
Apa yang dikatakan oleh Ibra dan Gio itu benar apa adanya. Mereka harus mencari jawaban siapa yang membawa para pengawal Exodus ke negara ini? Jika mereka memikirkan tentang hal itu, kemungkinan besar para anggota, pengawal dan seluruh keluarga terancam bahaya. Lalu apa yang harus mereka lakukan?
Malam pun tiba di kediaman Alexa. Lampard yang selesai makan malam memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Namun sebelum berangkat Ian menarik Lampard dan menjauh dari anak-anak. Kemudian mereka saling memandang ke arah anak-anak. Akhirnya Lampard bertanya, "Ada apa?”
“Aku mendapatkan sebuah informasi dari Willi kalau beberapa anggota Exsodus sedang mencari keberadaan Stella,“ jawab Ian.
“Mereka memang sengaja untuk mendapatkan Stella dalam keadaan terluka,” ucap Lampard. “Apakah rumah sakit dijaga ketat oleh para pengawal?“
“Kak Gio sudah menurunkan beberapa pasukan khusus untuk menjaga rumah sakit. Apa kamu sudah dengar kalau Stella akan dipindahkan ke markas?" tanya Ian.
“Ya... aku sudah mendengarnya. Kak Gio sendiri yang meminta izin kepadaku. Kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang!“ ajak Lampard.
Lampard segera berpamitan untuk pergi ke rumah sakit. Sebelum berangkat Martin mengingatkan agar Lampard berhati-hati. Lampard mengacungkan jempolnya sambil tersenyum manis kepada sang adik. Kemudian mereka berangkat menuju ke rumah sakit dalam keadaan tenang.
Di dalam perjalanan mereka tidak menemukan apapun. Ian yang sedang menyetir matanya awas sekali. Jalan dari mansion Alexa ke rumah sakit hanya membutuhkan waktu sepuluhh menit.
Tak lama ada sebuah mobil SUV hitam sengaja menghentikan Ian. Sang pemilik mobil itu keluar dan mendekati mobil tersebut. Lalu Ian membuka kaca mobilnya dan menatap sang pemilik.
“Leon,“ sapa Ian kepada sang pemilik mobil tersebut.
“Kak, jangan lewat di tempat biasanya. Lebih baik kakak ikut petunjukku,” ucap Leon kepada Ian.
“Memangnya ada apa ?“ tanya Ian.
“Nanti aku ceritakan ada apa yang sebenarnya terjadi,” jawab Leon.
Ian mengangguk patuh ke arah Leon. Ian pun menyetujuinya dan menuruti keinginan Leon. Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Lampard yang sedang terlelap tidur tidak tahu apa yang terjadi. Sedangkan Ian sedang menyetir pun bertanya-tanya, ada apa sebenarnya ini?
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. Mereka bergegas menuju ke kamar Stella dengan cepat.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Stella sudah tidak ada di dalam kamar tersebut. Cepat-cepat Lampard mengambil ponselnya dan menerima sebuah pesan dari Gio. Ia segera menarik baju Ian dan langsung mengajaknya ke markas. Namun sebelum masuk mobil, Leon mendekatinya dan meminta kunci mobil tersebut.
“Biarkan aku yang menyetir!" seru Leon sambil membuka tangannya.
“Bagaimana dengan mobilmu?“ tanya Lampard.
“Aku akan meninggalkan mobil tersebut di sini. Kemungkinan besok pagi aku akan mengambilnya," jawab Leon sambil menerima kunci tersebut.
Mereka segera masuk dalam mobil dan duduk dengan tenang. Leon menancapkan gasnya menuju ke markas dengan kecepatan penuh. Ketika Leon terburu-buru ke markas hingga membuat Lampard curiga. Akan tetapi Lampard tidak bertanya terlebih dahulu.
Perjalanan dari rumah sakit menuju ke markas membutuhkan hanya tiga puluh menit. Mereka sudah sampai di sana dan melihat mobil ambulans yang sudah terparkir di halaman markas. Sebelum masuk, Lampard menatap Leon dengan dingin.
“Ada apa sebenarnya?“ tanya Lampard.
“Kakak sering lewat di jalan Kamboja kan?" tanya Leon balik.
“Iya. Jalan itu menghubungkan dari kantor ke mansion Alexa hanya beberapa menit saja,” jawab Lampard.
“Maksudnya apa?“ tanya Lampard.
“Kakak sering lewat di situ dan melihat beberapa orang pernah membuang mayat di sana. Mereka sudah menandai dan mengincar nyawa kakak untuk dihabisi," jawab Leon.
“Maksudnya mereka memburu kami?” tanya Ian yang dari tadi mendengarkan percakapan mereka.
“Iya. Orang-orang yang lewat di situ akan diburu dan dibunuh secara brutal. Mereka tidak segan-segan menghabisi nyawa orang tersebut dan membuangnya ke jurang,"' jelas Leon.
“Apakah Martin sering lewat sana?“ tanya Lampard.
“Kak Martin sudah mengetahui kejadian itu beberapa bulan terakhir. Namun kak Martin sedang sibuk dengan urusan kantornya. Begitu juga dengan Alexa, Alexa juga tidak bisa apa-apa. Karena Alexa sedang menjaga anak-anaknya,“ jawab Leon.
__ADS_1
“Apakah kamu tahu mereka itu siapa?“ tanya Ian.
“Mereka adalah anggota mafia Exodus. Mereka sudah menguasai kota ini dengan tujuan untuk menyebarkan obat-obatan terlarang,“ jelas Leon. “Mereka di bawah naungan John Smith.“
Kedua pria itu sungguh terkejut. Ternyata selama ini Exodus sudah menguasai kota ini. Cepat atau lambat mereka akan menguasai kawasan zona aman Black Horizon. Lalu Lampard membayangkan jika itu terjadi maka generasi muda akan terancam.
“Kamu sangat cepat sekali mencari informasi seperti itu Leon,“ puji Lampard.
“Sebenarnya aku bekerja sama dengan Alexa untuk mencari tahu, kenapa ada pembuangan mayat di situ?" jawab Leon.
“Kenapa mereka memburu orang-orang yang lewat di sana?“ tanya Ian.
“Karena jika ada yang melapor ke aparat maka Exodus akan terancam dan mungkin mengancam," jawab Leon yang membuat mereka bingung.
“Terancam dan mengancam, apa maksudnya?“ tanya Ian.
“Kenapa tiba-tiba saja ke jeniusanmu hilang?“ tanya Lampard ke Ian.
Ian sedang mencerna, apa yang dimaksud dengan terancam dan mengancam. Lalu ia berkata, "Kalau terancam mereka akan terciduk dengan aparat. Mengancam berarti mereka akan berbuat sesuatu agar tidak terusir dari sini."
“Satu poin yang harus kakak ingat, mereka akan menguasai zona aman kita. Mereka akan memburu Black Horizon dan Blue Diamond dan tidak segan-segan untuk menghancurkan sang ketua mafia,“ jelas Leon.
Masalah semakin rumit karena Exodus sudah masuk ke zona Black Horizon. Mereka tidak mengetahui, bagaimana caranya kelompok mafia dari Meksiko itu menguasai zona aman dalam waktu cepat. Cepat atau lambat Exodus akan membuat ulah untuk mengusir Blue Diamond dan Black Horizon. Serta beberapa gangster dan mafia yang sudah menguasai terlebih dahulu.
Tiba-tiba saja Lampard berencana untuk bertemu dengan beberapa gangster dan mafia. Ia ingin mengajak beberapa mafia untuk mengusir eksodus dari zonanya. Namun sebelum itu Lampard harus berdiskusi dengan Gio dan Martin, sebelum membuat pertemuan dengan gangster dan mafia.
Lampard melangkahkan kakinya masuk ke dalam markas Black Horizon. Di sana sudah ada Raka dan Ibra. Selain itu ada dua perawat perempuan yang di mana mereka adalah anggota Black Horizon. Gio sengaja mengambil kedua pengawal Black Horizon itu untuk keamanan Stella.
“Siapa yang akan menjaga Stella?“ tanya Lampard.
__ADS_1
Kedua perawat itu menunduk ketakutan ketika Lampard berbicara. Jujur mereka tidak berani menatap wajah Lampard. Padahal wajah Lampard sangat tampan sekali.
Beberapa para petinggi di Black Horizon, wajah mereka tidak terlalu menyeramkan dibanding Lampard. Jika ia sudah serius dalam dunia bawah tanah, maka para pengawal tidak akan pernah menyapanya sedikitpun.