
"Kamu cari semua bukti yang berhubungan dengan Boni. Wanita itu telah mengkhianati kita. Dia telah memasukkan beberapa dokumen kerjasama. Aku berikan waktu tiga jam dari sekarang!" perintah Asmoro kepada Leon.
"Dan kamu Ian, coba kamu masuk ke dalam sistem perusahaan cabang Manchester. Aku yakin beberapa dari mereka bekerja sama dengan Boni. William, semakin lama kamu semakin pintar dalam meng-hack sistem perusahaan besar. Aku tahu kamu pasti bisa melakukannya. Aku minta kamu masuk ke dalam sistem perusahaannya Boni. Aku ingin tahu semuanya. Jangan ada yang terlewat sedikitpun. Bekerjalah dengan santai dan tidak usah terburu-buru. Jika kamu ada masalah, panggil aku atau Ian!" perintah Asmoro kepada Willi.
"Kalau aku gagal gimana Kak?" tanya William.
"Janganlah kamu berputus asa seperti itu. Aku memberikanmu perintah bukan berarti menjebakmu. Aku ingin tahu kemampuanmu seperti apa? Kalau kamu tidak mampu, kamu harus belajar lagi. Black Horizon adalah suatu organisasi yang ingin semuanya berkembang. Aku tidak akan membuatmu menjadi pengawal bodoh. Kamu harus menjadi pengawal kreatif. suatu hari nanti kamu bisa melakukannya. Tetaplah semangat William. Aku bersama lainnya mendukungmu," jelas Asmoro yang sengaja mendukung William untuk berkembang.
William tersenyum lalu mengiyakan permintaan Asmoro. Selama setahun William belajar coding bersama Alexa. atau juga William belajar dengan Imron atau Jacob. Memang benar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Seluruh pengawal harus memiliki kekreativitas tinggi. Entah itu di bidang pertanian, perdagangan, perkantoran dan lainnya. Cepat atau lambat Gio atau Asmoro akan memakainya dalam kondisi tertentu.
__ADS_1
Sedangkan Asmoro sendiri, membaca semua laporan dari mata-matanya. wajahnya yang ceria tiba-tiba berubah menjadi seorang iblis. Cabang Manchester ternyata sangat mengkhawatirkan. Jika tidak ditangani, maka cabang tersebut bisa bangkrut. itulah yang dibenci oleh Asmoro. Ia lebih mementingkan nasib karyawannya ketimbang dirinya. Ia lebih memilih mempertahankannya dan tidak boleh membiarkan bangkrut.
Setelah membaca informasi tersebut, Asmoro mengepalkan kedua tangannya. Ia mencoba mengontrol emosinya agar tidak terjadi keributan. Ia ingin sang istri baik-baik saja dan tidak bertanya apapun tentang dirinya.
Sedangkan sang asisten sudah masuk ke dalam sistem keamanan perusahaan. Mata Ian langsung membulat sempurna. Ia tidak sengaja melihat beberapa transaksi yang mencurigakan. Ia pelan-pelan mengangkat wajahnya lalu menatap Asmoro.
Dengan cepat Ian membaca laporan mencurigakan itu. Ia menatap layar laptopnya dan tangannya terus bergerak. Ia menelan salivanya dengan susah payah. Lalu Ian merasakan hawa di sekitarnya hilang begitu saja.
"Apakah aku harus berkata jujur?" tanya Ian dalam hati.
__ADS_1
Sebenarnya Ian sendiri sangat takut sekali kepada Asmoro. Ian takut jika Asmoro sudah mengamuk. Tapi di dalam pesawat ini ada Stella dan juga Adelia. Ian berharap Asmoro tidak meledakkan amarahnya.
"Kak," panggil Ian.
"Ada masalah apa Ian?" tanya Asmoro.
"Aku harap kakak nggak marah untuk kali ini. Ingatlah kita sedang membawa Stella dan juga Adelia. Aku nggak mau kakak meledakkan amarah begitu saja. Aku ingin kakak meredam amarah agar mereka tidak ketakutan," jelas Ian berharap Asmoro tidak ledakan amarahnya begitu saja.
"Kamu benar. Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin melihat istriku ketakutan," ucap Asmoro baru sadar ada Stella di dalam pesawat.
__ADS_1
"Bolehkah aku memberikan saran kepada kakak?" tanya Leon yang tangannya masih mengetik.