Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Berkumpulnya Keluarga Kanagawa.


__ADS_3

"Aku tidak apa-apa," jawab Stella sambil menahan kesakitan.


"Nggak papa tapi kamu meringis seperti itu.Bilanglah kalau kamu lagi kesakitan seperti itu," ucap Agatha yang memegang Stella.


"Kalau begitu kamu tidak perlu bangun. Sudah berbaring saja," Agatha membantu Stella berbaring.


Setelah membantu Stella berbaring, Agatha mengambil amplop di kantong celananya. Pria itu memberikan surat hasil tes DNA ke Stella. Kemudian Stella meraih surat itu dan membaca hasil tes DNA tersebut.


Betapa terkejutnya hasil tes DNA itu. Stella sudah tidak bisa mengelak lagi. Dirinya tidak bisa berkata apa-apa. Setelah tahu bahwa pria paruh baya tampan itu adalah ayah kandungnya sendiri.


Stella memberikan surat itu ke arah Adelia. Lalu Adelia juga melihat hasil tes tersebut. Adelia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jadi selama ini sang Papa masih hidup. Kenapa ibunya menyembunyikan masalah ini? Hari ini kedua gadis itu sangat syok sekali. Bagaimana bisa hari ini mereka menyadari kalau mempunyai keluarga yang terpisah?


"Maafkan kami pa. Kami tidak tahu masalah sebenarnya apa. Kami masih bertanya-tanya ada apa sebenarnya ini," ucap Adelia.


"Kalian benar. Kalian tidak salah sama sekali. Yang salah adalah papa. Kenapa Papa tidak membawa kalian ke Tokyo? Kenapa papa memisahkan diri? Kalimat ini membuat Papa sangat bersalah sekali," jelas Agatha.


"Cepat atau lambat papamu akan menceritakan semuanya. Sekarang adalah waktunya kurang cepat untuk menceritakan semuanya. Jadi bersabarlah sedikit," ujar Martin yang membuat mereka menganggukkan kepalanya.


Agatha memeluk Adelia dan Stella. Mereka menangis bersama di dalam pelukan. Dalam hati, Agatha akan membalas semua perlakuan John terhadap Stella.


Martin yang melihat itu langsung meninggalkan ruangan tersebut. Jujur hatinya sudah tidak kuat menahan kesedihan yang mendalam. Andai saja ada Alexa kemungkinan besar pria itu memeluk sang istri.


"Aku tidak tahu apa lagi. Semakin hari aku semakin muak dengan ini semuanya. Jujur saja selama ini aku ingin hidup tenang. Tapi ketenangan itu selalu diusik dengan dendam dan air mata. Inilah yang sangat sulit bagiku. Ingin marah tapi percuma," ucap Martin dalam hati.


Jika semua orang tahu dendam itu sangat merugikan banyak pihak. Kemungkinan mereka tidak akan melakukannya lagi. Namun jiwa mereka sudah dibalut dengan rasa iri dan dengki. Kedua kata ini selalu melekat dalam hati manusia.


Selesai bertemu mereka Agatha keluar dari ruangan itu. Hatinya hampa matanya kosong dan mulutnya ingin mengumpat orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya itu. Ia tidak tahu kenapa mereka ingin melihatnya hancur. Sementara dirinya memiliki jiwa penolong.


"Agatha," panggil Lampard.


Seketika Agatha sadar dan melihat Lampard memanggilnya. Lalu dirinya menghela nafasnya, "Kenapa kamu tidak masuk ke sana?"

__ADS_1


"Aku melihatmu di sana tadi. Aku merasakan kedua putrimu sangat terkejut. Soal Stella aku tidak bisa membayangkan bagaimana masa depannya kelak. Karena mereka benar-benar sedang mengincar Stella," jawab Lampard.


"Aku tahu itu. Sekarang aku sedang bingung. Jujur selama aku hidup tidak pernah menghancurkan keluarga orang. Tapi kenapa keluargaku hancur berkeping-keping seperti itu? Salahku apa sebenarnya? Jika aku salah, kemungkinan maafkanlah Aku," ucap Agatha sambil berputus asa.


"Kamu nggak pantas meminta maaf kepada mereka. Jika kamu minta maaf mereka akan besar kepala. Sekalinya kamu memohon, mereka akan menginjak-injak kamu. Aku nggak mau kamu merendahkan dirimu di depan mereka. Karena peraturan di Black Horizon tidak boleh merendahkan diri seperti itu. Kalau kamu salah mundurlah. Kalau kamu benar maka majulah. Cari keadilan itu sampai kamu mendapatkannya. Itulah kenapa moto Black Horizon seperti itu," jelas Lampard.


"Terima kasih. Karena kamu sudah berjasa mengumpulkan mereka. Aku tahu kamu sangat berat soal ini. Lama-lama kamu jadi ikutan terseret," ujar Agatha.


"Sekarang rencanamu apa? Rencana matang maksudnya? Aku nggak mau kamu berbelit-belit untuk memutuskan. Cepat atau lambat kami akan menyerang mereka. Oh iya... Izinkanlah aku bersama lainnya menggembleng putra-putrimu. Mereka harus bisa memegang senjata dan pedang. Kamu tahu apa maksudku kan?" tanya Lampard.


"Ya aku tahu maksud kamu sebenarnya apa. Kalau begitu aku mengizinkanmu. Karena di darah mereka ada darah Yakuza. Aku belum bilang kepada Hatori soal Yakuza. Aku masih menyembunyikan semuanya pada Hatori," jawab Agatha.


"Nggak jadi masalah soal itu. Aku tahu maksud kamu itu baik ketika menyembunyikannya semua dari Hatori. Kamu ingin Hatori menjadi pria mandiri. Cepat atau lambat kamu akan mendikte hidupnya untuk merebut seluruh aset Kurumi," kata Lampard sambil membaca isi hati Agatha.


"Salah satunya iya. Tapi aku memang Hatori meraih kesuksesannya dari bawah. Aku nggak mau Hatori merasakan kemewahan tanpa harus berjuang. Jujur aku termasuk ayah yang kejam," tutur Agatha.


"Kamu bukan ayah yang kejam. Aku tahu maksud kamu itu sangat baik. Ayah yang baik bukan berarti memanjakan anaknya dengan barang-barang mewah. Justru ayah yang baik harus menggembleng anak-anaknya bisa bertahan di dunia keras seperti ini. Aku belajar ilmu ini dari para kolega-kolegaku. Mereka sangat unik sekali dan kejam terhadap putra-putrinya. Namun putra putri mereka menjadi orang sukses tanpa harus meminta orang tuanya sendiri," jelas Lampard.


"Jangan bilang seperti itu. Aku hanya menolong Stella awalnya. Aku menemukan Stella di hari ulang tahun kedua cucuku. Setelah bertemu Stella masalah datang bertubi-tubi. Aku tidak marah pada kalian. Aku juga Tidak membenci kalian. Yang sekarang aku butuhkan adalah menghimpun kekuatan besar untuk melenyapkan Exodus," tambah Lampard.


"Kalau begitu terima kasih banyak. Aku tidak bisa membayangkan kamu. Dengan usia yang baru bahaya ini kamu masih memiliki dendam kesumat kepada mafia brengsek itu. Ditambah lagi musuh utamamu adalah John," terang Agatha.


"Aku pernah mengumpulkan seluruh mafia di Asia. Kami sepakat membawa perdamaian di benua Asia. Semenjak kedatangan Exodus para mafia terancam. Cepat atau lambat kami akan melakukan pertemuan untuk membahas semuanya ini. Jika kamu mau hadir silakan saja. Aku tidak melarangmu," imbuh Lampard.


"Kalau begitu terimalah aku sebagai anggota Black Horizon dan karyawan di terserah kamu mau ngasih aku jabatan apa? Sebagai office boy atau fotocopy tidak apa-apa. Tujuanku adalah ingin memantau keadaan mereka," pinta Agatha.


"Aku tidak bisa memberikanmu pekerjaan seperti itu. Ijazahmu dan ijazahku lebih tinggian ijazahmu. Masak aku memberlakukan gelar doktor sebagai office boy. Nanti aku bisa dihabisin oleh kak Gio. Ditambah lagi sama Alexa," ledek Lampard.


"Jika aku meminta jabatan kepadamu, Apakah kamu akan memberikannya?" tanya Agatha.


"Sebentar lagi Pak Yosi akan selesai masa jabatannya. Bukan berarti aku memecatnya. Akan tetapi Pak Yosi memutuskan untuk pensiun. Karena Pak Yosi sudah berusia tidak mudah lagi," jawab Lampard.

__ADS_1


"Bisakah kamu memberitahukanku? Jabatan Apa itu?" tanya Agatha.


"Jabatan itu adalah manajer keuangan," jawab Lampard.


"Kalau begitu baiklah. Aku terima jabatan itu. Kapan aku mulai bekerja?" Tanya Agatha sambil menatap kolam ikan.


"Itu terserah kamu. Aku hanya menunggumu saja. Aku harap kamu tidak keberatan," jawab Lampard sambil memegang ponselnya.


"Itu nggak jadi masalah. Bisakah kamu memberikan aku waktu seminggu? Aku ingin membawa Anita Ke sini," pinta Agatha.


"Kalau gitu baiklah. Kamu bisa membawanya ke sini. Lalu di mana kalian tinggal?"


"Kemungkinan besar Aku tinggal di apartemen saja. Jika kau tinggal di apartemen."


"Aku tahu kamu masih ragu tentang keputusanmu itu. Kamu harus memikirkannya pelan-pelan. Jika kamu tidak nyaman maka jangan diambil."


"Aku tidak pernah ragu mengambil keputusan apapun."


"Bagaimana dengan perusahaanmu itu?"


"Aku mohon jangan bilang-bilang ke Hatori. Aku ingin menjadi orang biasa terlebih dahulu. Jika semuanya sudah selesai, maka anak istriku ku beritahukan semuanya. Karena tidak semudah itu membuka semua masalah ini."


"Itu terserah kamu. Aku hanya membantumu saja."


"Kapan kamu akan menikahi putriku?"


"Apakah kamu rela jika putrimu menikah dengan pria seusiamu?"


"Sejujurnya aku nggak rela. Stella masih terlalu muda. Jika Stella menikah, maka aku akan menyuruhnya mencari pria seusianya. Namun bagaimana lagi? Jika niatmu baik, lakukanlah. Aku bisa menjadi tenang jika Stella ada yang menjaganya."


"Aku tidak akan melakukan pernikahan besar-besaran. Aku ingin menikah secara sederhana. Yang penting pernikahan ini akan sah dimata hukum dan agama. Karena aku mencegah agar Stella benar-benar selamat dari mereka."

__ADS_1


"Sekarang aku tanya, apakah kamu mencintainya?"


__ADS_2