
"Ah sialan lu pakai buka kartu segala di depan mama dan papa. Kalau lu bukan buat gue, Gue pasti akan menghajar lu habis-habisan," Kesal Imron dalam hati sambil memakai Jacob.
"Nggak usah kesal gitu. Gue tahu kalau lu memang sedang memaki bosmu ini," ucap Jacob dengan jujur hingga membuat James tertawa meledak.
"Kalian ini jika berkumpul sering saja berantem. Mama sangat pusing dengan kalian semuanya," jelas Linda.
"Kami tidak berantem ma. Kami hanya kesal saja," ucap Jacob sambil tersenyum manis dan memandang wajah Imron yang sedang masam itu.
"Oh iya Imron. Bagaimana hubunganmu dengan Dila? Kok akhir-akhir ini aku tidak mendengarkan ceritamu itu," Tanya James yang menghempaskan bokongnya di hadapan mereka.
"Kami sudah putus Pah. Aku sendiri tidak ingin membuat masalah sama dia. Dia sudah tidak pernah lagi memperjuangkan cinta ini. Sebulan yang lalu dia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Jadinya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ini lagi," jelas Imron dengan nada lesunya.
"Semuanya nggak ada masalah kan?" tanya Linda yang memastikan Imron baik-baik saja.
"Tidak ada masalah sama sekali. Aku sekarang sudah lupa siapa Dila sebenarnya. Karena aku sendiri sudah memfokuskan diri untuk bekerja siang dan malam," Jelas Imron.
"Yang nggak gitu kali Kak," sahut Natalie yang baru saja datang dengan nada cerianya.
__ADS_1
"Maksudmu Bagaimana Natalie?" Tanya Imron yang tidak bersemangat lagi.
"Kalau kenangan manis jangan dilupakan. Simpan Saja. Siapa tahu nanti kenangan manis itu akan bisa melanjutkan hubungan Kakak sama Dila. Kalau kenangan buruk maka Lupakanlah saja," ucap Natalie yang menaruh rantang di atas meja.
"Semua kenanganku sangat buruk sekali. Ketika aku berpacaran sama dia. Aku tidak pernah merasakan Hawa yang sangat manis. Bahkan Dila sendiri sering membuatku tidak nyaman sama sekali," jelas Imron.
"Dari mana ini?" tanya Linda yang menatap wajah Natalie.
"Dari mama. Mama sengaja membuatkan bubur ayam kesukaan kakek dan nenek. Berhubung Mama sedang berada di rumah. Mama sedang membuat kreasi bubur ayam," Jawab Natalie.
"Ma," panggil Jacob lagi dengan penuh senyuman karena kedatangan Natalie.
"Begini Pa. Aku ingin menikah," Jawab Jacob membuat sang Papa frustasi.
"Kamu ini sedari tadi ngomong nikah-nikah saja. Tapi kamunya nggak pernah menunjukkan siapa kekasihmu itu. Jangan bilang kamu ingin menikahi Merlin," kesal James terhadap Jacob.
Tak lama Natalie tertawa terbahak-bahak mendengar apa kata james. Natalie tahu siapa itu Merlin sebenarnya. Bahkan Natalie sendiri tidak pernah cemburu kepada Merlin.
__ADS_1
"Ngeri juga ya kalau Kak Jacob menikah dengan Merlin. Pada waktu malam pertama langsung dihabisi Merlin saat itu juga," ledek Natali sambil membuat Jacob frustasi.
'Kamu kok gak malah membela aku sih. Kamu kan tahu siapa Merlin sebenarnya?" kesal Jacob terhadap Natalie.
"Dia sangat lucu sekali. Kalau sedang duduk manis dan menutup matanya. Bahkan aku ingin sekali membawanya pulang ke rumah. Berhubung Di rumah sudah ada Lontong. Nanti Merlin akan dikejar-kejar hingga ke ujung jalan sana," jelas Natalie.
"Sebenarnya Merlin kalau dijodohkan sama Lontong itu lucu. Nanti anaknya sangat menggemaskan sekali. Berhubungan Merlin-nya yang tidak mau, terpaksa aku kurung lagi di rumah," ungkap Jacob yang membuat Natali tersenyum lucu.
"Untung anjingmu kecil kayak gitu. Coba saja kamu jodohkan dengan Helder miliknya Kak Gio. Aku yakin Merlin tidak akan mampu untuk menolak pesonanya itu," ucap Imron yang memberikan terhadap Jacob.
"Saranmu sangat bodoh sekali Imron. Terima kasih atas saranmu yang ingin membunuh anjing kecilku itu," Kesal Jacob yang ingin menendang Imron ke planet Saturnus.
"Papa jadi bingung dengan pembicaraan kalian. Sebenarnya kami itu ingin menikah dengan siapa sih? Kok bisa-bisanya lari ke Merlin dan Lontong," tanya James dengan penuh amarah.
"Aku ingin menikah dengan Natalie pa. Berhubung dia ada di sini. Aku ingin memperkenalkan siapa calon istriku sebenarnya," jawab Jacob dengan penuh senyuman.
"Apakah yang dimaksud Natalie itu adalah cucu angkatku sendiri?" tanya James yang menatap tajam ke arah Jacob.
__ADS_1
Suasana yang ceria tadi berubah menjadi dingin. Bagaimana tidak? Jika Sang putra ingin menikahi cucu angkatnya itu. Sejenak James berpikir. James menemukan ada sesuatu yang aneh dalam diri Jacob. Lalu James bertanya, "Apakah kamu ingin mengikuti jejaknya Martin?"