
“Apakah kamu senang?” tanya Rinda.
“Aku sangat terhibur sekali. Terima kasih ya kak Rinda yang sudah datang ke sini,” jawab Stella yang merasakan keceriaan dalam dirinya.
“Janganlah kau bersedih lagi. Sebab ada kurang beruntung di bawahmu. Kamu harus bangkit dari keterpurukan. Jangan pernah takut untuk menghadapi masalah. Kalau kamu butuh teman... Hubungi aku saja. Jika aku free... Aku akan ke sini mengunjungimu,” pesan Rinda.
“Aku nggak tahu apa lagi Kak. Hidupku penuh ketakutan. Setiap hari ada bayangan mengejarku. Jujur aku hidup tidak bisa tenang. Jika aku boleh memilih, Aku ingin pergi dari Indonesia dan menetap di Tokyo. Entah kenapa aku ingin sekali hidup di sana. Merasakan jiwa yang tenang tanpa ada gangguan manapun,” jelas Stella. “Kemungkinan besar aku ingin menjadi tenaga kerja Indonesia untuk negara Jepang.”
“Apakah kamu serius? Bukannya kamu ingin merebut Kurumi?” tanya Raka.
“Entahlah. Perusahaanku sudah tidak bisa diharapkan lagi. Aku sendiri sudah didepak dari kartu keluarga. Terus apa yang aku harus pertahankan?” tanya Stella.
“Kamu didepak?” tanya Raka.
“Jujur kamu ini aneh sekali. Bisa-bisanya mereka mendepakmu dari kartu keluarga. Aku nggak bisa mengatakan apa-apa. Sekejam-kejamnya orang tua tidak akan pernah mencoret nama anaknya dari kartu keluarga,” kesel Rinda.
“Mau bagaimana lagi Kak. Aku bingung harus bagaimana lagi. Kalau dipikirkan terus aku bisa jatuh sakit. Tubuhku nanti semakin kurus dan air mataku sudah habis,” ucap Stella dengan nada parau.
“Pokoknya kamu harus semangat. Tidak boleh patah semangat! Kelak kamu bisa menemukan kebahagiaanmu. Mendapatkan suami yang baik dan anak-anak yang lucu. Jika kamu memiliki kekuatan, kamu pasti bisa merebutnya. Aku yakin itu karena kamu adalah calon yang sukses sekali,” jelas Rinda yang membakar semangat Stella.
Stella akhirnya menatap wajah Rinda sambil tersenyum manis. Ia mengangkat tangannya sambil berteriak, “Aku harus semangat!”
“Iya itu benar. Kamu harus semangat! Jangan pernah kendor sedikitpun!” ucap Rinda.
“Baiklah Kak. Aku sudah tidak takut lagi tapi sedikit,” sahut Stella yang membuat Raka dan Rinda menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Di ambang pintu Lampard tidak sengaja melihat Stella yang tersenyum manis. Ia menyunggingkan senyumnya sambil menatap wajah Stella berseri-seri. Lalu Lampard membalikkan badannya dan pergi dari kamarnya.
“Bukannya kita sedang meeting sama Martin?” tanya Lampard.
“Kakak tahu kalau kak Martin ingin meeting di sini?” tanya Ian yang membuat Lampard terkejut.
“Kebiasaan tuh bocah! Bisa-bisanya meeting di markas! Tidak ada tempat lain apa? Sementara restoran dan hotel masih terbuka lebar!” kesal Lampard yang membuat Ian geleng-geleng kepala.
“Jangan bilang nggak ada duit ya!” tambah Lampard yang menyugar rambut panjangnya itu dengan tangan kekarnya.
“Sebenarnya kak Martin ingin mengajak kakak meeting di kebun binatang. Kakak tahu kenapa kita meeting di sini? Kita membahas sesuatu yang sangat rahasia sekali. Jika sampai meeting ini bocor, kita yang akan dapat masalah dari pihak tahulah Kak ujung-ujungnya gimana?” ucap Iyan yang memberikan sebuah kode untuk Lampard.
“Maksudmu?” tanya Lampard.
“Perusahaan sama Exodus,” jawab Ian.
“Mengenai kebocoran data. Alexa juga datang bersama Kak Gio,” jawab Ian.
“Ah iya... Aku hampir melupakan itu. Sepertinya kita harus bekerja sama saling memberikan informasi siapa yang membocorkan data tersebut. Feelingkuh mengatakan kalau yang membocorkan data itu kemungkinan orang dalam. Entah dari pegawai atau anak IT,” kata Lampard yang mulai menganalisis keadaan.
“Aku belum bisa memastikan sepenuhnya Kak. Pihak IT akan menyelidikinya,” sahut Ian.
“Nggak perlu anak IT. Aku sudah mengatakan kalau kebocoran data itu pastinya ada orang dalam. Coba saja kamu pikir... Seandainya ada orang luar membobol keamanan data kita maka ada beberapa virus menyerang secara brutal. Aku sudah mencobanya dan ponselku menjadi korban. Untung saja data-dataku tersimpan di saluran perusahaan tersebut. Anak-anak IT tidak mengetahui ada sebuah sistem yang di mana hanya beberapa orang yang bisa mengaksesnya. Yaitu kamu, Jacob, Imron, Alexa dan Gio. Jadi semua data itu nggak sepenuhnya bisa diakses.” Jelas Lampard yang membuat Ian lupa tugas peran pentingnya.
“Aku ingin berkata jujur sama kakak. Kalau aku benar-benar lupa. Aku jarang sekali mengakses sistem tersebut. Yang sering mengakses sistem itu adalah Alexa bersama Kak Gio. Merekalah yang selalu mengecek sistem itu secara berkala,” ujar Ian.
__ADS_1
“Sebentar lagi akan ada penyelidikan. Cepat atau lambat kita akan menemukannya,” ucap Lampard dengan senyuman yang menakutkan.
Mansion keluarga Smith.
Seorang wanita yang berusia muda sedang menaiki tangga. Dengan elegannya wanita itu melanggarkan kakinya pelan-pelan. Hatinya sangat membuncah sambil memegangi perutnya.
“Sebentar lagi... Ada bayi di dalam perutku. Aku akan bilang ke media, kalau aku dijebak oleh Stella. Sekaligus memancing gadis sialan itu biar keluar. Setelah keluar aku akan menyingkirkannya dari Kurumi. Karena akulah yang pantas menduduki jabatan CEO itu sekaligus berganti alih atas namaku,” ucap Patty dalam hati.
Sesampainya di kamar Patty segera melemparkan tasnya ke sembarang arah. Ia menghambatkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit. Wajahnya semakin sumringah lalu membuat rencana demi rencana agar Stella memberikan perusahaan itu ke dirinya.
“Aku tidak sabar lagi menguasai perusahaan itu,” ujar Patty sambil tertawa terbahak-bahak.
Di ruangan kerja Tutik dan John sedang duduk dengan elegan. Mereka sedang mempersiapkan satu kerjasama khusus untuk perusahaan yang akan diincarnya. Mereka memiliki rencana untuk menghancurkan perusahaan tersebut melalui kerjasama.
“Bagaimana?” tanya Tutik.
“Sistem bagi hasilkan?” tanya John.
“Iya... Aku sudah membuat rekening di Meksiko. Setiap ada transaksi hasil keuntungan dari pihak kolega kita... Maka uang tersebut masuk ke dalam rekening itu. Aku jamin rekening itu tidak akan bisa dilacak oleh siapapun,” jelas Tutik.
“Bagus sekali ide kamu. Kalau begitu kita kerjakan rame-rame. Di Indonesia ada tiga perusahaan besar yang sangat berpengaruh. Perusahaan itu adalah Taurus Corps, Snowden Groups dan S&T Company. Aku ingin mengejar tiga perusahaan itu sekaligus. Kamu tahu ambisiku apa sekarang? Ingin menguasai seluruh bisnis yang mereka miliki. Di tangan ketiga CEO itu... Banyak perusahaan yang bergabung pada mereka. Sekalinya bergabung mereka langsung sukses. Aku rasa bukan ide yang buruk. Kamu tahu kan Kurumi kayak apa? Jika kita bergabung sama mereka lalu sukses... Kita bisa menghancurkannya dari belakang,” tambah John yang mempunyai otak licik.
“Jujur... Ini sangat keren sekali. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kita akan kaya mendadak tanpa harus susah-susah memeras keringat,” imbuh Tutik.
“Kalau begitu aku akan menghubungi asistennya. Ini kerjasama yang sangat epic sekali. Oh iya... Panggil Harlem untuk mengatur strategi ini. Kalau bisa kita memanggil lagi dua atau tiga orang dari Exodus. Aku ingin mengajaknya kerjasama!” titah John.
__ADS_1
“Kapan itu?” tanya Tutik.