
“Sudah,” jawab Agatha. “Aku curiga sama kamu.”
“Curiga kenapa Tuan?” tanyanya.
“Siapa yang kamu rekomendasikan untuk menemukan istri saya? Jangan-jangan putramu sendiri ya?” tanya Agatha yang curiga.
“Iya tuan. Kalau sudah ketemu syukurlah. Kalau belum ketemu saya akan menariknya pulang,” jawabnya.
“Tidak perlu. Putramu sangat cerdik sekali untuk menemukan seseorang. Aku ingin menawarkan kepadanya untuk masuk ke dalam klan Kanagawa,” puji Agatha sambil menawarkan bantuan.
“Kenapa? Aku memberikannya gratis kok tanpa ada persyaratan khusus?” tanya Agatha.
“Putraku tahun depan akan masuk ke dalam akademi militer. Jadi saya minta maaf tuan... Untuk memasukkan putra saya ke clan kanagawa,” ucapnya sambil membungkuk.
“Tidak apa-apa. Kapan saja dia bisa masuk. Aku akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk menerima pemuda-pemudi yang memiliki sikap tangguh untuk menjadi Yakuza generasi berikutnya,” ucap Agatha.
“Baik Tuan. Saya akan pertimbangkan nanti. Jadwal penerbangan Anda hari ini ditunda. Anda bisa pergi keluar besok pagi,” ujarnya.
“Lebih baik begitu. Malam ini aku ingin beristirahat dengan tenang. Jadi antarkan saya pulang ke apartemen!” perintah Agatha.
“Baik tuan,” balasnya.
Jakarta Indonesia.
Lampard yang sudah sampai di ruangan khusus melihat Iyan sedang frustasi. Pria itu langsung mendekati sahabatnya sambil menghempaskan bokongnya di samping. Sedangkan Martin memutuskan untuk berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding. Kemudian Martin bertanya, “Bagaimana keadaan Adelia?”
“Adelia terluka parah. Wajahnya bengkak mulutnya robek sama dengan pelipisnya. Aku bingung harus ngomong apa sama ibunya. Jika aku cerita nanti calon ibu mertuaku nggak percaya lagi sama aku,” ucap Ian frustasi.
“Serangan demi serangan selalu ada. Lama-lama kalau gue bosen Jangan harap ngemis-ngemis minta maaf minta dilepaskan,” ucap Lampard dengan dingin.
“Kak Martin,” panggil Ian.
“Ada apa?” tanya Martin.
“Aku minta beberapa waktu libur untuk Adelia. Aku ingin menitipkan Adelia sementara. Rencananya sih mau aku taruh di apartemen. Tapi apartemen nggak ada orang. Kalau dia sering keluar apartemen bisa dikatakan nyawanya terancam. Bisa-bisa John Smith bersama lainnya mengejar Adelia. Setelah penyerangan itu kemungkinan besar wanita tersebut akan ngomong ke papanya. Jika sampai ngomong aku pastikan mereka akan memburu Adelia. Apakah kakak setuju?” tanya Ian.
__ADS_1
“aku sih setuju saja. Tapi nanti Alexa keteter ngurusi si kembar. Aku harus mencari pengganti Adelia selama beberapa hari,” ucap Martin.
“Kalau begitu aku saja. Aku akan mengajukan cuti selama beberapa hari hingga Adelia sembuh,” ujar Ian yang mengajukan diri untuk menggantikan tugas Adelia.
Martin memutar bolanya dengan malas. Bisa-bisanya Ian menggantikan pekerjaan Adelia untuk merawat si kembar? Ia tidak ingin Ian menggantikan Adelia untuk sementara waktu. Bisa dipastikan anak-anak akan tercemar kata-kata dewasa dari Ian.
“Bagaimana dengan aku?” tanya Lampard dengan serius.
“Satu kata buat kalian adalah tidak. Jika kalian menggantikan Adelia untuk merawat si kembar, maka kalian akan melihat dunia dengan kata-kata dewasa. Aku ingin menjadikan mereka anak-anak normal dengan berkata-kata seadanya,” tolak Martin dengan mentah-mentah.
“Semenjak kamu kencan bersama Adelia, Apakah kalian sering bertemu dengan keluarga John?” tanya Martin dengan serius.
“Hampir delapan kali aku kencan bersama Adelia, aku tidak menemukan keluarga John sama sekali entah itu ayahnya, mamanya atau putrinya pun nggak pernah ketemu. Baru kali ini aja ketemu,” jawab Ian dengan serius.
“Kalau kamu tidak pernah bertemu berarti bisa dikatakan putrinya menghentikan kamu dari datang hingga kejadian tersebut. Bukannya kamu berkunjung Snow Mall?” tanya Lampard dengan serius.
“iya... Aku sering berkencan di daerah sana,” jawab Ian.
“Apakah kamu ingin melaporkan kasus ini ke kepolisian?’ tanya Lampard.
"Ternyata parah sekali ya," celetuk Lampard.
"Bukan parah lagi, kemungkinan besar putrinya itu memiliki penyakit dalam otaknya deh," ujar Martin.
"Sepertinya kamu tahu tentang Patty Smith?" tanya Lampard.
"Alexa yang tahu tentang Patty. Alexa pernah menuntut Patty yang hampir saja menganiaya pengasuh Sean. Gara-gara Patty, pengasuh Sean minta pulang. Padahal saat itu dia baru saja bekerja selama satu minggu," jawab Martin.
"Masalahnya apa hingga membuat sang pengasuh pergi?" tanya Lampard.
"Sean tidak sengaja menumpahkan minumannya," jawab Martin.
"Terus ngamuk?" tanya Ian.
__ADS_1
"Iya mau bagaimana lagi wanita itu ngamuk seenak jidatnya. mau memukul Sean tapi pengasuhnya mendekapnya lebih dulu," jawab Martin.
"Dasar orang gila," umpat Lampard.
Lampard sangat kesal sekali dengan putrinya John. Ia tidak menyangka kalau Sang Putri memiliki perangai jelek. dulu lambat memiliki rencana untuk mengendors Patty untuk peluncuran biskuit sehat. Namun keinginannya sengaja dibatalkan untuk sementara. Penyebab produknya diundur karena masih menyempurnakan produk tersebut.
"Aku ingin memakai Patty untuk peluncuran produk biskuit sehat. Tapi aku urungkan sementara waktu karena waktu itu hanya untuk menyempurnakan produk tersebut. Setelah aku dengar dari beberapa kolegaku, aku nggak boleh make Patty," ujar Lampard.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Ibra keluar lalu mendekati mereka, "Bro... luka yang dialami Adelia cukup serius. Aku sudah menjahit bagian mulutnya dan pelipisnya robek."
"Tapi nggak apa-apa kan Adelia?" tanya Ian dengan serius.
"kondisinya oke. Adelia tidak mengalami luka di dalam tubuhnya. nanti sore juga bisa pulang," jawab Ibra.
"Nanti sore," pekik Ian.
"Iya," jawab Ibra. "Adelia bisa melakukan rawat jalan. Setelah itu aku akan menuliskan resep obat yang bisa dikonsumsi. Kamu bisa menebusnya di lantai bawah."
"Ok," balas Lampard.
"Apakah aku bisa melihatnya?" tanya Ian.
"Masuk saja," jawab Ibra yang memasukkan tangannya ke dalam jas. "Apakah ada rencana untuk menyembunyikan Adelia?"
"Iya. Aku memutuskan untuk menitipkan Adelia ke kak Gio," jawab Ian sambil beranjak dari duduknya.
"Syukurlah.... tempat itu masih aman. apalagi di sana ada taman bunga yang sangat luas. kemungkinan besar loka Adelia cepat mengering dan merasakan kebahagiaan," ucap Ibra.
"Kebahagiaan?" pekik Ian yang terkejut atas pernyataan dari Ibra.
"Ya... kebahagiaan adalah obat yang mujarab untuk kesembuhan luka Adelia," ujar Ibra. "Apalagi kak Winda orangnya sangat welcome sama seseorang yang baru dikenalnya."
"Apakah Kak Gio nggak marah?" tanya Martin.
"Kak Gio nggak pernah marah... malah senang kedatangan anggota baru di rumahnya. Di sana juga para pelayan sangat diistimewakan," jawab Ibra.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu," ucap Ian.