
Mendengar nama Hatori, pria itu sangat terkejut sekali. Ia melihat wajah Hamtaro mulai bergidik ngeri. Tiba-tiba saja ponselnya berdiri. Lalu pria itu tidak bisa mengambil ponselnya.
"Tuh ada telepon masuk ke dalam ponselmu. Apakah aku harus mengambilnya? Apakah aku harus membantumu untuk mengangkat telepon itu?" tanya Hamtaro dengan suara dunia itu hingga membuat pria itu menggelengkan kepalanya.
Meskipun begitu tetap saja merogoh kantong celana pria tersebut. Ia menemukan sebuah ponsel dan melihat nama yang tertera di layar itu.
'oh namanya pak Kevin yang menghubungi kamu. Nanti aku bantu mengangkatnya. Terus kamu berbicara kepadanya. Kalau kamu berkata jujur. Yaitu tertangkap, aku akan memberikan kamu hadiah sekali lagi. Hadiah pertama sudah kamu dapatkan. Tubuh kamu tidak bisa digerakkan lagi. Hadiah kedua kemungkinan besar, kamu tidak dapat berbicara sekali lagi. Alhasil Kamu tidak akan bisa ngapa-ngapain lagi. Dan selamanya kamu akan menjadi mayat hidup," jelas Hamtaro dengan suara dinginnya sekaligus membuat para pengawalnya ketakutan sekali.
Pria itu langsung menganggukkan kepalanya. Ia setuju dan tidak akan berbicara dengan jujur. Ia harus mencari cara agar Hamtaro tidak menyiksanya. Lalu ponsel tersebut berdiri sekali lagi.
"Ponselmu berdering lagi. Bilang saja kamu berhasil menangkap Tuan Hatori," suruh Hamtaro.
"Tapi Tuan Hamtaro, Tuan Hatori sekarang berada di kantor. Jika pria itu berkata kalau sudah menangkap Tuan Hatori. Orang tersebut akan curiga kalau dirinya tertangkap sama kita," ujar pengawal Hamtaro.
"Kamu benar juga. Bilang saja kalau kamu sedang mengintai keberadaan Tuan Hatori. Kalau kamu ditanya ke mana, sedang berada di suatu tempat!'' perintah Hamtaro.
__ADS_1
Pria itu hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Mulutnya mulai terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian Hamtaro sendiri menggeser lambang hijau itu. Ia tak lupa juga memperbesar volumenya itu. Hamtaro mendekatkan ponsel tersebut ke mulut pria tersebut.
"Delon," panggil Pak Kevin yang berada di dalam kantor tersebut.
"Iya tuan," sahut Delon nama pria itu dan menahan ketakutannya.
"Kamu mengeksekusinya siang saja ya. Aku tahu Hatori akan keluar makan siang. Lalu kamu bawa ke tempat biasanya saja. Nanti malam aku akan ke sana bersama wanitaku," perintah pak Kevin dengan suara bisik-bisik.
"Iya tuan. Aku siap," ucap Delon.
Hamtaro mematikan panggilan tersebut. Lalu Hamtaro sendiri memandang wajah Delon. Kemudian Hamtaro meminta alamat yang akan dijadikan eksekusi Hatori. Mau tidak mau pria itu memberikan alamat tersebut ke Hamtaro. Dengan senang hati Hamtaro memberikan alamat itu ke Agatha.
Selesai menandatangani beberapa berkas, Agatha mendapatkan sebuah pesan dari Hamtaro. Lalu Agatha tersenyum lirik dan menghubungi seorang yang bernama Akashi. Ia memberikan sebuah perintah untuk menunggunya di kantor S&T. Akashi setuju dan akan menunggu kedatangan Hatori.
"Rencana pak Kevin akan berjalan dengan lancar. Sebentar lagi kamu akan masuk ke dalam perangkap Klan Kanagawa," batin Agatha.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Hatori datang lagi. Kemudian Hatori berjalan menghadap ke arah Agatha. Kemudian Hatori menyodorkan sebuah berkas untuk dipelajarinya.
"Papa. Papa tahu nggak masalah tentang kejahatan pak Kevin?" tanya Hatori.
"Apa itu?" tanya Agatha.
"Masalah ini sangat besar sekali. Masalah ini semakin lama akan menjadi bom waktu yang bisa menghancurkan perusahaan ini juga. Jika saja kalau kita nggak lapor ke Kak Asmoro. Dia akan membuat masalah lebih besar lagi. Aku nggak habis pikir dengan mereka semuanya," jawab Hatori.
"Kamu dapat dari mana kasus ini?" tanya Agatha.
"Beberapa hari ini aku sedang dekat dengan seorang karyawati yang bernama Cahya. Dia menjelaskan satu persatu tentang masalah pak Kevin dengan beberapa karyawati di sini," jelas Hatori.
"Coba deh kamu berkoordinasi dengan banyak orang. Kamu ngomong sama Cahya gimana enaknya. Satu persatu semuanya akan terkuat Dan Kita akan menyerahkan kasus ini ke sang pemilik perusahaan. Aku yakin perusahaan ini tetap bertahan walau kasus ini meledak seperti bom," jelas Agatha.
"Kok bisa?" tanya Hatori.
__ADS_1
"Semuanya bisa. Biarkanlah Papa bekerja untuk mengurusi semua ini. Bapak akan membungkam seluruh paparazzi agar tidak mengorek berita ini secara dalam. Papa yakin para petinggi perusahaan ini tidak memiliki catatan hitam. Kecuali Pak Kevin yang memiliki catatan hitam," jawab Agatha.
"Lalu aku harus ngapain? Jika aku sudah mengetahui semuanya. Berarti hidupku tidak aman," tanya Hatori.