
"Iyalah. Meskipun Kami adalah seorang mafia. Kami adalah pria terhormat. Kami sudah memiliki anak dan istri. Sekejam-kejamnya mafia tidak akan pernah menyakiti istrinya. Mereka sangat mencintai para istrinya. Itulah kenapa Kak Gio memberikan hukuman paling berat. Padahal salah satu dari mereka berani duduk di atas p*ha lalu menyentuh dada tanpa permisi. Maka orang itu akan terkena hukuman. Itu berlaku bagi orang yang belum menikah sama yang sudah menikah. Aku harap kamu mengerti atas apa yang ku jelaskan," jelas Ian yang berhenti di tempat jualan pita-pita.
"Bagaimana kalau aku menyentuhmu sekarang?" tanya Adelia sambil tersenyum manis. "Lalu duduk di atas p*hamu?"
"Mereka tidak akan menghukum kamu. Mereka akan menyediakan dana besar untuk pernikahan kita. Kalau kamu nggak percaya tanyakan saja pada Kak Asmoro. Kak Asmoro juga akan melakukan hal yang sama. Itulah kenapa kamu dan Stella tidak akan berlaku lagi atas hukuman itu. Efeknya pasti akan ketahuan. Yaitu kita akan memiliki seorang bayi yang lucu. Aku ingin cepat-cepat menggendongnya. Lalu aku memberitahukannya kepada si kembar," jawab Ian yang membuat Adelia tersenyum.
"Ide kakak sangat bagus sekali. Kalau begitu ayolah kita menikah," ajak Adelia yang semakin semangat.
"Tunggulah beberapa bulan lagi," ucap Ian yang membuat Adelia tersenyum.
"Akan aku tunggu momen-momen seperti itu. Jadi aku tidak akan pernah melupakan momen seperti itu," pinta Adelia.
Malam itu mereka menghabiskan waktu hingga esok pagi. Mereka membeli banyak jenis makanan. Makanan itu sengaja dibagi-bagikan untuk para pengawal yang menjaga mansion. Adelia sangat peduli pada mereka dan ingin membagi rezekinya kepada sesama.
Pagi yang cerah di kota Manchester. Asmoro terbaru Karena mimpi buruknya datang kembali. Di kota ini Asmoro mendapat perlakuan yang tidak enak dari pamannya sendiri. Lalu Asmoro berteriak sambil bangun dan mengusap wajahnya. Kemudian setelah keluar dari toilet sambil memegang perutnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Stella tidak sengaja menatap wajah Asmoro. Lalu setelah melihat wajah tampan itu sangat ketakutan sekali. Wanita berparas cantik itu langsung mendekati Asmoro dan memeluknya.
"Kenapa takut pria tuaku? Ada masalah apa sebenarnya? Tiba-tiba saja kamu membuatku khawatir," tanya Stella sambil mengusap-usap punggung lebar milik Asmoro.
"Aku tidak apa-apa. Aku tidak ada masalah apapun. Tapi mimpi itu datang lagi ketika aku berada di sini. Aku ingin melupakannya tapi nggak bisa. Kecuali jika aku pergi ke Indonesia ataupun ke negara lain. Aku baru lupa," jawab Asmoro.
"Mimpi apa sih?" tanya Stella.
"Dulu aku masih kecil mendapatkan intimidasi dari pamanku sendiri. Aku sebenarnya tidak memiliki dosa apapun kepada pamanku. Aku nggak tahu selama ini pamanku telah membuatku menderita seperti ini. Dan kamu tahu kenapa jiwa iblis itu muncul? Semuanya itu karena pamanku sendiri," jawab Asmoro yang menjelaskan kehidupan masa kecilnya.
"Berikan ponselmu. Aku ingin menghubungi Ian sekarang juga," pinta Asmoro.
Stella akhirnya melepaskan Asmoro lalu menuju ke nakas. Lalu ia meraih ponselnya dan memberikannya ke Asmoro. Setelah itu Asmoro menerimanya dan menghubungi Ian. Asmoro meminta untuk mencarikan seorang pria yang bernama James Howard. Ian pun menyanggupinya dan berjanji nanti sore suruh dokumen yang berhubungan James Howard sudah berada di tangannya.
Sebelum mematikan ponselnya, Asmoro memberikan ciri-cirinya sebagai berikut. Ian akhirnya mencatat dan mendapatkan petunjuk sebenarnya. Setelah itu asmara mematikan ponselnya dan menatap wajah Stella.
__ADS_1
"Apakah aku boleh berpendapat?" tanya Stella.
"Memangnya ada apa?" tanya Asmoro sambil menatap wajah Stella dengan penuh tanda tanya.
"Aku tidak ingin menuduh siapapun dalam kasus kamu di perusahaan cabang Manchester. Sepertinya pamanmu turut andil dalam masalah besar ini. Kemungkinan besar dia mengajak Bella untuk bekerja sama dalam kasus ini. Sudah aku menebaknya itu saja. Kalau aku salah maafin ya," jawab Stella dengan penuh ketakutan.
"Kamu nggak salah. Kamu hanya berpendapat saja. Dan kamu tidak berbicara kepada siapapun. Aku bisa memutuskan ketika ada bukti yang sudah berada di tanganku ini," ucap Asmoro sambil memamerkan tangan kekarnya yang sebelah kanan.
"Bukannya aku menyakitimu. Tapi kok firasat ku mengatakan seperti itu. Soalnya semalam aku bermimpi bertemu dengan pria yang usianya sudah senja sekali. Dia bersama Bella terus satu perempuan lain yang ingin menghancurkan cabang Manchester. Kalau cabang Manchester bisa dihancurkan. Maka cabang-cabang lainnya akan menjadi target berikutnya. Aku hanya menebaknya saja," ungkap Stella sambil menunduk dan memegang tangan kekar itu.
"Semuanya nggak jadi masalah buat aku. Kalau benar itu firasatmu. Berarti kamu memiliki kepekaan yang tinggi. Aku tidak marah sama kamu Jika tebakanmu meleset. Aku bisa saja menjadikan firasatmu itu sebagai warning buat diriku. Terima kasih ya telah memperingatkan aku," ucap Asmoro sambil mengelus puncak kepala Stella dengan tangan kirinya.
"Kak," panggil Stella.
"Ada apa?" tanya Asmoro.
__ADS_1
"Bisakah nanti malam kita pergi ke pasar malam? Semalam Adelia sudah berkirim pesan. Tapi aku tidak membalasnya," tanya Stella.