Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Taman Rusak.


__ADS_3

Alexa dengan sabarnya mengajak Stella keluar ke taman. Di sana sangat ramai kedatangan keluarga besar Snowden. Ketika keluar dari taman tiba-tiba saja terdengar deru mesin helikopter. Beberapa dari mereka segera menyingkir dari sana. Kemudian Stella memandang ke atas sambil terperanjat tidak percaya.


"Kak, kenapa ada heli?'' tanya Stella.


"Biasa... ada adik kakak yang sangat gila sekali. Mereka kalau kesini selalu memakai helm. Dan lihatlah tamanku sebentar lagi rusak,'' jawab Alexa.


Dalam hitungan detik heli tersebut turun ke bawah. Namun tidak disangka heli tersebut telah menghancurkan seluruh bunga-bunga yang telah dirawat Alexa. Sedangkan Stella, Stella hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap taman yang sudah hancur berantakan.


"Kakak, bagaimana ini?" tanya Stella yang bingung.


"Tenang saja. Aku akan merenovasinya kembali. Paling tidak mereka merusak tamanku tiga bulan sekali," jawab Alexa.


"Memang kakak ini adalah Sultan. Aku enggak tahu harus berkata apa," ucap Stella.


"Enggak usah dipikirin. Lagian juga anak-anak pengen berganti suasana yang baru. Ditambah lagi mereka juga jago untuk mengatur taman," jawab Alexa.


Stella bingung dengan jawaban Alexa. Bisa-bisanya Alexa sangat santak ketika mengatakan ingin berganti suasana. Jujur saja hati Stella menjerit kencang. Kalau dirinya menjadi Alexa, Stella akan mempersiapkan helipad di atas mansion.


"Biasakan dirimu jika hidup disini. Kamu akan mendapatkan otak miring dari kami. Aku jamin kamu akan tertawa lepas," saran Alexa.


Mata Stella membulat sempurna. Kenapa Alexa berbicara seperti itu? Lalu kenapa mereka memiliki otak miring? Ah... Sepertinya Stella harus tinggal di sini untuk mengenal mereka.


Lima menit berlalu pintu heli terbuka. Ada seorang pria paruh baya turun dengan elegan. Sangking elegannya pria tersebut tidak mengetahui kalau di bawah ada kulit pisang. Pria itu tidak melihat ke bawah dan kakinya tidak sengaja menginjak kulit itu. Hingga terjadi....


Brukkk!


Untung saja pria itu tidak jatuh tersungkur. Ternyata di bawahnya ada Rinto yang menahannya.


"Argh... tulangku!" teriak Rinto.


Lampard yang melihat kejadian itu hanya menghembuskan nafasnya. Kenapa juga kejadian itu sering terjadi? Ataukah pria tua itu selalu sial jika kesini? Tidak ada yang tahu dengan jawabannya.


"Kak... mereka tidak apa-apakan?'' tanya Stella yang benar-benar terkejut dengan aksi mereka.


"Udah biasa itu Stell. Mereka selalu membuat atraksi menegangkan di depan anak-anak. Tapi kamu tahu enggak kalau anak-anak tidak tertarik dengan artraksi seperti itu? Mereka memilih melihat kartun favoritnya yaitu Upin Ipin,'' jawab Alexa.

__ADS_1


Sesungguhnya Stella terhibur dengan kejadian tadi. Memang benar apa yang dikatakan oleh Alexa, kalau keluarga besar Alexa itu sangat lucu sekali.


"Kalau begitu ayo kita bergabung sama lainnya. Mereka akan disini walau taman rusak parah seperti ini!" ajak Alexa yang antusias.


Stella akhirnya mengikuti Alexa. Ketika Linda sedang bermain dengan Sean, matanya membelalak sempurna. Entah kenapa Linda melihat wajah Stella tidak asing lagi. Lalu Linda melihat Martin yang sedang lewat. Dengan cepat Linda menariknya sambil bertanya, "Dia siapa?"


"Oh... Gadis itu bernama Stella. Kalau mama ingin tahu siapa itu Stella, lebih baik tanyakan saja pada Kak Lampard. Aku belum begitu paham akan Stella ma," jelas Martin.


Linda terpaksa mencari keberadaan Lampard. Namun Linda tidak menemukannya. Linda akhirnya mengurungkan niatnya.


Seorang gadis muda yang sangat cantik sekali mulai mendekati Alexa dan juga Stella. Gadis itu menepuk bahu Alexa. Namun matanya membelalak sempurna saat memandang Stella.


"Gadis ini adalah ahli waris Kurumi Company yang telah lama menghilang," ucap gadis itu.


Mata Stella membulat sempurna. Bagaimana gadis itu tahu kalau dirinya adalah seorang ahli waris Kurumi? Perasaan dirinya tidak mengenal siapa gadis itu.


"Nathalie," panggil Alexa.


"Eh... Iya kak," sapa Nathalie dengan cengengesan.


"Kamu panggil siapa? Aku atau dia?" tanya Alexa sambil menunjuk Nathalie.


"Aku memanggil kakak yang berada di depanku," jawab Stella.


"Oh... Perkenalkan dia namanya Nathalie. Dia adalah seorang CEO dari perusahaan NN Groups International," jelas Alexa.


"Stella," ucap Stella sambil mengulurkan tangannya ke arah Nathalie.


Dengan senang hati Nathalie langsung menjabat Stella. Namun perasaan Nathalie ada yang mengganjal. Nathalie melihat lekat wajah Stella dan berkata, "Tidak salah lagi."


"Maksudnya apa kak?" tanya Stella.


Nathalie terdiam dan ingin menjelaskan semuanya. Namun niat itu akhirnya diurungkan. Lalu Nathalie mendekati Alexa sambil berkata, "Kapan-kapan aku kasih tahu."


Nathalie langsung pergi meninggalkan mereka berdua yang masih bengong. Alexa memandang wajah Stella sambil meminta penjelasan, "Apakah kamu adalah ahli waris Kurumi Company?"

__ADS_1


Stella menggelengkan kepalanya sambil menunduk sedih. Kemudian Stella merasakan jantungnya berdetak kencang. Disaat begini mana mungkin Stella bercerita? Kalau boleh jujur Stella tidak akan menceritakan kepada siapapun termasuk Alexa.


Apakah Stella tahu kalau Alexa adalah seorang hacker? Hanya sekali berseluncur ke dunia maya, Alexa bisa menemukan jati diri Stella dalam waktu beberapa menit.


"Ketimbang kamu bersedih... Lebih baik kita berkumpul di sini," ajak Alexa ke Stella.


Lampard yang melihat Stella bersama Alexa hanya terdiam. Entah kenapa Lampard bisa merasakan ada sesuatu yang membuat gadis itu tertekan. Sejujurnya Lampard sangat kasihan dengan Stella. Harusnya Stella mengenyam pendidikan tinggi lalu menduduki jabatan CEO di perusahaannya. Atau barangkali Stella menjadi seorang model. Karena wajahnya sangat cantik sekali. Memiliki putih mulus dan tinggi semampai itulah kriteria khusus untuk menjadi model.


Beberapa saat kemudian datang pria tua yang tadi terpleset. Dengan wajah kocaknya pria tua itu mendekati Lampard sambil bertanya, "Ada apa?"


"Enggak ada apa-apa," jawab Lampard.


Pria tua itu menghempaskan bokongnya di sebelah Lampard dan meraih air mineralnya. Ketika membuka tutup botol itu pria itu sedang menyelidiki Lampard yang sedang melihat seorang gadis.


"Apakah kamu sedang melihat dia?" tanya pria itu sambil memberikan sebuah kode.


"Ya... Aku sedang melihatnya. Bagaimana keadaan Eropa di sana?" tanya Lampard.


"Baik-baik saja. Sepertinya aku harus membuka cabang NN Groups disini," celetuk pria itu.


"Buka saja. Aku akan mendukung kamu," ucap Lampard. "Apa kabar dunia bawah tanah?"


"Baik. Beberapa bulan terakhir tidak rame. Bahkan sangat sepi dari gesekan apapun," jawab pria itu.


"Kamu apain bisa seperti itu?" tanya Lampard.


"Aku enggak ngapa-ngapain. Aku membiarkan mereka. Mau rame mau sepi terserah dia," jawab pria itu.


"Ya syukurlah kalau begitu. Jadi aku tidak perlu susah payah kesana," keluh Lampard.


"Lalu bagaimana dengan keadaan disini?" tanya pria itu lagi yang meminum air tersebut. "Bukankah ada serangan di rumah sakit?"


"Berawal dari gadis itu. Aku enggak tahu kenapa mereka menyerang begitu saja. Dan aku enggak tahu apa hubungannya apa dengan gadis itu. Yang aku dengar darinya katanya sudah dijual ke mafia kartel obat-obatan terlarang di Meksiko," jelas Lampard.


"Pasti Exodus," tebak pria itu.

__ADS_1


__ADS_2