
"Karena aku sendiri belum bisa memakai baju seperti itu. Atau mungkin aku belum terbiasa. Kamu tahu kan kalau masa laluku seperti apa? Jadinya aku masih terkejut karena diriku adalah Putri kandung dari Agatha," jawab Stella.
"Lalu kamu nggak mengakui siapa suamimu sebenarnya?" tanya Asmoro.
"Ya aku mengakuimu. Karena kamu adalah seorang pria yang ditakdirkan untuk bersamaku. Aku hanya menunggu keputusanmu untuk mendapatkan Restu. Agar hubungan ini bisa dipublish ke penjuru dunia," jawab Stella.
"Kamu itu ada-ada saja. Kenapa juga harus dipublish?" tanya Asmoro.
"Apa nggak sebaiknya hubungan ini di publish saja? Maksudku dipublikasikan saja ke penjuru dunia. Agar semua orang tahu kalau kamu adalah suamiku sendiri," jawab Stella.
"Sebenarnya itu tidak perlu. Hubungan ini adalah hubungan rahasia kita. Kamu tahu betapa kejamnya orang yang berada di dunia bisnis? Hidupmu dan bersama anak-anakku akan terancam. Semakin kita di atas semakin juga banyak lawannya di mana-mana. Lebih baik aku dalam bahaya," jelas Asmoro.
__ADS_1
"Aku bukan istri yang biasa. Aku akan meminta papa untuk memberikan beberapa pengawal bayangan untukku sendiri. Lagian Papa sudah memberikan aku tiket untuk latihan ninjutsu. Yang dimana aku harus menguasai semua teknik. Darah Klan KG, sudah mengalir di dalam tubuh ini. Jadi jika siapa saja yang berani menyentuhku atau anak-anakku bahkan kamu. Aku yang akan maju untuk menghancurkannya satu persatu. Kamu tidak boleh mengatakan atau menghentikan diriku ini. Pesan papa aku harus menjadi wanita mandiri seperti dulu. Tapi kamu tenang saja. Aku akan merawatmu dengan setulus hati. Karena ini adalah tugas seorang wanita sudah memiliki identitas sebagai istri. Tapi aku mohon sama kamu. Jika salah maka tegurlah aku," jelas Stella sambil memegang tangan Asmoro.
Asmara tersenyum karena sang istri semakin hari bertambah dewasa. Bahkan kedewasaannya Itu membuahkan hasil agar bisa merawat dirinya. Tentu saja Asmoro sangat bersyukur sekali.
"Apakah kita akan tetap di sini selamanya?" Tanya Asmoro yang semakin bersemangat untuk menyambut makan malam tersebut.
"Ternyata kamu semangat sekali," jawab Stella.
"Karena kamu akan memberikan aku hadiah," ucap Asmoro yang menggenggam tangannya lalu mengajak istri kecilnya itu pergi.
"Mau yang mewah atau biasa?" Tanya Asmoro yang meminta pendapat Stella.
__ADS_1
"Yang biasa saja," jawab Stella.
"Memangnya kamu nggak mau yang mewah?" tanya Asmoro.
"Cari yang murah saja. Kenapa juga kita harus yang mewah? Yang mewah pun belum tentu aku tertarik," jawab Stella.
Asmara mengerutkan keningnya. Baru kali ini Stella tidak bisa dirayu dengan barang-barang mahal. Kemungkinan besar Asmoro akan mencobanya lagi. Sebab Asmoro berharap kalau Stella bisa memakai barang-barang mewah.
"Yang biasa?" Tanya Asmoro.
Sesampainya di basement, Stella terkejut dengan penampakan beberapa mobil mewah. Stella tidak menyadari kalau yang memiliki mobil itu adalah Asmoro. Karena Asmoro sendiri tidak pernah bercerita kepada siapapun tentang mobil mewah tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba saja mata Stella berbinar. Setelah menemukan sebuah mobil yang berwarna navy. Yang dimana mobil itu adalah mobil sport dengan desain minimalis.
"Apakah aku harus meminta Papa untuk memberikan mobil seperti ini satu saja?" Tanya Stella dalam hati.