
“Kamu tahu apa maksudnya?” tanya Gio balik.
“Ya... aku tahu itu,” jawab Winda.
“Sebab Ivan memiliki kekuatan di dalam hatinya. Dia juga keturunan dari kerajaan Noe. Yang dimana jika ada orang yang memiliki riwayat dari kerajaan Noe harus bergabung dengan barisan kami,” jawab Gio yang membuat Winda paham.
“Apakah itu tidak bahaya?” tanya Winda.
“Sudah ditakdirkan kita sebagai keturunan Raja Noe membasmi mereka. Sebab mereka akan merusak kehidupan bumi,” jelas Gio.
“Apakah aku harus bergabung dengan kalian?” tanya Winda.
Seketika Tio langsung tercekat dengan pertanyaan Winda. Ia langsung menatap wajah Winda sambil berkata, “Sebaiknya kamu nggak perlu bergabung. Kamu harus menjaga ketiga cucuku.”
“Katanya aku harus menjadi ketua mereka?” tanya Winda.
“Kamu tidak akan kemana-mana. Kamu akan tetap disini menjaga keturunan milik kerajaan Noe selanjutnya. Sean, Scarlett dan Edward akan dipersiapkan untuk menjaga perdamaian bumi ini. Kelak akan ada raja dan ratu lahir ke bumi ini. Mereka akan menjadi penasehat perang untuk mereka,” jelas Guntur yang tiba-tiba saja hadir tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
“Hmmmp... ada benarnya juga. Aku akan mengajak Anita bergabung untuk merawat mereka. Rasanya aku terbebaskan dari sebuah masalah pelik ini,” ucap Winda dengan semangat.
“Kamu aku selamatkan. Yang memimpin perang khusus perempuan adalah Stella. Dia memang ditakdirkan untuk menjadi wanita tangguh. Memang untuk saat ini dia tidak bisa apa-apa. Cepat atau lambat Asmoro akan melatihnya sebagai wanita kuat. Kamu tahukan kalau Stella adalah korban keserakahan dari Tutik dan Patty?’ tanya Guntur yang mengingatkan kasus Stella.
“Ya... itu benar,” ucap Gio. “Lalu dimana Patty dan Winda sekarang? Apakah mereka sudah tidak memiliki taring lagi?”
“Mereka ada di kota ini. Mereka akan direkrut sama Liam untuk dijadikan pasukan. Mengingat kalau sang anak yang bernama Merry yang akan memecahkan belah Exodus. Merry sangat kejam melebihi Liam. Sebab Merry memiliki jiwa antagonis yang bisa dikatakan seribu persen. Jadi kami sangat khawatir jika itu terjadi,” jawab Guntur.
“Lalu bagaimana dengan keadaan lainnya?” tanya Tio.
“Aku belum memprediksi satu persatu kejadian yang akan berlangsung ke depannya. Aku tidak tahu apa yang terjadi kelak. Pihak langit belum memberitahukan apa yang akan terjadi selanjutnya,” jelas Guntur.
“Jika aku harus kesana untuk mengobrak-abrik pihak langit bagaimana?’ tanya Gio yang membuat Guntur membelalak seketika.
__ADS_1
“Tidak bisa seperti itu. Mereka tidak akan memberikan keberuntungan buat Black Horizon untuk melakukan perang selanjutnya,” jelas Guntur yang tidak mau membuat masalah dengan pihak langit.
“Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan menunggu perintah dari kamu,” jelas Gio.
“belum ada perintah sama sekali. Kamu harus mengurusi perusahaan dulu. Ingatlah karyawan kamu sangat membutuhkan uang dari Taurus Corps. Kelak perusahaanmu menjadi sumber penghasilan buat mereka,” ucap Guntur yang menghilang secara tiba-tiba.
“Huh... kesal aku sama orang seperti ini Aku ingin menghajarnya tapi nggak bisa. Rasanya aku ingin melemparkannya ke daerah konflik,” kesal Tio yang membuat Guntur tiba-tiba saja hadir.
“Kamu tidak bisa memukulku begitu saja. Aku bukan manusia. Dibilang makhluk astral pun aku juga Aku itu leluhur kamu. Yang dimana kamu harus menghormatinya,” kesal Guntur.
Disaat Guntur kesal, Winda dan Gio malah tertawa. Bagaimana tidak kekesalan Guntur bukan membuat sebagian orang menyeramkan. Melainkan membuat semua orang ingin tertawa lepas. Namun Guntur bahagia bisa membuat hidup seseorang lebih berwarna.
“Ya sudah dech... aku mau pulang terlebih dahulu Aku ingin meditasi untuk menyatukan kekuatan kamu sama aku,” pamit Guntur.
“Butuh waktu berapa lama kamu meditasi?” tanya Tio yang mengerutkan keningnya.
“Aku meditasi hingga kita bisa menyatukan keadaan. Aku butuh waktu lima tahun lagi. Karena aku harus mencapai kesempurnaan dan bisa masuk ke dalam tubuhmu,” jawab Guntur yang memberitahukan ke depannya.
“Semua raja dan ratu melakukannya. Sebab musuh kalian memiliki kekuatan khusus. Jika bertarung, mereka mengkonsumsi obat-obatan yang telah diciptakan. Ditambah obat itu memiliki energi yang besar, Kamu dan lainnya tidak akan bisa hidup. Mereka juga memiliki ide yang sangat licik sekali,” jawab Guntur yang membuat Winda terkejut.
“Kenapa kita tidak membuat obat-obatan seperti itu?” tanya Gio yang meraih ponselnya di hadapannya.
“Kami bukan sindikat obat-obatan terlarang,” kesal Guntur yang tidak. Mau disamakan dengan Kerajaan Deep.
“Ya buatlah. Supaya kita bisa memiliki tenaga yang kuat seperti mereka,” ucap Tio yang menatap ke arah Guntur.
“Ha... kamu gila kali ya,” kesal Guntur dengan nada meninggi. “Jika kalian memakai obat-obatan seperti itu. Tubuh kalian akan rusak. Jaringan saraf dan sebagainya akan membuat menua. Kalian bisa menjadi orang tua yang lumpuh. Mereka memakai obat-obatan seperti itu tidak tahu efek sebenarnya,” ungkap Guntur yang membuka rahasia tentang obat tersebut.
“Efeknya?” tanya Winda.
“Efeknya bisa membuat jantung melemah, sistem saraf akan mati total, jantung tidak berfungsi dengan baik. Ditambah lagi dengan wajah mulai keriput,” tambah Guntur. “Aku tidak mau membuat semua keturunan milik kerajaan Noe menderita secara fisik dan batin.”
__ADS_1
“Hmmp... Ada benarnya juga sih... aku setuju dengan pendapatmu itu. Jika suatu saat nanti kita bisa hidup lebih lama lagi,” ucap Tio.
“Kalian memang akan hidup lebih lama lagi. Sebab kamu harus mengajarkan seluruh keturunan kamu untuk menjaga perdamaian dunia hingga nanti,” tambah Gio. “ya sudah kalau begitu. Aku akan kembali lagi selama seminggu ke depan.”
“Okey,” balas Winda.
Lalu Guntur pun menghilang. Ia akan bertapa selama seminggu ke depan. Ia tidak akan muncul jika dipanggil. Masalahnya ini sudah sangat gawat sekali. Merry akan memecah Exodus menjadi dua. Bahkan Merry sendiri memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat kejam sekali. Maka dari itu mereka harus bersiap-siap untuk menghadapi Merry.
Apakah Merry adalah keturunan nenek sihir itu?
Asmoro yang sudah sampai ke hutan segera memarkirkan mobilnya. Ia tidak menyangka kalau markasnya hancur berantakan. Ia menatap wajah Stella sambil berkata, “Rasanya aku tidak percaya dengan semua ini.”
“Hancur tidak bersisa,” ucap Stella yang melihat markas hancur.
“Ini karena ulah suami kamu. Bisa kamu bayangkan. Jika suami kamu bisa menghancurkan semuanya,” sahut Asmoro yang membuat Stella terkejut.
“Apa itu benar?” tanya Stella yang menggelengkan kepalanya.
“Mulai saat ini kamu harus tahu semuanya. Aku harap kamu tidak marah pada keadaan yang ada. Aku terpaksa melakukannya,” ujar Asmoro yang tidak ingin Stella marah. ‘
“Apa itu?” tanya Stella.
“Aku memang sengaja menghancurkan markas itu. Kamu tahu John menyerahkan pengawalnya yang seperti zombie itu ingin menghancurkan markas,” jawab Asmoro.
“Zombie!” pekik Stella yang memandang wajah Stella dengan penuh ketakutan.
“Apakah ada zombie sungguhan di sini?” tanya Stella dengan sendu.
“Ada... maka dari itu mereka menciptakan suatu obat yang bisa dikonsumsi manusia. Lalu manusia itu berubah menjadi zombie,” jawab Asmoro.
“Siapa yang melakukannya?” tanya Stella yang mulai geram atas tindakan orang tersebut.
__ADS_1