Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ada Apa Dengan Ian?


__ADS_3

"Aku tidak meremehkan anak kecil kakak. Tapi rasanya tidak etis jika Kakak memakai Sean. Dia lebih baik belajar dengan baik untuk menyongsong masa depannya. Ketimbang dia harus menjadi hacker seperti mamanya," jawab Ian yang memberikan solusi agar Sean tetap sekolah dengan baik dan rajin.


"Kamu tahu kan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dia itu lebih mirip Alexa ketimbang Martin. Maka dari itu aku ingin dia belajar menjadi hacker terkenal di dunia ini. Siapa tahu nanti dia bisa menghindar pekerjaan hacker milik Jacob atau Imron atau juga kamu. Aku rasa kamu harus setuju deh dengan pendapatku ini," jelas Asmoro yang membuat Ian bergidik ngeri.


"Apakah kakak akan mengkoleksi para hacker untuk menjaga kestabilan di dunia hitam ini?" tanya Ian dengan serius.


"Sepertinya itu ide yang baik. Makin banyak hacker yang kita miliki. Dengan cepat kita bisa memiliki banyak peluang untuk mencari informasi dengan baik dan benar. Ya sudah kalau begitu ajak Adelia istirahat. Aku tidak mau mereka kelelahan hanya karena menunggu pesawat ini Landing di Manchester," Pinta Asmoro yang menyuruh Ian untuk istirahat.

__ADS_1


"Baiklah Kak. Aku akan mengajak kekasihku untuk beristirahat terlebih dahulu. Kakak jangan lupa beristirahat. Jangan terus-terusan bermain di atas awan. Tidak baik buat kesehatan Kakak," pesan Ian kepada Asmoro dengan tulus.


"Kamu itu ada-ada saja. Aku tadi itu tanganku ditarik sama Stella. Lalu aku tidak sengaja menindih tubuh mungilnya itu. Dia pun berontak dan membuat aku menjadi sangat aneh. Aku nggak terpaksa untuk menikmatinya. Tapi dengan suka hati aku menikmati kelebihan dari Stella itu," ujar Asmoro dengan jujur sambil menahan tawanya.


"Begitu ya kalau kakak sudah menikah. Coba sebelum menikah Kakak menjadi sad Boy terus-terusan. Alhasil Aku bingung dengan kakak sendiri," kesal Ian terhadap Asmara lalu beranjak berdiri agar tidak mendapatkan hadiah asbak dari Asmoro.


Melihat kepergian Ian, Asmara hanya bisa mengusap wajahnya berkali-kali. Anta firasat atau bukan, Asmoro sendiri merasakan ada sesuatu yang janggal tentang kematian kedua orang tua Ian.Memang kematian orang tua Ian menyisakan bekas luka yang mendalam. Sebelum berkenalan dengan Ian, Asmoro sudah berkenalan dengan kedua orang tuanya. Bahkan Asmoro sendiri memperkerjakan kedua orang tua Iyan pada waktu itu. Mereka adalah bawahan yang sangat baik sekali. Asmoro sudah menganggapnya sebagai kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Sebenarnya ada yang janggal dari Ian. Aku tahu kalau mereka dibunuh oleh seseorang. Sepertinya aku harus membantu Ian memecahkan masalah ini. Karena akhir-akhir ini aku selalu dihantui oleh mereka. Mereka sengaja meminta tolong untuk memecahkan kematiannya. Mereka ingin hidup tenang di alam baka. Aku harus mencari cara agar Rencanaku ini berjalan dengan baik tanpa sepengetahuan Ian. Sepertinya aku harus bertanya kepada Stella. Mulai saat ini Stella akan menjadi asisten pribadiku. Asisten yang di mana Stella akan memindahkan masalah-masalah berat di dalam hidupku sendiri. Aku harap setelah mau," ucap Asmoro dalam hati.


Setelah Iyan dan Adelia pergi, Asmoro langsung mendekati Stella. Ia menghempaskan bokongnya di samping Stella. Kemudian tangan kekarnya memegang tangan setelah yang halus itu.


"Kamu lagi apa?" tanya Asmoro yang melihat Stella sibuk dengan gadgetnya.


"Aku boring Kak di dalam pesawat ini. Bisakah Kakak membuang keboringanku ini sekarang juga?" Tanya Stella dengan penuh harapan penuh.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Apakah kamu mau mendengarkan curhatanku ini?" Tanya Asmoro menatap wajah Stella.


__ADS_2