
"Tenang saja. Tuan Lampard sedang berada di suatu tempat untuk melakukan meditasi.bisa dipastikan Tuan Lampard tidak akan kembali atau kembali," jawab Asmoro yang asal.
"Kenapa tuan bilang seperti itu? Berarti kalau nggak kembali orangnya sudah nggak ada di dunia ini?" tanya Hatori.
"Hush... Jangan berbicara seperti itu. Tuan Lampard memang sedang bertapa. Kemungkinan besar jika berhasil ya pulang. Jika tidak dirinya akan melakukan tapa lebih panjang lagi," imbuh Ian yang membenarkan pernyataan Asmoro.
"Kalau begitu ya sudahlah," balas Hatori yang tidak tahu nama pria itu siapa. "Nama kamu siapa?"
"Asmoro Wijaya Hadikusumo. Panggil saja Asmoro. Jangan dipanggil semuanya nanti orang kantor pada nengok semua yang memiliki nama itu," celetuk Asmoro.
"Baiklah kalau begitu. Perkenalkan namaku Hatori. Aku adalah kakak dari dua gadis itu," Hatori mulai mengenalkan dirinya ke Asmoro.
Sebenarnya Hatori tidak perlu berkenalan lagi. Namun dirinya tidak tahu kalau Lampard sudah berubah. Berhubung Hatori melihat Lampard menjadi muda, ia tidak mengenalnya. Mau tidak mau Hatori memperkenalkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Bagaimana ekspresi Hatori tahu jika Lampard berubah seperti itu?
"Hatori," panggil Asmoro.
"Iya tuan," sahut Hatori.
"Kalau seperti ini jangan panggil aku Tuan. Panggil saja namaku Asmoro. Oh iya izinkanlah aku menikah dengan adikmu itu yang bernama Stella," ucap Asmoro dengan semangat.
"Tentu saja saya menyetujuinya. Tapi mintalah izin terlebih dahulu kepada Mama papaku. Dengan kata lain mintalah restu kepada mereka. Agar pernikahan kalian lancar hingga nenek kakek," ucap Hatori dengan tulus.
Asmoro tidak menjawab namun tangannya memegang Stella. Kemudian Asmoro mengajak segala pergi dari taman itu.
"Ayo, kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu," ajak Asmoro.
"Aku tidak berani keluar rumah. Patty dan anak buahnya sedang memburuku," ucap Stella yang masih ketakutan.
__ADS_1
Ian menetap Asmoro sambil menganggukkan kepalanya. Sang asisten itu pun mendekati Stella dan berkata, "Ikutlah sama Tuan Asmoro."
"Ian," panggil Asmoro.
"Iya tuan," sahut Ian. "Ada apa?"
"Tolong kalau di tempat ini jangan panggil aku Tuan. Panggil namaku saja!" tegas Asmoro.
Terpaksa Ian mengganggukan kepalanya karena menuruti keinginan Asmoro. Lalu Ian menatap Stella sambil berkata, "Ikutlah Asmoro. Di sana kamu akan aman bersamanya. Sekalian kamu bisa mengenalnya lebih dalam lagi."
"Tapi Tuan Ian," potong Stella.
"Tidak ada tapi-tapian. Jangan kamu tolak permintaan Asmoro," sela Ian.
Mau tidak mau Stella menuruti apa permintaan Asmoro. Sedangkan Adelia menatap wajah Stella yang masih ketakutan. Adelia memegang tangan Stella sambil berkata, "Kalau begitu bolehkah aku ikut?"
"Benar juga apa yang dikatakan Asmoro. Jika nanti Patty atau lainnya dari keluarga Tuti melihatmu bagaimana? Aku rasa mereka tidak tahu kalau kita itu kembar. apalagi ditambah dengan wajah kalian sangat identik sekali bagai pinang dibelah dua. Inilah yang aku takutkan," tambah Hatori yang membaca keadaan sekarang.
Akhirnya Adelia menurut untuk tidak ikut bersama. Jujur di luar sana masih banyak musuh yang sedang mengincar mereka. Jadi jika mereka ingin keluar harus bergantian satu sama lain.
"Kalau begitu aku akan mengganti bajuku terlebih dahulu. Tunggu aku di sini sebentar ya," ucap Stella dengan lembut yang membuat asmara tercengang mendengarnya.
"Oke," balas Asmoro.
Stella memutuskan untuk berganti pakaian terlebih dahulu. Sedangkan Asmoro menunggunya dan menatap wajah Adelia bersama Ian. Setelah itu Asmoro berkata, "Maafkan... Jika aku tidak mengajakmu pergi bersama. Aku takut nanti mereka mengenali kalian dan menculik secara bersamaan. Karena mereka memiliki otak yang sangat licik."
"Yang dikatakan sama Asmoro benar Del. Aku juga sependapat seperti itu. Nggak mungkin aku akan melepaskan kalian berjalan berdua di sana. Berita yang aku dengar banyak orang yang memburumu untuk meminta klarifikasi. Karena yang gurumu itu adalah fans besar milik Patty. Itulah kenapa Kakak takut jika kalian keluar bersama," tambah Hatori yang tidak ingin adiknya menjadi bulan-bulanan mereka.
__ADS_1
"Iya kak aku paham soal itu. Aku juga merasakan hal yang sama. Jangankan menyaksikannya langsung.mendengar ceritanya saja hatiku menjadi pilu seperti tersayat pisau. Jujur mereka adalah keluarga sangat kejam sekali. Stella pernah cerita kalau mereka tidak pernah ramah kepada orang lain. Setiap barang atau mobil yang terparkir di jalanan milik mereka. Dipegang sedikit pun langsung marah-marah," imbuh Adelia.
"Kamu tahu kan mobil yang dipakai mereka itu adalah hasil keringat ayahmu sendiri. Maksudnya belinya pakai uang ayahmu sendiri. Bayangkan saja ayahmu mencari uang habis-habisan demi kalian, mereka enak-enakan menikmati. Itu aset yang di luar saja alias kelihatan mata. Belum aset yang disimpan oleh ayahmu. Kemungkinan aset yang dimiliki ayahmu itu sangat besar sekali. Jika aset itu cair kalian bisa menjadi orang kaya," jelas Asmoro yang tidak memberitahukan aset satunya lagi yang dipegang oleh Agatha.
"Jika dijumlah ada berapa ya?" tanya Ian dalam hati.
Kalau dijumlah seluruh aset yang dimiliki Agatha bisa membeli banyak pulau di dunia ini. Akan tetapiasmara sudah membuat perjanjian agar Asmoro tidak mengucapkan aset yang berada di Jepang itu.
"Jadi seberapa kayakah ayahku itu?" Tanya Hatori.
"Entah. Tanyakan saja pada ayahmu yang sebenarnya," jawab Asmoro.
Beberapa saat kemudian Sheila sudah berganti pakaian dengan memakai gaun berwarna coklat. Seketika Asmoro merasakan tubuhnya panas dingin. Asmoro mendekati Stella sambil berbisik, "Jangan memakai baju yang seksi itu. Aku harap kamu menggantinya lagi. Pakai rok atau celana panjang. Atau juga pakai daster yang besar. Aku nggak mau mereka melihatmu dengan tatapan lapar."
"Maksudnya apa?" tanya Stella dengan polos.
"Maksudnya jangan memakai baju seperti ini. Banyak pria liar yang ingin mengincarmu untuk dilecehkan. Meskipun di rumah sakit kamu harus waspada dengan kaum seperti itu," jawab Asmoro dengan jujur.
Mau tidak mau Stella pergi ke kamar dan mengganti pakaiannya. Di sana dirinya membuka lemari dan melihat beberapa pakaiannya tersebut. Jujur baju yang diberikan oleh Alexa kebanyakan gaun. Jadi dirinya menjadi bingung dan mencari pakaian yang pantas.
Beberapa saat kemudian Adelia menyusul ke kamar Stella. Lalu Adelia mendekati sang kakak sambil bertanya, "Kamu mau pakai baju apa?"
"Aku bingung mau pakai baju apa?Masalahnya Asmoro sudah membuat aku warning sebegitunya. Jujur baju yang dibelikan oleh kak Alexa semuanya adalah gaun. Makanya aku bingung sendiri," jawab Stella yang membuat Adelia tersenyum manis.
"Kamu nggak tahu ya? Asmoro sangat menyukaimu. Jadinya Asmoro ingin melihatmu memakai baju yang santun. Kamu tahu kan di luar sana itu banyak pria yang tidak bertanggung jawab?" tanya Adelia.
"Maksudnya apa?" tanya Stella balik.
__ADS_1