
Sesampainya di hotel Snowden's, mereka disambut oleh para pengawal Blue Diamond. Mereka langsung diarahkan ke ruangan bawah tanah. Namun sebelum itu Lampard mencurigai seseorang memakai baju serba hitam dan memakai kacamata hitam. Lampard menghentikan langkahnya dan melihat orang itu.
"Apakah kamu memegang pistol?" tanya Lampard sambil berbisik. "Kalau ada berikan padaku!"
"Biarkan aku yang menangani orang itu kak," jawab Jacob yang mengambil shuriken dan melemparkannya ke arah orang itu.
Bugh.
Orang itu terjatuh ke lantai. Kemudian Lampard mendekatinya dan memeriksa orang itu. Ketika Lampard jongkok dan tidak sengaja melihat lambang X, Lampard segera menyuruh para pengawalnya untuk memindahkan ke ruangan bawah tanah.
Kemudian mereka bergegas menuju ke ruangan bawah tanah. Di sana mereka melihat Gio, Roth, Leon dan Martin. Mereka menghembuskan nafasnya secara kasar dan duduk di kursi. Saat mereka terdiam mata elang memeriksa satu persatu setiap inchie ruangan tersebut.
"Periksa semua setiap inchie ruangan ini. Aku yakin di sini pasti dipasang oleh alat pengintai dari musuh!" titah Lampard.
Gio memberikan kode kepada pengawalnya. Namun Lampard tidak mengizinkan mereka masuk. Lampard yakin kalau Blue Diamond ada penyusupnya. Lalu Gio menganggukka kepalanya tanda paham. Tak lama Leon, Willi, Jacob dan Imron pun mengecek setiap inchie. Benar saja mereka menemukan beberapa alat pengintai di sudut tertentu. Mereka akhirnya menaruh alat pengintai itu di meja.
"Ternyata dirimu masih awas ya," puji Gio.
"Kamu tahu tadi ada seseorang berdiri di depan lift. Orang itu seperti orang buta. Mau tidak mau aku harus menghabisinya," ucap Lampard.
"Jadi?" tanya Martin.
"Aku merasa ada penyusup di Blue Diamond," jawab Lampard.
"Maksudnya?" tanya Martin.
"Ini hanya firasatku," jawab Lampard.
"Kakak bilang hanya firasat?" tanya Martin yang kesal.
"Hey... Martin kamu belum tahu siapa Lampard Wolf Snowden sebenarnya? Jika kamu meremehkan kemampuan dia sebagai cenayang dadakan itu. Kamu salah besar. Apa yang Lampard katakan itu benar apa adanya. Jika kamu tidak percaya aku angkat tangan dan tidak bisa membantumu," kesal Gio yang berbicara sebenarnya.
__ADS_1
"Caranya?" tanya Martin.
"Kamu tidak bisa mendeteksi siapa pengawal aslimu dan palsumu!" geram Lampard.
"Akhir-akhir ini aku tidak perduli. Kamu tahu aku sedang memperbesar Snowden Groups di kawasan Italia dan Finlandia. Jadi kemungkinan aku tidak mengecek seluruh pengawalmu," ucap Martin dengan jujur.
"Baiklah kalau begitu. Jacob kirimkan file yang aku minta kemarin!" perintah Gio.
Jacob mengambil tabnya dan mengirim ke seluruh informasi yang diminta oleh Gio ke email masing-masing. Setelah itu Gio berdiri dan mulai menjelaskan apa yang dimaksud dengan isi dokumen itu. Sebelum menjelaskan Gio menghembuskan nafasnya dan berkata, "Keadaan kita sangat genting sekali."
"What do you mean?" tanya Lampard.
"Kita sedang menghadapi mafia obat-obatan terlarang dari Meksiko. Tepatnya berada di Meksiko city. Mereka sering mengirim kapal ke daerah Asia. Hanya untuk memasarkan barang haram itu di sini. Khususnya tenggara Asia. Mereka sangat rajin mengirimkan barang haram itu ke sini. Tapi tim khususku dan Alexa sering menghancurkan kapal itu. Beberapa hari terakhir ada seseorang yang mencari identitas Alexa. Untunglah Roth sudah menutupnya dan memberikannya virus yang mematikan," jawab Gio yang menjelaskan.
"Lalu?" tanya Lampard.
"Hari ini akan ada kapal yang akan bersandar tepat pukul dua pagi di pelabuhan. Sebelum sampai kita harus menghancurkannya. Aku ingin Kak Lampard mengendarai jetku yang sudah modifikasi agar tidak terlacak dengan sistem radar musuh. Ketika kamu sudah diatas. Kamu langsung memborbardir kapal itu," jawab Gio yang menjelaskan apa tujuannya.
"Apakah kita tidak pakai cara lama?" tanya Roth.
"Pakai cara lama kita yang akan terbunuh," jawab Lampard sedang menganalisis keadaan. "Atau kita bisa mengubah alurnya. Kita bisa menyelam dan menghancurkannya dari bawah."
"Kamu gila kali ya? Aku belum gila. Kita pasang bom waktu di bawah kapal tanpa sepengetahuan mereka," jawab Lampard yang memberikan solusi.
"Ah... Ide brilian baru tercipta," celetuk Roth yang memandang wajah Lampard.
"Roth, kenapa kamu memandang wajahmu seperti itu?" tanya Lampard.
"Sepertinya kamu siang ini harus membuat bom," jawab Gio.
"Setelah dipikir-pikir aku tidak akan memakai bom waktu. Aku akan memakai bom yang di mana bisa dikendalikan dari jarak jauh," tambah Lampard sambil mengusulkan. "Ada resiko yang di mana kita memakai bom waktu. Dan itu terlalu berbahaya."
__ADS_1
"Aturlah bagaimana enaknya menurut kamu. Yang penting kapal itu tidak akan berlabuh!" saran Gio.
"Apakah ada organisasi bawah tanah yang ingin memasok obat-obatan terlarang ke daerah Asia?" tanya Lampard.
"Ada. Nama organisasinya Exodus. Exodus sendiri berdiri di tanah Meksiko kurang lebih dua puluh lima tahun yang lalu. Dahulunya Exodus adalah pemasok senjata untuk para mafia Meksiko. Seiring berjalannya waktu Exodus mulai mengembangkan sayapnya ke obat-obatan terlarang. Yang di mana obat-obatan itu menjadikan organisasi itu menjadi besar. Seluruh mafioso di dunia dibuat takut oleh kebengisan sang ketua dan pengawalnya," jelas Gio.
"Apakah ada lambang khusus untuk mengenalinya?" tanya Lampard lagi yang mulai curiga.
"Lambang X. Rata-rata lambang itu berada di belakang leher. Biasanya sebelum bertarung ada seseorang yang memasok obat-obatan khusus. Obat itu menjadikan para pengawalnya kuat dan tidak merasakan apa-apa jika dipukul," imbuh Gio.
"Fix... Yang menyerang Blue Diamond dan rumah sakit adalah organisasi yang sama," kata Lampard dengan yakin.
"Rumah sakit diserang?" tanya Martin.
"Ya. Gara-garanya aku telah menolong seorang gadis. Yang di mana gadis itu akan dijual ke mereka," jawab Lampard. "Jika ingin menghajar mereka kalian harus memukul jantungnya atau ulu hatinya."
"Apakah bisa daerah jantung bisa membuat mereka tumbang?" tanya Martin.
"Aku sudah melakukannya semalam. Aku sudah menganalisis semuanya. Jika seseorang memberikan obat itu dengan dosis rendah. Orang itu kalau dipukul masih bisa merasakan kesakitan. Jika orang itu memberikan obat itu dengan dosis tinggi. Bisa dipastikan orang itu tidak bisa merasakan apa-apa. Mereka semakin semangat untuk menghajar sang lawan bahkan membunuhnya. Kamu tahukan kenapa aku memberikan ide memukul jantung?" jawab Lampard sambil memberikan saran kepada mereka.
"Karena jantung adalah kehidupan manusia. Jika obat itu dikonsumsi maka jantung akan bekerja dengan keras. Mereka tidak sadar karena obat itu bisa merusak organ tubuh manusia. Terutama jantung, hati dan ulu hati," tambah Imron yang paham akan medis.
"Good," puji Lampard. "Selagi jantung mereka bekerja dengan keras kita bisa memukulnya dengan kuat."
"Lalu siapa ketua yang menaungi Exodus?" tanya Ian.
"Liam Knock. Seorang pria penuh dengan obsesi ingin menguasai dunia. Liam adalah orang yang sangat licik dan licin," sahut Jacob.
"Jacob, darimana kamu mendapatkan informasi itu?" tanya Ian.
"Aku mendapatkan informasi itu dari dunia bawah tanah. Gara-gara inilah aku telah kehilangan laptopku," jawab Jacob yang menyesal.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Ian.