Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Mengkonfirmasi.


__ADS_3

"Aku sedang mencari sesuatu. Tapi entahlah di mana keberadaannya itu," jawab Adelia.


Miaw...


Miaw...


Miaw...


Stella terkejut mendengar suara kucing di dalam apartemen. Ia mengurutkan keningnya sambil melihat kucing kampung yang berwarna orange. Sejak kapan papa dan mama memiliki kucing? Inilah yang menjadi pertanyaan buat Stella.


"Nah ini dia yang aku cari. Dia namanya Scarlett. Dia sangat lucu sekali," puji Adelia sembari menggendong kucing itu.


"Saat kita pergi, kucing ini tidak ada di sini. Lalu siapa yang membawa kucing di sini?" tanya Stella.


Adelia mendekati Stella lalu duduk di sampingnya. Adelia memberikan kucing itu sambil tersenyum manis.


"Yang pastinya Mama dan Papa tidak membawanya ke apartemen sini. Yang membawa kucing itu adalah Kak Hatori. Yang dimana Kak Hatori sangat menyukai kucing," jawab Adelia.


"Ini sangat lucu sekali," puji Stella sambil meraih anak kucing itu dan menggendongnya.


"Bukannya kakak memiliki anak singa ya?" tanya Adelia.


"Iya. Tapi belum boleh dibawa ke sini. Soalnya singa itu harus melalui uji coba dan disterilkan terlebih dahulu," jawab Stella.


"Berarti Kakak nggak akan tinggal di sini lagi?" tanya Adelia lagi.

__ADS_1


"Masih tinggal di sini. Keamanan di sini lebih terjamin. Pengawal Black Horizon dan Klan Kanagawa berada di lantai ini semuanya. Kalau pindah rumah masih belum. Aku sudah membicarakan ini semuanya sama Kak Asmoro. Kak Asmoro sendiri belum siap tinggal di kompleks. Aku pun tidak memaksanya," jawab Stella.


"Bener juga ya Kak. Kalau ada acara apa-apa kita langsung loncat dan nggak usah kesana kemari. Oh ya, bagaimana keluarga Tutik itu?" tanya Adelia yang sangat penasaran sekali dengan Tutik.


"Tenang saja. Mereka tidak akan mengganggumu sama sekali. Kalaupun mengganggu, mereka harus mati di tanganku," sahut Hatori yang baru saja datang sambil membawa makanan kucing.


"Sebenarnya ini salahku. Andai saja kalau aku bisa menyerangnya kembali. Aku tidak akan selama ini untuk menjadi seorang perempuan," ucap Stella dengan lirih.


"Semuanya itu nggak salah kamu. Kamu adalah seorang perempuan yang memiliki hati yang rapuh. Biarkanlah mereka mengejekmu. Karena mereka bukanlah orang yang penting. Memberikan suatu nasehat ataupun lainnya. Kalau kamu sedih terus gitu kasihan Kak Asmoro nanti. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Ini pelajaran bagi kita semuanya. Kita harus belajar untuk dewasa dalam menghadapi kasus ini. Jangan sampai nanti lahir Tutik lainnya. Pekerjaannya adalah ingin menghancurkan rumah tangga orang. Itulah kenapa setiap malam aku berdoa agar tidak terjadinya kasus ini di keluarga kita maupun lainnya," jelas Hatori dengan bijak.


"Sebenarnya tidak menjadi masalah sih. Aku pengen orang itu tidak mengganggu keluargaku saja. Sepertinya aku memiliki firasat. Kalau Patty akan membuat rencana untuk menghancurkanku. Aku harus waspada setelah ini," ujar Stella yang membiarkan kucing itu naik ke atas meja dan memakan makanannya.


"Ya kamu benar. Kamu harus waspada untuk saat ini. Jika kamu lengah maka mereka akan menghancurkanmu untuk kedua kalinya," Hatori membenarkan perkataan Stella.


"Nggak aku saja. Kakak juga seharusnya waspada. Kakak kan sudah berkonflik sama Patty. Takutnya nanti dia akan menyerang Kakak secara tiba-tiba," sambung Stella.


"Yah itulah pola pikir mereka. Cepat atau lambat mereka akan hancur dengan sendirinya. Para preman yang membantunya mundur satu persatu," ujar Stella.


"Rencana kamu apa sekarang? Apakah kamu akan membuat konferensi pers dan mengakui pernikahan ini?" Tanya Hatori.


"Aku tidak berani melakukannya. Karena itu menyangkut privasi Kak Asmoro sendiri. Jika aku melakukan konferensi pers tanpa Kak Asmoro. Kak Asmoro akan kecewa," jawab Stella.


"Sebaiknya tidak perlu. Biarkanlah pernikahanmu menjadi privasimu sendiri. Jangan pernah mengumbar kemesraan di depan orang lain. Karena nanti banyak orang yang iri dan ingin merusak hubungan kamu. Itu hanya pesan papa saja," pesan Agatha yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Kalau Kak Asmoro sendiri melakukannya bagaimana?" Tanya Stella.

__ADS_1


"Semuanya itu tidak menjadi masalah buat kamu. Biarkanlah pihak pria yang mengumumkannya. Kamu tinggal konfirmasi saja kalau ada yang tanya," jawab Agatha yang menghempaskan bokongnya duduk di hadapan putra-putrinya.


"Cukup sulit bagi kita. Kalau aku sih benar apa yang dikatakan oleh papa. Tidak usah mengumbar masalah ini ke luar. Lagian juga Kak Ian adalah orang biasa. Bukan orang terkenal," sahut Adelia.


"Kamu nggak tahu beliau ya? Beliau itu adalah seorang asisten pribadi yang memiliki nama besar di dunia bisnis. banyak loh yang pengen menjadi kekasihnya bahkan istrinya. Meskipun di luar dingin, Ian memiliki hati yang sangat hangat. Kamunya saja nggak pernah mengobrak-abrik dunia bisnis. Aku saja sempat terkejut mendengar kak Ian menjadi orang terkenal. Segala pekerjaannya memang cukup bagus. Dia adalah guruku dalam dunia bisnis," jelas Hatori.


Tak lama kucing yang berwarna Oyen itu melompat ke pangkuan Stella. Kucing itu membersihkan wajahnya dengan tangan. Stella menepuk-nepuk bahannya hingga kucing itu tertidur pulas.


"Apakah Papa yang membawa kucing ini ke sini?" tanya Stella yang melihat kucing kecil itu.


''Papa nggak pernah membawa hewan satupun ke sini. Bukannya papa nggak punya. Papa memiliki beberapa singa dan anjing herder. Mereka sangat ganas dan tidak bisa dikendalikan. Tapi kalau sama papa mereka menurut," jawab Agatha.


"Beberapa singa saja?" pekik Yamato yang keluar dari ruangan kerjanya.


"Memang benar pa. Aku hanya memiliki beberapa singa dan macan. Mereka sengaja aku tempatkan di markas," jawab Agatha dengan jujur.


"Kamu bilang hanya beberapa saja! Kamu nggak bilang, di kandang itu masih ada lagi lima ekor. Terus anjing herder dan juga anjing bulldog ada dua belas ekor. Kamu hanya bilang beberapa saja. Terus yang lainnya kamu nggak mengakui," kesal Yamato sembari menatap wajah Agatha.


"Memangnya ada berapa ya kakek?" tanya Stella yang antusias mendengar peliharaan sang papa.


"Kalau semuanya ditotal ada lima puluh ekor. Kakek sekarang bingung dengan peliharaan papamu itu. Rasanya papamu sangat menggilai hewan buas," jawab Yamato yang membuat mata Stella berbinar.


"Bolehkah aku meminta salah satu saja?" Tanya Stella yang berharap sang Papa memberikannya.


"Kamu minta yang mana? Nanti Papa suruh pengawal dari Jepang membawanya ke Jakarta Kalau kamu memilih anjing Bulldog. Papa berikan yang betina saja. Atau juga bapak akan memberikan singa kesayangan bab yang bernama Candy. Dia adalah singa yang baru saja lahir ke dunia kamu bisa merawatnya dengan setulus hati," jawab Agatha.

__ADS_1


"Sepertinya tidak perlu deh," sahut Asmoro yang sengaja berdiri di ambang pintu.


"Kenapa kak?" tanya Stella.


__ADS_2