yang berada di kampung itu. Dengan penuh kejeliannya pria muda itu akhirnya menemukan pria tersebut. Tak lama Hamtaro tersenyum iblis dan menyuruh mereka berkumpul.

__ADS_1


Mereka berunding dengan serius. Lalu mereka memblok jalanan itu agar si pria tidak kabur ke jalanan. Setelah itu mereka mulai mendekati pria tersebut.


__ADS_2