Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Tidak Tega.


__ADS_3

“Pagi juga,” sahut Lampard sambil mengulurkan tangannya. “Apakah kamu baik-baik saja?”


“Sangat buruk bagiku,” jawab Stella. “Bolehkah aku memegang tanganmu?”


“Peganglah... Semoga saja kamu bisa mengurangi beban jika memegang tanganku,” jawab Lampard yang memberikan solusi untuk Stella.


Lalu Sheila memegang tangan kekar itu. Iya menutup matanya sambil merasakan bebannya mulai berkurang. Setelah memegang tangan kekar itu, setelah membuka matanya sambil menatap wajah Lampard.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Lampard lagi.


“Sudah mendingan. Tanganmu sangat hangat sekali,” jawab Stella dengan jujur.


“Kalau tanganku dingin aku sudah tidak bernyawa,” kesal Lampard.


“Maaf... Aku tidak bermaksud bercanda. Aku belajar mengungkapkan sesuatu. Agar orang tahu perasaanku. Selama ini orang-orang tidak mengerti Bagaimana perasaanku. Hingga aku memendamnya sendiri dan tidak bilang ke siapa-siapa. Sekarang aku mulai belajar mengungkapkan perasaan itu ke semua orang,” jelas Stella sambil menatap wajah Lampard.


“Kamu itu... Berapa beban yang kamu alami selama ini?” tanya Lampard.


“Aku tidak tahu. Aku bingung,” jawab Stella.


“Bisakah kita mengobrol seperti orang-orang? Aku sangat penasaran sekali sama kamu,” pinta Lampard yang sedang mengambil kursi dan menaruhnya di depan Stella.


“Mau ngobrol apa Tuan. Aku tidak pantas berbicara sama orang-orang kaya,” ujar Stella.


“Ternyata kamu memiliki trauma yang besar terhadap orang kaya. Apakah kamu memiliki masalah dengan orang-orang seperti kita? Kenapa kamu sangat takut sekali waktu aku mengajakmu berbicara? Apa salahku kepadamu?” tanya Lampard yang mengakibatkan bokongnya di kursi.


“Aku sering dijual sama mamaku ke orang-orang kaya. Ada pria agak tua dia ingin menikahiku. Aku menolaknya karena masih sekolah. Tapi pria itu melecehkanku,” ucap Stella yang menghilangkan kepalanya sambil menahan air matanya.


“Sekarang aku tanya sama kamu. Apakah kamu nggak merasa kalau mereka bukan keluarga aslimu?” tanya Lampard.


“Maksudnya?” tanya Stella yang tidak paham.

__ADS_1


“Maafkan Aku. Aku tidak bisa menceritakan ini semuanya kepadamu. Jika aku cerita sekarang, kamu tidak akan percaya dan sangat shock sekali dengan keadaanmu sebenarnya. Tapi tunggulah beberapa bulan ke depan. Aku berjanji akan mencari Hatori. Aku juga sedang mencari ayah dan Ibu kandungmu. Targetku hanya 3 bulan saja. Aku harap papamu masih hidup,” ucap Lampard dalam hati.


“aku tanya sekali lagi. Apakah keluargamu itu adalah keluarga sesungguhnya?” tanya Lampard sekali lagi.


“Aku tidak tahu tuan. Aku merasa ada sesuatu yang janggal terhadap Mama papaku. Kenapa hanya Patty yang di gadang-gadang dan di bangga-banggakan oleh mereka. Lalu aku ini apa?” tanya Stella yang bingung dengan kehidupannya.


“Mana aku tahu. Jujur saja aku baru mengenalmu beberapa minggu belakangan. Jadi aku nggak tahu siapa kamu? Kenapa kamu tidak menjadi model seperti adikmu itu?” tanya Lampard yang membuat Stella malas.


“Sebenarnya aku ada bakat di sana. Beberapa agensi pernah menawarkan aku untuk menjadi model. Tapi mama dan papaku melarang untuk ikut audisi dengan alasan aku tidak cantik, tubuhku sangat jelek sekali seperti triplek. Mereka akhirnya mengajukan adikku itu. Meskipun adikku sudah terkenal menjadi model yang merajai dalam maupun luar. Tapi adikku sering meminta uang kepadaku. Dengan alasan dia tidak memiliki uang. Setiap gajian uangku selalu diminta untuk berfoya-foya di klub malam. Temanku pernah ngomong sama aku kalau adikku itu suka ke sana setiap malam itu setiap hari,” jelas Stella.


“Lalu?” tanya Lampard.


“Aku tidak memiliki uang untuk membayar operasiku dan obat-obatanku sekarang,” jawab Stella dengan memelas.


“Jangan pikirkan itu dulu. Lebih baik kamu istirahat dan sembuhkan lukamu. Aku pamit untuk bekerja terlebih dahulu. Kapan-kapan kita bicara seperti ini lagi,” pamit Lampard.


“Baiklah,” balas Stella.


Melihat kepergian Lampard, Stella mulai memejamkan matanya. Entah sampai kapan dirinya akan begini terus. Jujur hatinya sangat kesal dan ingin marah. Kenapa dunia ini tidak adil padanya. Sejujurnya setelah memiliki cita-cita menjadi modeling. Kalau dilihat-lihat bentuk tubuh Stella sangat bagus sekali dan menggoda jiwa. Akan tetapi sang mama tidak mengizinkan dirinya terjun ke dunia model. Malahan sang adik diijinkan masuk ke sana.


“Aku ini siapa? Kok aku lama-lama seperti disingkirkan?” tanya Stella yang tiba-tiba saja curhatannya didengarkan oleh Jacob.


Meski Jacob tidak masuk ke dalam kamar itu, ia mendengar jelas pertanyaan itu keluar dari mulut Stella. Jujur saja ia kebingungan untuk menjawabnya. Sebenarnya Jacob sudah mengetahui masalah ini. Akan tetapi Jacob memilih bungkam terlebih dahulu. Ia tidak akan berbicara sebelum Gio dan Lampard mengizinkannya.


“Kenapa tidak masuk?” tanya Raka.


“Aku hanya lewat saja,” jawab Jacob. “Bolehkah aku bertanya sesuatu?”


“Apa itu?” tanya Raka.


“Apakah setelah mengalami depresi?” tanya Jacob lagi.

__ADS_1


“Stella tidak mengalami depresi. Gadis itu sangat ketakutan ketika mengingat masa lalunya. Aku nggak habis pikir, kenapa Stella seperti itu. Kita harus mencari tahu, Ada apa sebenarnya? Aku ingin mengoreknya lebih dalam pengakuan dari Stella,” jawab Raka.


“Ayo kita ngomong di luar!” ajak Jacob.


Tanpa menjawab Raka pergi lebih dahulu. Sementara itu Jacob mengikutinya dari belakang. Otaknya mulai bekerja dan membandingkan Stella bersama adiknya itu. Entah kenapa Jacob ragu dengan Patty yang mendapat julukan naughty girls. Bahkan julukan itu sudah tersemat dalam dirinya.


“Ada apa?” tanya Raka.


“Ada yang perlu kamu tahu. Apakah kamu mengenal Patty Smith?” tanya Jacob.


“Sepertinya sih.. Bukannya dia anaknya John Smith?” tanya Raka. “Dia adalah seorang model yang cukup terkenal,” jawab Raka.


“Sepertinya Stella dan Patty tidak akur sama sekali,” jawab Jacob.


“Bukan nggak akur lagi. Kamu tahu sifat mereka sangat berbanding terbalik. Kalau aku lihat Stella itu adalah seorang wanita baik-baik. Gadis itu tidak terlalu neko-neko dan mau menerima apa adanya. Sedangkan adiknya sangat berbeda jauh. Adiknya memiliki sifat kejam dan serakah. Bahkan yang aku dengar Patty ingin sekali menguasai Kurumi,” jelas Raka.


“Sebentar.. Patty ingin menguasai Kurumi?” tanya Jacob.


“Iya.. aku mendengar berita itu dari temanku yang memegang saham di Kurumi. Jika ada pertemuan ia pasti ikut. Seluruh orang pemegang saham di sana sudah tahu dengan gerak-geriknya. Ia sengaja mengacaukan rapat-rapat penting dan mengatakan kalau Stella tidak ditemukan,” jawab Raka.


“Aku paham itu. Intinya Patty ingin mendeklarasikan dirinya sebagai CEO Kurumi yang baru. Tapi banyak orang yang mengacuhkan. Jika ada pergantian harusnya ahli waris aslinya keluar menampakkan dirinya. Selama ini Stella tidak pernah hadir di dalam perusahaan tersebut. Inilah yang membuat mereka sanksi atas Patty,” jelas Jacob.


“Jangankan mereka... Aku sendiri yang sebagai dokter saja ragu atas kemampuan Patty,” ujar Raka.


“Apakah kak Lampard tahu?” tanya Jacob.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2