Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Lama-Lama Aku Bisa Gila.


__ADS_3

"Ini benar-benar gila. Tolong... Jangan pernah ngikutin gue. Karena gue adalah orang biasa. Gue makan nasi, gue makan ikan dan gue juga makan sayur. Jadi mulai saat ini jangan ngikutin gue. Kalau lu masih ngikutin gue. Mau nggak mau lo akan jadi bulan-bulanan gue!" bentak Alexa.


"Maafkan saya Putri. Tapi saya harus terpaksa melakukannya. Saya akan pergi dan kembali nanti malam bersama pangeran. Bye... Tuan putri," pamit Sang Putri itu.


Sang Putri itu pun menghilang dari pandangan Alexa. Ia menghempaskan bokongnya di tapi ranjang. Kepalanya menunduk dan ia hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Mungkinkah ini hanya halusinasi maupun delusinya. Karena akhir-akhir ini dirinya sangat capek sekali. Menghadapi banyak pekerjaan yang tidak ada habisnya.


"Aku bisa gila hari ini. Bisa-bisanya orang-orang seperti itu muncul di hadapanku. Sepertinya aku harus memanggil Adelia untuk segera ke sini. Adelia akan mengurus si kembar sehari saja," ucap Alexa dalam hati.


Beberapa saat kemudian Alexa mengambil ponselnya lalu menghubungi Alexa. Mereka sempat mengobrol satu sama lain. Dengan tawanya yang khas Stella meminta Adelia untuk ke sini. Adelia pun menyanggupinya. Karena Adelia sendiri sangat merindukan ketiga anak Alexa.


Setelah itu Alexa mencari scarlet dan Edward. Wanita itu berjalan dengan enggannya. Karena wajah sang putri tersebut membayangi dirinya. Jika dilihat wajahnya Sang Putri sangat mirip sekali dengan dirinya. Entah ini kebetulan atau apa Alexa juga tidak tahu. Mana ada cuman modern sekarang orang-orang zaman dahulu bisa bertransmigrasi ke zaman sekarang?


"Semuanya ini tidak mungkin. Orang-orang zaman dahulu Mana mungkin bisa hidup kembali. Apakah aku harus mencari artikelnya?sepertinya aku sangat penasaran sekali dengan artikel itu. Bener-bener deh Hari ini adalah hari tersialku. Aku harus banyak-banyak istirahat," kesal Alexa dalam hati.


Saat berada menuju taman, Alexa melihat wajah Scarlett dan Edward. Alexa mendekatinya dan duduk di hadapan anak kembarnya itu.


Ketika duduk datang Rinda dan juga Rara. Mereka menghampiri Alexa sambil menyapanya.


"Pagi kak Alexa," sapa Rinda yang melepaskan Rara supaya bisa bermain dengan si kembar.


"Pagi juga Rinda. Duduklah di sini," pinta Alexa.

__ADS_1


Lalu Rinda pun duduk di hadapan Alexa. Tidak sengaja Rinda melihat wajah Alexa yang sangat pucat sekali. Lalu Rinda mulai menebak Ada apa dengan Alexa.


"Ada apa? Sepertinya wajah kamu sangat pucat sekali?" tanya Rinda.


"Kemungkinan aku sedang berhalusinasi.Akhir-akhir ini aku kebanyakan pekerjaan yang belum selesai," jawab Alexa.


"Tidak apa-apa. Lebih baik kamu minum vitamin biar tidak terlalu lemah seperti itu. Banyak orang-orang yang sangat membutuhkanmu. Terutama pada si kembar," ucap Rinda.


"Aku selalu rutin meminum vitamin itu. Jika aku tidak meminum vitamin itu. Paman Martin marah-marah dan menyodorkanku vitamin," ucap Alexa.


"Ya bagus dong. Kamu sangat beruntung sekali memiliki suami seperti itu. Jarang ada orang-orang yang mendapatkan suami seperti Tuan Martin yang sangat bijaksana," puji Rinda yang tersenyum melihat Alexa.


"Bagaimana dengan Kak Raka? Apakah Kak Raka orangnya sangat menyebalkan? Ada juga Kak Raka orang yang sangat cuek sekali terhadap kamu?" tanya Alexa bertubi-tubi.


"Baguslah. Kamu sangat beruntung sekali mendapatkan Kak Raka," ucap Alexa dengan senyum mengembang.


"Ya aku memang wanita yang sangat beruntung sekali. Aku harap Kak Raka tidak pernah berubah sifatnya," ujar Rinda.


"Oh ya aku pengen tanya sesuatu. Aku pernah mendengar kamu memeriksa kandungannya Patty," sahut Alexa yang penasaran sekali dengan Patty.


"Jujur aku tidak bisa cerita banyak soal pasienku itu. Jika bercerita aku yang terkena sanksi karena melanggar kode etik kedokteran itu," kata Rinda dengan serius.

__ADS_1


"Maafkanlah aku. Tapi aku harus mendapatkan informasi valid sebanyak-banyaknya. Kamu tahu kan Stella?" tanya Alexa.


"Iya aku tahu itu. Akhir-akhir ini Stella sudah kembali ceria lagi. Dirinya mencoba untuk tidak takut menjalani hari-harinya. Kak Asmoro tidak pernah memberikan ponsel kepadanya. Jika Kak Asmoro memberikan ponsel. Kemungkinan besar, Stella akan mengotak-atik media sosialnya," jawab Rinda.


"Ya aku sudah mengeceknya. Aku disuruh Paman Martin untuk mengecek seluruh akun milik Stella. Banyak sekali orang-orang yang menghujatnya. Gara-gara hasutan dari Patty. Dia memang pandai sekali playing victim. Bisa-bisanya seluruh kesalahannya ditumpahkan ke Alexa. Jujur aku sendiri tidak ikhlas melihatnya. Karena selama ini yang kita tahu. Patty selalu bekerja dengan sempurna untuk menjatuhkan lawan-lawannya. Cepat atau lambat Patty akan melemparkan kesalahan ke wartawan sebab rumahnya terbakar. Dan Stella pun akhirnya akan menjadi sasaran empuk," jelas Alexa sambil memprediksi kedepannya.


"Ternyata wanita itu sangat jahat sekali. Meskipun gigih tetapi dia akan melakukan kejahatannya. Gara-gara Stella, aku jadi sering mengorek informasi tentang Patty," ucap Rinda dengan jujur.


"Itu benar sekali. Begitu juga dengan keluarganya. Makanya itu aku ingin tahu kalau dia benar-benar hamil atau tidak. Jika dia tidak hamil kemungkinan besar aku bisa menuntutnya. Aku tidak akan bisa membiarkan Stella menderita seperti itu. Enak saja Stella menjadi sasaran empuk bagi netizen seantero jagad ini," kesel Alexa.


"Kalau hamil sih iya. Tapi jika Stella melakukan hal konyol seperti itu. Menurutku itu tidak mungkin. Dari raut wajahnya Stella. Dirinya tidak pernah masuk ke dalam klub malam. Soalnya wajah seperti itu tidak bisa menipu seseorang," jelas Rinda yang menebak wajah Stella.


"Itu benar. Tapi jangan sampai kalau keluarga sialan itu menyentuh Stella. Cepat atau lambat aku akan mengunjungi Pak Tama untuk mengurusi kasus ini. Ketika mereka sudah mengusik kedamaian Stella bersama orang tuanya itu," sahut Alexa.


"Tenang saja. Mereka tidak akan berani mengusik Stella dan keluarganya. Bukankah kamu memiliki bukti-bukti yang nyata atas kejahatan mereka? Kita bisa menyerangnya balik dan memintanya untuk tidak mengganggu Stella?" tanya Rinda.


"Tidak semudah itu. Apalagi keluarganya sangat tidak masuk akal. Diam-diam mereka bekerja sama dengan kartel obat-obatan terlarang bersama orang Meksiko. Kamu tahu kan Exodus bagaimana? Mereka sudah menduduki negara-negara besar untuk memasok obat-obatan tersebut. Yang aku dengar efek dari obat itu sangat tidak bagus buat kesehatan. Mereka bisa mati konyol karena ulah sang peracik obat itu. Jujur saja aku sebagai Alexa yang agak mengerti obat-obatan itu memang terdengar konyol. Jika mereka ingin menyerang. Kemungkinan besar mereka akan memakai obat-obatan itu. Bisa dikatakan mereka lupa dengan kehidupannya. Itulah yang bisa aku petik dari informasi yang aku dapatkan," jelas Alexa yang membuat Rinda sangat mengerikan sekali.


"Memang mereka itu cukup Sialan sekali. Bisa-bisanya obat seperti itu dikonsumsi seperti sarapan pagi," tambah Alexa.


Kemudian Rinda melihat jam tangannya. Lalu Rinda mulai berdiri dan berpamitan, "Aku pengen ke rumah sakit."

__ADS_1


"Hati-hati ya. Jangan melewati jalanan itu. Jika kamu melewati jalan itu. Kamu bisa mendapatkan kesialan bertubi-tubi," ujar Alexa yang memperingatkan Rinda.


"Memangnya ada apa?" Tanya Rinda yang tidak tahu.


__ADS_2