
"Aku tidak bisa menceritakannya sekarang," jawab Martin.
"Kalau begitu aku tunggu kamu di ruangannya Asmoro. Kamu ajak Kak Agatha kesini," ucap Gio sambil memerintahkan Martin.
Martin tidak menjawab sama sekali. Ia langsung menuju ke ruangan Agatha. Lalu Gio memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan Asmoro.
Martin segera membuka pintu dan melihat wajah Agatha tidak bisa diartikan. Ia menghembuskan nafasnya sambil memanggilnya, "Kak."
"Ada apa?" tanya Agatha sambil mengangkat wajahnya dan melihat Martin. "Martin, tumben kesini."
"Ada yang harus kami bicarakan," jawab Martin.
Agatha menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Ia berdiri sambil mendekati Martin.
"Kita bicara dimana?" tanya Agatha.
"Bicara di tempatnya Kak Asmoro," jawab Martin.
Martin segera keluar dari ruangan itu. Lalu Agatha meraih ponselnya dan mengikuti Martin dari belakang. Sementara itu Gio baru mengetahui, kalau selama ini Pak Kevin sering sekali melakukan banyak kesalahan. Ia sangat geram dan ingin menyidangnya kali ini.
"Untung saja aku tidak mempercayakan perusahaan ini ke tangannya. Jika tidak maka habislah nasib perusahaan ini," batin Gio.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Sedari tadi Winda sedang masuk ke dalam sistem perusahaan ini. Ia sangat terkejut sekali dengan isinya. Jujur selama ini dirinya tidak tahu, apa yang dilakukan oleh Pak Kevin. Karena dirinya terlalu fokus pada pekerjaannya.
"Kak Winda katanya mau ke mansion," tanya Martin yang matanya tertuju ke arah Winda.
"Aku tidak bisa kesana dulu. Aku ingin kesini untuk menyelidiki Pak kevin," jawab Winda yang mengangkat wajahnya lau tidak sengaja melihat Agatha.
"Kak Agatha?" pekik Winda dengan mata berbinar.
"Winda Alicia," jawab Agatha yang sudah mengetahui Winda.
"Ya ini aku," ucap Winda.
"Apa kabar?" tanya Agatha.
__ADS_1
"Kabarku baik-baik saja," jawab Winda.
"Kalau begitu," ucap Gio yang berdiri dan mendekati mereka sembari menutup kordennya dan meredam suaranya agar tidak terdengar dari luar.
"Sebentar aku memiliki sebuah firasat," ucap Agatha.
"Apa itu?" tanya Gio yang memandang wajah Agatha.
"Apakah disini ada alat pengintai?" tanya Agatha,
"Sepertinya tidak ada," jawab Gio.
Mata Agatha sangat tajam sekali. Ia tidak ingin pertemuan kali ini bocor dan didengarkan sama siapapun. Dengan cepat, ia memeriksa ruangan itu yang sangat luas sekali.
Tak butuh waktu berapa lama, dirinya menemukan sebuah alat pengintai dari samping guci.
"Sepertinya disini tidak aman sama sekali?" tanya Agatha sambil meraih ponselnya.
Agatha segera mematikan alat pengintai itu dengan mudah melalui aplikasi. Setelah itu Agatha mengambilnya dan menuju ke hadapan Gio.
"Sejak kapan ada alat pengintai yang berada disana?" tanya Gio.
Agatha segera menaruhnya di atas meja. Benar saja ia sedari tadi merasa tidak nyaman sekali. Ternyata ada seseorang yang sengaja menaruh alat pengintai tersebut.
"Tidak ada alat pengintai. Adanya CCTV yang berada di area ini," jawab Gio. "Kalau CCTV memang sengaja dipasang di atas. Gunanya untuk memudahkan siapa saja mengakses perusahaan ini. Bahkan aku sering memergoki Asmoro sedang salto dalam ruangan ini," jelas Gio.
"Sungguh sangat gawat sekali. Berarti mereka ingin mendapatkan informasi lebih dari semua ini!" geram Martin. "Kata Kak Asmoro ini sudah kedua kalinya."
"Berarti yang memasang alat pengintai tersebut ya orang-orang sini. Kalau aku enggak mungkin orang luar memasang alat pengintai ini disini," ucap Winda yang menganalisis keadaan.
"Biasanya Hatori langsung menemukannya. Tapi dia tidak berada di tempat," jelas Agatha.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Winda.
"Sebentar aku akan mengecek alat pengintai lainnya. Siapa tahu aku mendapatkannya," jawab Agatha.
Mereka menganggukan kepalanya dan mempersilakan Agatha memeriksa lagi. Tak butuh waktu lama, Agatha menemukan sepuluh alat pengintai lagi. Ia sangat kaget sekali dan mulai menatap wajahnya Gio.
"Sepertinya ini enggak beres. Berarti sekarang nyawanya Kak Asmoro sedang dalam bahaya," celetuk Matin.
__ADS_1
"Memang enggak beres sama sekali. Bisa-bisanya orang telah berani memasang alat pengintai di tempat tersembunyi?" jawab Gio.
Jujur mereka menjadi khawatir sekali dengan nyawa Asmoro. Bahkan mereka mengumpati siapa yang menaruh alat pengintai tersebut.
"Aku akan menyuruh Imron untuk menyelidiki siapa yang masuk ke dalam sini dan memasang alat pengintai tersebut," ucap Gio yang meraih ponselnya lalu meraih ponselnya tersebut.
Hanya beberapa menit kemudian, Gio menghembuskan nafasnya. Ia mulai menatap wajah Agatha sambil duduk di samping Winda.
"Ada apa?" tanya Gio.
"Hatori terancam bahaya. Pak Kevin mengambil uang sebanyak lima milyar. Lalu Patty masuk ke dalam perusahaan ini melalui akses Pak Kevin. Sementara Asmoro tidak berada di tempat," jawab Agatha.
"Kok masalah ini menjadi beruntun ya?" tanya Winda sabil tertawa renyah.
"Aku sebenarnya sudah tahu apa maksudnya ini. Semenjak mendirikan perusahaan ini, Pak Kevin sudah sangat senang sekali dan berharap sekali menduduki jabatan CEO di perusahaan ini. Tapi aku memang sengaja tidak memberikan kesempatan untuk menduduki tempat ini. Kita semuanya sudah tahu rekan jejak yang dimiliki oleh Pak Kevin bagaimana? Kecuali Agatha. Ketika menjabat di cabang Samarinda sebagai wakil CEO, Pak Kevin pernah melakukan hal yang sama seperti ini. Berhubung dia memiliki prestasi baik, maka aku tidak memecatnya. Aku sengaja memberikan sebuah jabatan di manager HRD. Pekerjaan tersebut tidak ada yang berhubungan dengan uang," jelas Gio.
"Yang namanya ambisi adalah ambisi. Memang orang itu memiliki sifat serakah. Bukannya bersyukur malahan dia ingin memiliki lebih. Oh... ya ada tambahan lagi. Kalau Pak Kevin itu sudah menjalin hubungan bersama Patty," ucap Winda.
'Aku sudah menduganya. Bukankah Pak Kevin sendiri sudah memiliki seorang istri dan anak?" tanya Agatha.
"Memang. Aku harap kamu tidak membunuhnya. AKu ingin kamu bersabar menghadapinya. Soal nyawa Hatori aku atur. Berikan Hatori kepadaku,' jawab Martin.
"Kenapa aku tidak boleh membunuhnya?" tanya Agatha.
"Karena Kak Asmoro memiliki rencana besar. Aku yakin Kak Asmoro tidak akan menyia-nyiakan untuk membuat Pak Kevin kehilangan segalanya," jawab Martin yang mengetahui rencana Asmoro.
"Hmmp... baiklah. Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Agatha yang sangat penasaran sekali dengan rencananya itu.
"Kemungkinan besar rencana ini yang memimpin Alexa. Alexa akan menyelamatkan Hatori dengan membawa pasukan Blue Diamond sebanyak lima puluh orang," jawab Martin.
"Kamu gila ya?" tanya Winda yang mengerutkan keningnya.
"Aku enggak gila. Justru Alexa akan menghadapi Patty secara langsung," jawab Martin.
"Lalu apa hubungannya?" tanya Winda.
"Apakah kakak tahu kasus pemukulan terhadap Scarlett beberapa waktu yang lalu?" tanya Martin.
"Memangnya ada apa ya?' tanya Winda yang sangat penasaran sama sekali.
__ADS_1
Flashback On.
Kasus ini berawal dari Martin sengaja mengajak Scarlett pergi ke pusat perbelanjaan. Waktu itu Scarlett merengek terus meminta baju baru. Mau tidak mau Martin langsung mengajaknya kesana.