
“Tunggu saja tanggal mainnya,” jawab Agatha yang semangat sekali karena sudah memiliki rencana selanjutnya.
Yamato menganggukkan kepalanya dan percaya kepada Agatha. Pria berusia senja itu tidak akan pernah mendorong Agatha untuk melakukan hal yang lebih gila. Oleh karena itu Agatha sendiri adalah seorang pemimpin mutlak Dari klan Kanagawa.
Manchester Inggris.
Siang itu Stella sedang duduk di atas ranjang. Beberapa saat kemudian Sheila muncul secara tiba-tiba. Wanita itu sedang memakai baju dinasnya ketika berada di kerajaan. Namun Stella sendiri tidak akan terkejut sama sekali. Karena dirinya sudah terbiasa dengan kedatangannya.
“Kenapa kamu muram seperti itu?” tanya Sheila.
“Aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres saat di Jakarta. Aku takut keluargaku hancur berkeping-keping ketika datang,” jawab Stella.
Dengan santainya, Sheila akhirnya duduk di hadapan Stella. Senyumnya yang tulus membuat Stella merasa nyaman. Tangan halusnya itu meraih tangan Stella sambil menatapnya.
__ADS_1
“Itu tidak akan mungkin terjadi. Mereka tidak akan pernah bisa menyentuhmu ataupun juga menyentuh keluargamu. Mereka adalah orang yang sangat tamak dan serakah. Apa yang sudah dicapainya ternyata kurang buat hidupnya. Mereka sangat bangga ketika orang-orang memujinya habis-habisan. Kamu tenang saja soal ini. Mereka tidak akan melakukan hal yang macam-macam dalam kehidupanmu. Kamu harus tersenyum manis dan menjalin hubungan bersama Asmoro. Karena sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu,” pinta Sheila.
“Lalu bagaimana dengan penutupan sumur tua itu?” tanya Stella.
“Belum terjadi gerhana bulan. Kamu harus mengikuti apa yang Asmoro lakukan. Jika waktunya sudah terjadi. Maka kalian akan pergi ke sana dan menutupnya. Kami sekarang sedang mencari di mana keberadaan sumur tua itu. Cepat atau lambat kami harus menemukannya. Agar bisa melemahkan kekuatan cairan biru itu dan juga Merry. Tunggulah beberapa bulan ke depan,” jawab Sheila agar Stella mau bersabar.
“Setelah berhasil menutup sumur itu? Lalu kalian bagaimana?” tanya Stella yang sangat penasaran sekali.
“Kami sudah diberi tiket untuk berekarnasi menjadi orang biasa. Kami akan membelah diri menjadi beberapa bagian. Setelah itu kami akan hidup menjadi manusia yang berguna bagi sesama maupun alam. Kamu juga akan menerima keuntungan yang besar setelah ini. Aku tidak akan menjelaskannya sekarang. Karena itu bukanlah hak dan kewajibanku untuk saat ini,” jawab Sheila.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Jelas-jelas suami kamu itu memiliki cinta dan kasih sayang dengan tulus. Dia tidak pernah menginginkan kamu mengembalikan semuanya. Tapi dia sangat menginginkanmu untuk tetap berada di sisinya. Aku harap kamu paham dan tidak ragu atas hidupnya. Karena kalian sudah ditakdirkan untuk bersama. Aku yakin kamu bisa hidup bahagia tanpa harus memiliki masalah kecil. Dia juga bisa membimbingmu menjadi seorang wanita hebat. Jangan pernah menyerah pada keadaan. Bersatulah pada cinta yang abadi. Pernah kalian akan menjadi pelopor Cinta sejati Untuk masa depan,” ucap Sheila agar Stella semangat untuk menghadapi hidup yang baru.
Setelah itu Sheila menghilang karena banyak sekali pekerjaan di dunia sana harus dikerjakan. Stella tersenyum bahagia karena dirinya sudah mendapatkan cinta sejatinya itu. Cepat atau lambat dirinya akan menjadi seorang ibu. Ia ikhlas menerima benih dari Asmoro. Namun dirinya tidak terlalu berharap banyak untuk saat ini. Sebab Stella harus mendampingi Asmoro untuk saat ini.
__ADS_1
Ceklek.
Pintu terbuka.
Asmoro masuk sambil membawa makanan ringan yang diambil dari kulkas. Kemudian Asmoro menaruh makanan itu di atas mejanya. Lalu ia menatap wajah sang istri dengan penuh senyum. Bisa dikatakan Asmoro adalah seorang pria yang sangat sempurna sekali. Sangking sempurnanya banyak wanita yang menginginkan menjadi istrinya. Tapi Stella adalah wanita yang terpilih untuk mendampingi Asmoro.
“Kita belum bisa pulang sekarang. Beberapa hari lagi aku akan mengajakmu menghadiri ulang tahun teman bisnisku. Aku harap kamu mengerti,” jelas Asmoro yang menghempaskan tubuhnya sambil duduk di samping Stella.
“Semuanya itu tidak menjadi masalah buat aku. Karena Aku ditakdirkan untuk mendampingimu selamanya. Tiba-tiba saja Kenapa kamu di sini? Bukankah kamu harus mengerjakan pekerjaan kantormu itu?” Stella yang berdiri meninggalkan Asmoro.
“Pekerjaanku sudah selesai. Semuanya sudah beres. Nanti sore kita akan bertemu dengan kakek Al. Aku juga sangat merindukan pria tua itu. Semoga saja Kakak Al baik-baik. Aku akan meminta pengawalku untuk menemaninya dan memperhatikan kesehatannya,” jawab Asmoro yang memiliki rencana untuk kakek Al.
“Kenapa kita tidak mengajaknya ke Indonesia?” tanya Stella yang menginginkan kakek Al hidup bersamanya.
__ADS_1