Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Masih Misteri.


__ADS_3

"Iya... Itu memang benar. Bahkan aku ingin sekali menjadi pelayan di mansion ini. Tapi aku tidak diperbolehkan oleh Alexa," kesal Nathalie.


"Hmmp... Ada udang dibalik bakwan jagung. Sepertinya aku tahu kenapa kamu ngotot menjadi pelayanku di sini," celetuk Alexa.


"Memangnya ada apa jika aku ingin menjadi pelayan kamu? Bukannya itu bagus aku bisa dekat dengan kamu," ledek Nathalie.


"Bukannya kak Nathalie seharusnya berada di kantor ya? Bukan menjadi pelayan?" tanya Stella.


"Aish... Kamu ini. Kamu tahu kami memiliki banyak kesamaan. Sama-sama menyukai dapur," sahut Nathalie yang membuat Stella terkejut.


"Kayaknya bukan itu dech," sahut Alexa.


"Apa itu?" tanya Nathalie.


"Kamu ingin mengejar Jacob kan," ucap Alexa dengan lirih.


"Siapa itu Jacob?" tanya Stella.


"Jacob adalah adik iparnya Alexa. Yang lebih detailnya lagi Jacob adalah adik kandungnya Kak Martin," jelas Nathalie.


Stella hanya berkata o saja. Dirinya juga tidak tahu siapa Jacob. Namun Nathalie sadar kalau Alexa sedang membocorkan rahasianya. Nathalie langsung tergagap dan melihat Alexa dengan ketakutan.


"Ba... Ba... Ba... Bagaimana kakak tahu kalau aku ingin menaklukkan hati Jacob?" tanya Nathalie.


"Sepertinya kamu lupa siapa aku? Aku adalah Miss Al yang kepo," jawab Alexa.


Nathalie menatap wajah Stella sambil meminta penjelasan. Namun Stella hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


Malam semakin larut. Berhubung hari ini malam Sabtu. Mereka melakukan pertemuan keluarga sampai pagi. Ketika Scar sudah mulai mengantuk, Scar mencari keberadaan Stella. Scar berjalan dengan mata tertutup. Meski begitu Scar tetap waspada agar dirinya tidak tertabrak. Namun siapa sangka Scar menabrak kakinya Lampard. Sehingga dirinya terjatuh ke lantai.


Melihat Scar terjatuh, Stella segera mendekati Scar. Dengan cepat Stella menggendongnya. Setelah menerima telepon Lampard tidak sengaja melihat Stella sedang menggendong Scar. Matanya menatap tajam ke arah Stella lalu memberikan sebuah perintah, "Bawa Scar ke dalam lalu kamu istirahatlah di kamarmu!"


Stella tidak berani menatap wajah Lampard yang tampan itu. Ia hanya menganggukkan kepalanya lalu berjalan mundur. Tapi dirinya tidak sadar kalau pintu masuknya berada di depannya. Dengan nada dinginnya Lampard berkata, "Kenapa kamu mundur? Kamu bukan undur-undur. Bahkan kamu tahu kalau pintu masuk menuju ke dalam ada di depan. Lalu kenapa kamu mundur?"


Stella terkesiap mendengar Lampard mengejeknya undur-undur. Lalu Stella akhirnya mengangkat wajahnya sambil berucap, "Maaf... Tuan Lampard."


"Masuklah. Jangan terus-terusan disini. Kasihan Scar yang sudah mengantuk dari tadi," ujar Lampard yang menyuruh Stella masuk.

__ADS_1


Setelah itu Stella masuk ke dalam melewati Lampard. Namun tidak disangka ketika lewat di depan Lampard, Stella merasakan ada sesuatu. Ya... Sesuatu yang menakutkan. Bahkan Stella tidak berani menatapnya.


Lalu Lampard menatap kepergian Stella dan tersenyum manis. Entah kenapa menurut ia, Stella adalah gadis yang menggemaskan. Di dalam hatinya, Lampard merasakan ada sesuatu yang membuatnya sedih. Lampard melihat kalau Stella sudah merasakan beban hidup yang berat. Lampard teringat akan perkataan Nano yaitu Shella memiliki dua saudara lagi. Tapi mereka kemana? Kenapa Stella tidak tahu keberadaan mereka? Jujur ini akan menjadi misteri yang sulit dipecahkan. Tak lama Imron pun datang sambil menepuk pundak Lampard. Lalu Imron berkata, "Kak... Ditunggu di ruangan bawah tanah."


"Iya... Aku akan kesana. Aku juga rindu sama kalian," ucap Lampard.


Akhirnya Lampard menuju ke sana dengan diikuti Imron. Sementara di ruangan bawah tanah sudah ada banyak orang yang berkumpul. Mereka diam dan tidak membahas apa-apa.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Lampard melangkahkan kakinya sambil menatap mereka. Lampard menghempaskan bokongnya di sofa single. Martin yang memandang Lampard dengan aura dingin hanya bisa menghela nafasnya. Entah kenapa Lampard memiliki sebuah perasaan bersalah kepada mereka. Gio yang paham akan perasaan adik angkatnya itu hanya terdiam. Masalah yang dihadapi sangat pelik dan rumit. Gara-gara Lampard semuanya ikut terseret.


"Maafkan aku," ucap Lampard yang mengeluarkan kata maaf untuk pertama kali.


"Kamu enggak salah sama sekali. Kenapa kamu meminta maaf pada kami," ucap Martin sambil menepuk pundak Lampard.


"Ada apa?" tanya Niwa.


"Ada masalah besar," jawab Lampard yang menunduk.


"Siapakah gadis itu?" tanya Winda yang penasaran.


"Dia adalah Stella. Dia berada disini," jawab Alexa.


"Stella yang kita ajak bicara tadi?" tanya Nathalie.


"Ya... Itu benar," jawab Alexa yang membuat Nathalie terkejut.


"Kamu enggak tahu siapa dia?" tanya Nathalie ke Alexa.


"Aku enggak tahu siapa dia? Yang aku tahu dari dia... Gadis polos yang sangat ketakutan sekali," jawab Alexa dengan jujur.


"Kalau begitu kamu melupakan dia," ucap Nathalie yang menatap tajam ke arah Alexa.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah denganku?" tanya Alexa.

__ADS_1


"Dia adalah Stella Marlina Kanagawa. Bukannya kita dulu pernah menjadi tetangga? Tiap Minggu pagi kita selalu lari pagi bersama-sama. Setelah selesai lari pagi kita sarapan bubur ayamnya Mang Farel," jelas Nathalie yang memorinya masih mengingat siapa Stella.


"Apa?" pekik Lampard, Gio dan Nano secara serempak.


"Iya itu benar," jawab Nathalie. "Aku masih mengingat kejadian itu. Dia adalah gadis yang sangat baik sekali."


"Jika kalian pernah bersama berarti kamu tahu soal Agatha?" tanya Lampard.


Nathalie menggelengkan kepalanya, "Jujur aku enggak tahu soal Agatha. Aku juga enggak tahu siapa itu Agatha."


"Apakah kamu serius?" tanya Nano.


"Iya pa. Aku enggak tahu siapa itu Agatha," jawab Nathalie.


"Agatha adalah papa kandungnya Stella," ucap Nano.


"Agatha... Setahuku nama Agatha adalah nama yang dimiliki oleh orang Jepang," celetuk Alexa.


"Memang Agatha itu orang Jepang. Bahkan nama panjangnya Agatha Kanagawa. Seorang owner sekaligus CEO dari perusahaan Kurumi Company," tambah Nano.


"Setahuku ayahnya Stella adalah John Smith," sela Nathalie.


Lampard dan Nano akhirnya saling memandang. Mereka bingung dengan apa yang dikatakan oleh Nathalie. Akhirnya mereka berdua membenarkan informasi dari Nathalie. Kemungkinan besar saat itu Agatha tidak berada di tempat.


"Apakah kamu serius?" tanya Lampard.


"Kenapa papa Lampard bertanya seperti itu?" tanya Nathalie yang penasaran.


"Ini ada kaitannya dengan CEO Kurumi yang bernama John dan Exodus," ucap Lampard yang membuat Nathalie, Niwa dan Alexa terkejut.


"Apa maksud kamu Lampard?" tanya Winda.


"Ya... Ini ada sangkut pautnya dengan Stella. Dia pernah berkata kalau dirinya akan dijual ke ketua mafia Exodus," jawab Lampard.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Alexa dan Nathalie secara bersamaan.


"Ada satu informasi yang membuat kalian terkejut. Ternyata selama ini Stella memiliki saudara kembar dua. Yang satu laki-laki dan satu perempuan," tambah Nano.

__ADS_1


"Adel," ucap Ian.


"Kenapa kamu menyebut Adelia?" tanya Lampard yang mengerutkan keningnya.


__ADS_2