Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Apes.


__ADS_3

“Karena ilmu hackerku tidak bisa mencapai ke sana. Dengan terpaksa aku mendapatkan serangan banyak virus. Lalu aku mengurungkan niatku untuk tidak melakukannya. Karena virus yang dihasilkan bisa membuat ponselku mati seketika,” jawab Hatori yang membuat mereka terkekeh.


“Sepertinya kamu harus melakukannya. Belajarlah lebih giat lagi. Nanti aku akan meminta izin ke Asmoro untuk menjebol sistem keamanan perusahaan itu. Siapa tahu nanti ilmumu itu sangat berguna sekali bagi kehidupanmu,” jelas Agatha.


“Ya itu benar. Kamu harus melakukannya. Jangan patah semangat. Atau kakek menyuruh Yamada untuk ke sini. Karena asisten papamu adalah seorang hacker yang cukup terkenal. Kamu bisa dibimbing oleh Yamada. Atau juga yang lebih enaknya. Atau kamu belajar dari putranya Yamada. Kakek yakin kamu bisa menguasainya dengan cepat,” ucap Yamato yang mendukung keinginan Hatori.


“Kapan-kapan aja deh kek. Aku sekarang sedang mencari cara untuk menguasai ilmu perbisnisan. Aku menargetkan waktuku selama dua tahun ke depan. Karena dua tahun ke depan aku harus kembali ke Tokyo untuk bekerja di perusahaan Ayashi,” jelas Hatori.


“Kalau begitu bersabarlah. Nikmatilah hari-harimu untuk menjadi seorang karyawan. Orang kalau pengen sukses harus berusaha dari nol. Jangan pernah merebut apapun yang sudah menjadi milik orang lain,” pesan Yamato.


“Terima kasih kek. Pesan ini akan selalu tertancap di dalam hatiku. Aku tidak akan pernah melupakan pesan itu. Oh iya kek aku hampir lupa,” ujar Hatori dengan tulus.


“Jam segini kamu belum tidur sama sekali. Kamu harus menjaga kesehatan dan tidak boleh sering begadang tengah malam. Karena jika kamu terus-terusan begadang. Tidak baik buat kesehatan kamu. Meskipun kamu ingin jadi orang sukses. Kesehatan kamu harus dijaga dengan baik,” pesan Agatha.

__ADS_1


“Tadi aku sengaja pulang jam lima. Aku berharap sampai di rumah dengan cepat. Berhubung bis sedang penuh, aku memilih untuk menunggu bis yang kosong. Ternyata semuanya tidak bisa aku harapkan. Ujung-ujungnya aku pulang seperti biasanya,” kesal Hatori.


“Semuanya itu tidak menjadi masalah buat papa. Kalau begitu papa akan membeli mobil. Supaya kita bisa berangkat bersama,” kata Agatha.


“Nggak usah beli mobil Pa. Kalau ujung-ujungnya kita terjebak macet bersama. Kita memakai transportasi massal saja. Aku juga tidak memperdulikan dengan jabatanku ini. Yang penting aku bisa hidup dengan bahagia,” tolak Hatori yang tidak ingin memiliki mobil satu pun.


“Kamu itu sama seperti papamu. Mobil di garasi banyak, papamu memilih untuk mengambil sepeda bututnya itu. Padahal papamu sendiri adalah seorang CEO di perusahaan besar. Kakek merasa bangga kepada kalian karena kesederhanaan yang telah tercipta selama ini. Hanya kakek saja yang memakai mobil untuk ke kantor,” ujar Yamato sambil tersenyum.


“Sudah aku tebak. Aku akan membicarakan ini dengan Asmoro. Ini tidak bisa ditoleri lagi. Kalau dibiarkan terus pak Kevin akan mengambil uang sedikit demi sedikit demi menghidupi gadis benalu itu,” ucap Agatha.


“Apakah Papa tidak akan membereskannya?” tanya Hatori.


“Nggak semudah itu yang kamu lakukan. Kamu Harus berpikir ulang untuk berkata seperti itu. Kalau ini perusahaan papa. Pasti Papa akan menghabisinya dengan tanganku sendiri,” jelas Agatha. “Semua masalah ini akan berada di tangan Asmoro.”

__ADS_1


Mereka menghormati keputusan Agatha. Agatha juga tidak akan membunuh orang di negara lain. Karena bagi Agatha membunuh orang di negara lain sama saja dengan membunuh dirinya sendiri. Mau tidak mau Agatha akan menyerahkan kasus ini kepada Asmoro.


Manchester City Inggris.


Stella yang sedang berendam di bathtub sedang menikmati aroma lavender. Aroma itu sangat menyejukkan jiwanya. Ketika berendam Asmoro tidak sengaja masuk ke dalam. Asmoro melihat tubuh mungil Stella yang sedang dibalut dengan busa sabun yang banyak. Tiba-tiba saja Asmoro memiliki pikiran sangat liar sekali. Ia mulai mendekat dan membisiki Stella dengan kata-kata yang tidak pernah diucapkannya itu. Entah dari mana Asmoro bisa mendapatkan kata-kata seperti itu. Sebab dirinya bukanlah pria yang sangat romantis sekali.


Stella yang mendengar ada orang berbisik langsung berteriak. Dengan cepat setelah memukul tubuh kekar Asmoro. Tidak hanya sekali saja melainkan bertubi-tubi. Hingga Asmoro kesakitan dan kabur dari toilet itu.


Asmoro yang merasakan tubuhnya basah hanya bisa menghela nafasnya. Kenapa ini terjadi pada dirinya? Seharusnya ia melakukannya dengan sangat indah. Akan tetapi dirinya sial setengah mati.


“Oh Tuhan Kenapa istriku sangat ganas sekali? Padahal aku ingin sekali melakukan sensasi di luar nalar,” ucap Asmoro yang mengganti bajunya dengan kemeja yang baru.


 

__ADS_1


__ADS_2