
"Kak Hatori sedang dalam perjalanan. Kak Hatori menuju ke sini bersama Pak Kusno dan Bu Gita. Aku nggak tahu siapa mereka. Tapi kata Kak Hatori. Mereka adalah pengasuhnya semenjak bayi," jelas Adelia. "Ayo kita masuk ke sana. Kita ganggu Ibu sedang memasak."
Mereka menuju ke dapur dan melihat Agatha sedang mengganggu Anita. Dengan cepat Adelia menarik Stella lalu pergi dari sana. Bisa-bisanya Mereka melihat adegan mesra dari kedua orang tuanya. Adelia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Bisa-bisanya Papa mengganggu Ibu seperti itu? Aku akan menculik Ibu malam ini Dan tidur bersama kita," kesal Adelia dengan dibarengi Stella tertawa.
"Apakah kamu yakin bisa mengajak Ibu tidur sama kita?" tanya Stella yang tidak yakin dengan Adelia.
"Aku harus melakukannya. Jika tidak, aku tidak bisa mengajak Ibu tidur bersama kita," jawab Adelia.
"Begitu ya Papa Agatha sebenarnya. Aku sampai bingung dengan kelakuannya papa Agatha," ucap Stella.
"Hai kalian... Kenapa kalian tidak masuk ke dapur malah meninggalkan kami berdua di sana?" tanya Agatha yang mendekati kedua putrinya.
"Aku nggak pergi dari sana. Aku hanya membiarkan kalian berduaan. Nggak baik seorang anak mengganggu kedua orang tuanya sedang bersenang-senang di dapur," ledek Stella yang membuat Adelia tersenyum kemenangan.
Agatha tidak sengaja melihat kedua putrinya sedang meledek dirinya. Lalu pria itu mengurutkan keningnya sambil berkata, "Kalian melihat aku ya?"
''Aku nggak meledek papa. Ternyata Papa sangat bucin sekali kepada Mama," tambah Stella yang semakin meledak Agatha.
"Apa itu bucin?" tanya Agatha yang tidak paham dengan bahasa gaul yang sedang viral itu.
"Bucin itu adalah budak cinta. Yang di mana seseorang baik pria maupun wanita akan takluk di dalam pasangannya itu. Contohnya saja pada papa. Sekarang papa malah takluk sama ibu Anita," jawab Stella.
Mendengar penjelasan itu, Adelia tertawa terpingkal-pingkal. Bagaimana tidak setelah menjawabnya dengan nada datar tapi langsung mengena ke hati. Dirinya memang sengaja meledek Agatha. Karena ia sangat rindu sekali kepada sang papa.
"Puas ya kalian meledek papa. Rasanya Papa ingin menangis saja," ujar Agatha sambil merentangkan kedua tangannya agar kedua anaknya masuk ke dalam pelukannya itu.
__ADS_1
Stella dan Adelia langsung masuk ke dalam pelukan Agatha. Mereka baru merasakan kasih sayang dari sosok ayahnya. Meskipun sang Papa orangnya serius. Namun sang Papa sangat menyayangi kedua putrinya itu.
Beberapa saat kemudian datang Ian dan Asmoro. Mereka tidak sengaja melihat keakraban Stella dan Adelia dengan papanya itu. Mereka berharap Adelia dan Stella akan menjalin hubungan seperti ini hingga selamanya. Apakah mereka khawatir tentang keluarga John yang akan mengusik hubungan itu?
Jujur mereka sangat khawatir sekali soal itu. Jika sampai ketahuan, John dengan mudahnya akan memutarbalikkan fakta. Bisa jadi John akan menuntut mereka karena kasus yang dibuatnya sendiri. Memang John memiliki sifat licik sekali.
"Bisa nggak sih kalian kalau ketemu tanpa berpelukan?" protes Asmoro yang membuat Agatha terkejut.
Meskipun mendapatkan protes, Agatha masih tetap saja memeluk kedua gadis itu. Diam-diam Agata meledek Asmoro dan juga Ian. Memang mereka sudah sangat akrab sekali. Bahkan mereka membuat grup dengan tema nyeleneh. Setiap online mereka selalu tertawa bersama-sama di tempat yang berbeda.
"Kamu jangan sirik kepadaku. Mereka adalah putra-putriku," kesal Agatha.
Jujur mereka berdua memang ingin membuat Agatha kesal. Tapi kali ini kesalnya Agatha membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Ditambah lagi dengan wajahnya Agatha yang tampan tapi agak konyol itu. Menambah kesan kelucuan mereka berdua.
"Memangnya kalian mau nikah dengan kedua orang sialan itu?" tanya Agatha yang masih memeluk kedua putrinya itu.
"Kalau kalian bahagia sama mereka. Papa akan melepaskanmu dengan kedua pria itu," bisik Agatha sambil melepaskan kedua putrinya itu.
Selang beberapa menit datanglah Hatori bersama Pak Kusno dan Bu Gita. Hatori segera mendekat sambil memeluk Agatha. Kemudian Agatha mengucapkan terima kasih karena mengajak kedua orang tua angkatnya ke sini.
"Terima kasih ya. Kamu membawa mereka ke sini. Papa harap makan malam ini akan menjadikan keluarga kita semakin kuat," ucap Agatha.
"Sudah tugasku yang selalu membuat Papa tersenyum. Tapi apakah Papa mengajak mereka makan?" tanya Hatori.
"Maksudmu siapa?" tanya Agatha.
"Tuan Asmoro dan Tuan Ian," jawab Hatori.
__ADS_1
"Mereka adalah calon adik iparmu. Cepat atau lambat mereka akan menikahi kedua adikmu itu," ujar Agatha.
"Lalu aku kapan Pa menikah?" Tanya Hatori.
"Apakah kamu sudah memiliki pasangan hidup? Pacar aja nggak punya sudah mikirin nikah," kesal Agatha yang disambut dengan ledekan Asmoro.
"Mereka enak tidur bisa berdua. Lalu aku akan tidur sendirian tanpa ada yang menemani," ucap Hatori dengan polos.
Plakkkk.
Sebuah tangan kekar mendarat tepat di bawah Hatori. Sang pemilik tangan itu sangat kesal sekali terhadap Hatori. Bisa-bisanya Hatori berbicara seperti itu dengan polosnya kepada sang papa. Memang Agatha senang sekali jika hari sudah memiliki kekasih. Tapi apakah Agatha memberikan restu kepada mereka? Pastinya Agatha memberikan restu kepada mereka. Untuk saat ini Agatha tidak memberikan restu kepada Hatori. Karena Hatori tidak memiliki kekasih sama sekali.
"Kamu menikah sama siapa? Papa sebenarnya sudah tahu kamu nggak punya kekasih. Lagian kamu dari dulu nggak pernah memiliki kekasih. Setiap punya kamulah orang yang pertama diputusin terlebih dahulu bukan mutusi seorang kekasih. Makanya hidupmu itu sebagai pria yang menyedihkan," ledek Agatha.
"Karena aku sangat sibuk dengan pekerjaanku. Aku sudah bilang sama kekasihku. Kalau aku tidak memiliki banyak waktu. Aku ingin berjuang untuk mendapatkan uang agar bisa menghidupi calon istriku itu. Ujung-ujungnya aku yang malah patah hati dan menyesal sama sekali. Sampai sekarang aku tidak pernah mencari seorang perempuan untuk dijadikan kekasih," jelas Hatori dengan jujur.
"Nggak usah menyesal seperti itu. Lebih baik kamu fokus aja pada pekerjaanmu itu. Sementara teman-temanmu pada sibuk berpacaran. Kamu sendiri Sudah membangun masa depanmu. Jika kamu sudah memiliki masa depan. Kamu bisa menikmati indahnya kesuksesan kamu dan meraih impianmu dengan mudah," jelas Asmoro sambil menghibur Hatori.
"Yang dikatakan Tuan Asmoro itu benar. Makanya sampai sekarang aku tidak pernah berpacaran maupun memiliki pasangan hidup. Aku memang memiliki rencana khusus untuk kedepannya nanti," ucap Hatori.
"Oh gitu suruh Pak Kusno dan Bu Gita duduk terlebih dahulu," perintah Agatha kepada Hatori untuk menyuruh kedua tamunya duduk.
Hatori menyuruh mereka untuk duduk. Sedangkan Agatha pergi ke dapur memanggil sang istri agar keluar dari sarangnya.
Kemudian Agatha keluar bersama Anita. Anita terkejut melihat Hatori dan Stella. Bayi yang telah dilahirkannya berubah menjadi seorang gadis yang cantik dan pemuda tampan.
Anita segera mendekati mereka berdua lalu merentangkan kedua tangannya. Tanpa pikir Stella dan Hatori memeluk wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Pertemuan kali ini membuat orang-orang yang berada di sana bersedih sekaligus bahagia. Malam ini, malam yang di mana keluarga Kanagawa berkumpul menjadi satu.