
"Itu benar ma. Hasil desainnya itu sangat bagus sekali. Jika aku memiliki rumah besar seperti ini. Aku bisa memesan desain dari Kak Alexa," jawab Adelia.
"Semoga saja cita-citamu terkabul. Tetap semangat dan jangan pernah menyerah," seru Stella yang mendoakan sang adik berhasil meraih cita-citanya itu.
Adelia memasuki rumah dan mencari keberadaan Alexa. Namun dirinya tidak menemukannya sama sekali. Adelia bertemu dengan Scarlett yang sedang menggambar. Diam-diam ia mendekatinya dan memeluknya dari belakang.
"Nona kecil," panggil Adelia dengan lembut.
Sontak saja gadis kecil itu terkejut. Ia hampir saja melemparkan krayonnya. Lalu Scarlett menoleh dan menatap wajah Adelia.
"Kak Adel," seru Scarlett yang menghadap ke arah Adelia dan memeluknya dengan erat.
Adelia pun tersenyum melihat gadis kecil itu. Lalu Adelia berdiri dan menggendong Scarlett. Ia mendekati Stella dan Anita sambil menunjukkan Scarlett.
"Udah besar ya Scarlett ternyata?" ucap Anita.
"Ya bi. Scar memang sudah besar, lucu dan menggemaskan," jawab Scarlett yang mencari keberadaan Hatori.
"Kamu sudah makan belum?" tanya Stella.
"Sudah Kak. Bahkan perutku sekarang sudah Ndut," jawab Scarlett. "Oh iya... Di mana Paman Hatori? Kenapa Paman tidak ikut ke sini?"
"Pamanmu sedang bekerja. Nanti kalau sedang libur nanti aku suruh ke sini ya," jawab Stella.
Scarlett menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Ternyata diam-diam Scarlett sangat merindukan Hatori. Berhubung Hatori sedang ada tugas menumpuk. Hatori tidak bisa bermain ke sini. Apalagi ditambah atas kedatangan manajer keuangan yang baru.
"Maafkan kakak. Kakak janji deh ke sini rame-rame bersama paman," ucap Adelia.
"Tapi jangan lupa. Kakak nanti datangnya bersama paman Ian juga. Scarlett juga sangat merindukan Paman Ian," ujar Scarlett.
__ADS_1
Akhirnya mereka langsung menuju ke taman. Di sana mereka sedang menunggu kedatangan Adelia bersama Stella. Mereka sangat senang sekali dan langsung berhambur kepelukan Adelia.
beberapa saat kemudian datang Alexa yang membawa makanan kecil. Alexa tidak sengaja melihat Anita sambil tersenyum manis. Sebelum mendekati Anita, Alexa menaruh snack itu di atas meja dan mendekati Anita.
"Ternyata Ibu adalah Anita Sari," celetuk Alexa yang membuat Anita menganggukkan kepalanya.
"Ya itu benar. Aku adalah Anita Sari Kanagawa," jawab Anita sambil tersenyum lembut dan memeluk Alexa.
"Terima kasih Bu. Sudah datang ke gubuk kami. Kami nggak menyangka kalau ibu bukan orang sembarangan," ucap Alexa yang melepaskan Anita.
"Aku bukan orang sembarangan. Aku adalah manusia biasa. Yang di mana aku saat itu beruntung bisa menikahi Tuan Agatha Kanagawa," sahut Anita yang membuat Alexa menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah... Keluarga ibu sudah berkumpul kembali. Aku doakan keluarga ibu menjadi keluarga yang solid seperti dulu," kata Alexa yang mendoakan Anita.
"Terima kasih Alexa. Tanpa bantuan kalian, Kami tidak akan pernah bisa menyatu seperti ini. Kalian memang dikirimkan untuk kami. Kalian memiliki misi di dunia ini untuk menyatukan keluarga kami," imbuh Anita dengan jujur.
"Nggak juga Bu. Jujur saja ketika aku melihat Stella yang menderita. Kami sengaja mencari riwayat keluarga kalian. Lalu yang membuat kaget ketika aku mengambil sampel darah mereka berdua. Akhirnya aku meminta dokterku untuk test DNA agar mereka menjadi saudara yang utuh," ucap Alexa dengan jujur.
"Tidak apa-apa. Kami memang membuka pintu rumah ini dengan selebar-lebarnya. Ibu boleh datang ke sini sesuka hati. Oh iya Bu maafkanlah jika anak-anakku nakal. Mereka sering sekali mengucapkan hal-hal yang tidak pantas diucapkan. Sebentar kalau begitu. Aku akan mengambilkan minuman. Tunggu di sini ya," pamit Alexa yang bersemangat sekali membuatkan minuman untuk Anita dan anak-anaknya.
Jujur mereka menjunjung tata krama tinggi. Mereka sangat menjaga kesopanan saat bertamu di rumah Alexa. Alexa menjadi segan sendiri dan menghormati Anita seperti ibunya.
Setelah membuatkan minuman, Alexa menuju ke taman dan menghidangkan buat mereka. Jujur saja Alexa sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan Anita. Lalu mereka mengobrol dan berbagi ilmu cara merawat anak yang baik. Meskipun Anita hanya merawat Adelia, ia membagikan ilmunya ketika anak sedang sakit. Sungguh bahagia Alexa mendapatkan ilmu lebih. Ditambah lagi cara mendidik anak menjadi orang sukses.
S&T Company.
Saat berada di lobby, Agatha memberitahukan ingin bertemu dengan Asmoro. Lalu sang resepsionis itu menghubungi Ian. Tak lama Ian menyuruh Agatha naik ke atas.
Dengan senang hati Sang resepsionis itu pun mengantarkannya. Jujur saja Agatha melihat perusahaan ini sangat besar sekali. Agatha menilai bahwa para karyawannya sangat kompak sekali. Meskipun perusahaan itu baru dibangun beberapa tahun lalu. Agatha merasakan sang CEO sangat hebat sekali ketika memimpin para karyawannya.
__ADS_1
"Apakah aku harus bekerja di sini? Kalau aku bekerja di sini, Bagaimana dengan perusahaanku di Jepang? Sepertinya aku harus memutar otak agar bisa membangun perusahaan di sini," batin Agatha.
Sesampainya di lantai atas, Ian yang selesai mengangkat telepon itu pun mendekati Agatha. Kemudian Ian menyambut kedatangan Agatha sambil mengucapkan, "Selamat datang di lembah keberuntungan."
"Ah... sial kau itu. Bisa-bisanya kamu menyebut perusahaan ini adalah lembah keberuntungan?" tanya Agatha yang meledek Ian.
"Waduh calon papa mertua ini. Maksud aku jika papa masuk ke dalam perusahaan ini. Bisa mendapatkan kemakmuran yang banyak sekali. Soalnya perusahaan ini bisa memberikan reward bagi para karyawan maupun karyawatinya. Itulah tujuan Kenapa perusahaan ini bisa berdiri," jawab Ian dengan jujur.
"Kamu benar. Saat aku bertanya dengan Pak Kusno. Perusahaan mana yang bagus untuk aku singgahi ternyata perusahaan ini," puji Agatha.
"Ya itu benar. Untuk saat ini perusahaan S&T telah menjelma sebagai perusahaan besar. Kami memang berencana untuk menyejahterakan orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Itulah tujuan perusahaan ini berdiri," tambah Ian.
Agatha pun menganggukkan kepalanya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Ian. Perusahaan ini memang bertujuan untuk mensejahterakan seluruh para karyawan maupun karyawatinya.
Agatha pun sangat tertarik sekali menanamkan modalnya di perusahaan ini. Namun dirinya sedang bingung. Ia berharap bisa membangun perusahaan itu di sini. Hal ini akan dibicarakan bersama sang pemilik perusahaan ini dan lainnya.
Setelah itu Ian menarik Agatha masuk ke dalam. Kemudian kedua pria berbeda generasi itu pun menghadap Asmoro dan juga Gio.
"Apakah kalian sudah selesai meetingnya?" tanya Ian.
"Ya kami sudah selesai. Cepat atau lambat produksi biskuit kering itu akan meluncur beberapa bulan ke depan. Sekarang tinggal mencari orang-orangnya untuk membentuk suatu tim. Agar biskuit itumenjadi laris manis di dalam maupun di luar negeri," jawab Asmoro.
Tidak sengaja Gio menatap wajah Agatha sambil menghembuskan nafasnya secara kasar. Gio berdiri dan menyuruh Agatha duduk. Ia sangat bingung apa yang akan dilakukan si Master pendiri perusahaan di Jepang itu ke sini.
"Agatha," panggil Gio.
"Ya," jawab Agatha.
"Kamu ke sini mau ngapain?" tanya Gio dengan serius.
__ADS_1
"Aku ke sini ingin menjadi karyawan di perusahaan ini," jawab Agatha yang membuat Gio terkejut sambil memandang wajah Asmoro.
"Apakah itu benar?" tanya Gio sambil menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan perkataan Agatha.