
"Karena kamu sudah melakukan kesalahan. Bisa-bisanya kamu membanting cucuku seperti itu. Kalau kamu mencobanya. Maka ajarkanlah diriku ini ilmu bela diri terlebih dahulu. Setelah itu kamu coba ilmu bela dirinya," jawab Yamato sambil menggelengkan kepalanya.
"Emangnya aku bisa ya kek belajar ilmu beladiri?" tanya Hatori.
"Bisa. Asalkan kamu berusaha dengan keras. Diusiamu yang kedua puluh lima tahun, kamu masih bisa mencoba beberapa teknik beladiri," jawab Yamato.
"Dimana aku harus belajar teknik bela diri itu?" tanya Hatori.
"Tenang. nanti sore akan aku beritahukan kepadamu. Sekarang pergilah bekerja terlebih dahulu. Ajaklah papamu itu. Oh ya... ajaklah beberapa pengawal untuk mengawal kalian. Aku yakin hidup kalian dalam bahaya. Cepat atau lambat musuh akan membuka topengnya masing-masing," jawab Yamato yang memperingatkan mereka.
"Untuk saat ini aku tidak akan membawa siapapun pa. Aku belum berkoordinasi dengan Asmoro. Di kantor adalah tempat yang aman buat aku. Tidak ada yang berani menjamah kantor itu tanpa seizin Asmoro. Banyak sekali peraturan-peraturan sudah disusun oleh Asmoro. Jadi nggak sembarangan orang juga masuk ke sana," jelas Agatha.
__ADS_1
"Aku percaya itu. karena Asmoro adalah orang yang penuh dengan perhitungan. Asmoro tidak akan pernah salah dengan perhitungannya itu," ujar Yamato sambil tersenyum manis.
"Berarti pelit dong adik iparku itu," celetuk Hatori.
"Asmoro itu tidak pelit dengan uang. Asmoro itu orangnya sangat disiplin sekali. Dia sangat pandai untuk membuat peraturan ketat di perusahaannya. Di perusahaannya yang berada di luar negeri itu banyak sekali melahirkan orang-orang berbakat. Di situlah banyak karyawan-karyawannya bisa memiliki segalanya. Kamu harus bangga memiliki adik ipar seperti itu," jelas Yamato yang tidak membenarkan istilah pelit terhadap Asmoro.
"Syukurlah kalau begitu. aku sangat bahagia sekali. Ya sudah... aku akan berangkat kerja sekarang," pamit Hatori sambil melihat Agatha dan juga Yamato.
"Ini jam berapa? Bisa-bisanya kamu ingin pergi dari apartemen ini. di luar masih gelap. Orang-orang belum pada keluar," tanya Agatha.
Hatori berjalan dengan santai sambil melihat suasana masih terang. Tiba-tiba saja Hatori melihat ada seorang perempuan cantik sedang berdiri. Perempuan itu melambaikan tangannya sambil berkata, "Kesini Bang. Ayo ikut aku."
__ADS_1
"Kamu siapa?" tanya Hatori sambil mendekati perempuan itu.
"Aku adalah Ina bang. ayolah ikut aku kesini," ajak perempuan itu sehingga Hatori semakin mendekat.
"Ngapain kamu kesana? Bukankah di sana adalah jalan buntu?" tanya Hatori sambil mengerutkan keningnya.
"Memang benar Bang. selagi itu jalan buntu. Ayo kita pacaran disana," jawab Ina sambil melambaikan kedua tangannya berulang kali.
Dengan terpaksa hattori mendekatinya dan melihat Ina. kemudian Ina mengajaknya ke suatu tempat. Mereka berjalan ke mana tempat yang dituju. setelah itu Hatori berkata, "Kita sudah sampai di sini"
Ina langsung berdiri tegap di ruangan buntu itu. tangannya mulai mengambil tali dan melemparkannya ke arah lampu. Tali itu ternyata menyangkut di sana. Hingga akhirnya Ina membuat tali simpul. Setelah itu Ina menaruh tali itu di kepalanya. kemudian Ina melakukan percobaan b*n*h diri.
__ADS_1
Hatori yang melihatnya matanya langsung melotot. Ia melihat lidah Ina keluar dan matanya melotot besar. Wajah Ina yang cantik itu berubah menjadi sosok yang mengerikan. Hingga akhirnya Hatori merasakan mual-mual. Ia tidak bisa berlari seakan kakinya dikunci. Kemudian Hatori jatuh pingsan.
Perempuan yang melihat hattori langsung tertawa cekikikan. Suaranya itu bisa memekikkan telinga. Hingga akhirnya perempuan itu menghilang menembus tembok. Jujur sampai saat ini Hatori masih pingsan dan tidak sadarkan diri.