Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Mendapatkan Hukuman.


__ADS_3

"Karena aku bukan bagian dari Black Horizon. Aku sendiri belum mau menjadi anggota di sana," jawab Stella.


"Harusnya kamu mau menjadi anggota Black Horizon. Karena Black Horizon sendiri akan menjadi bagian dalam hidupmu. Kamu tahu Black Horizon adalah suatu organisasi bawah tanah sengaja diciptakan demi menciptakan perdamaian. Kita menjual banyak senjata yang telah dibuat oleh para pengawal. Itulah kenapa Black Horizon organisasi mafia Kalau bekerja sangat silent sekali. Aku harap kamu bisa menjadi bagian dari Black Horizon. Karena aku adalah ketuanya," jelas Asmoro yang membalikkan badannya sambil memegang wajah Stella.


"Kakak nggak marah sama aku?" tanya Stella.


"Aku sudah nggak marah lagi. Nanti kalau aku marah kamu memberikan perintah horor itu kepadaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Aku tidak ingin tidur bersama para pengawal. Aku harap kamu mengerti atas permintaanku ini," jawab Asmoro sambil tersenyum manis.


"Ternyata kak Asmoro yang memiliki badan kekar. Seorang ketua mafia yang memiliki jiwa sadis. Takut juga sama istrinya," ucap Stella.


"Kamu tahu banyak anggota mafia yang takut pada istrinya. Mereka menyerah jika mendapatkan perintah horor seperti itu. Mereka lebih memilih untuk diam ketika sang istri sedang marah. Kalau kami berkata sedikitpun. Maka perintah horror akan mudah terucap dari bibir kalian. Ini sangat menyeramkan sekali ketimbang aku bertemu hantu," ujar Asmoro.


Stella hanya bisa menahan tawanya ketika mendengarkan Apa kata Asmoro. Memang benar, kalimat itu sangat horor sekali bagi para pria. Mereka tidak akan diizinkan masuk ke dalam kamar kecuali sudah dimaafkan. Atau juga menunggu habis hukuman tersebut.


"Kalau masalah ini selesai. Aku terima kasih banget sama kamu. Kamu boleh minta apa aja dariku," ucap Asmoro.


"Bisakah kamu memberikan aku mobil mewahmu itu yang berada di garasi ini?" tanya Stellla yang tiba-tiba saja tertarik pada mobil sport berwarna hitam terparkir di garasi milik Asmoro.


"Maksud kamu mobil hitam metalik yang berada di garasi?" tanya Asmoro.


"Ya aku mau itu. Sepertinya sangat elegan sekali buatku," jawab Stella.


"Ambil saja. Atau kamu ingin bawa ke Indonesia. Nanti aku suruh pengawal untuk memasukkannya ke dalam jet. Sesamanya di Indonesia kamu harus belajar menyetir mobil terlebih dahulu sebelum memakai mobil itu," ucap Asmoro.


"Rasanya itu tidak mungkin aku menyetir mobil sendirian. Kalau begitu nggak jadi deh. Aku nggak minta apa-apa. Aku hanya minta permen coklat saja," sahut Stella.

__ADS_1


"Kamu itu dikasih mobil langsung menolak. Bukankah seorang wanita itu senang jika dikasih mobil mewah sama suaminya? Kamu malah menawar minta permen coklat kepadaku. Aku nggak akan memberikan permen coklat itu kepadamu. Aku takut gigi kamu rusak begitu saja. Ya sudah tidur sana sudah malam," suruh Asmoro agar Stella tidur terlebih dahulu.


"Kamu nggak tidur?" tanya Stella.


"Kamu sudah memberikan aku obat tidur dengan jangka yang lama. Mataku sudah sangat cerah sekali untuk menyambut malam ini. Tidak akan tidur lagi karena badanku sudah sangat lelah berbaring di ranjang itu. Mana lagi sendirian kamu tinggal dan tidak dibangunkan," jawab Asmoro dengan kesal.


"Hihihi... Maafkan aku sayangku. Aku nggak bermaksud membuatmu tertidur dengan waktu lama. Aku juga tidak bisa tidur. Bolehkah aku belajar tentang bisnis?" Tanya Stella sambil ngeledek Asmoro.


"Ternyata kamu meledekku ya. Kamu harus terima hukumanmu hingga pagi," jawab Asmoro sambil tersenyum menakutkan.


Tangan kekar Asmoro memegang baju Stella. Jangan itu siap merobek kemeja Stella tanpa harus membuka kancingnya. Asmoro memang sengaja melakukannya demi menghukum istri kecilnya itu. Apakah Asmoro mampu melakukannya?


Pasti mampu. Meskipun usianya sudah paruh baya, Asmoro memiliki stamina yang cukup bagus untuk bertarung di atas ranjang. Bahkan Asmoro sendiri sudah memiliki beberapa jurus untuk menaklukkan istri kecilnya itu. Hingga malam ini mereka melakukan hal di luar.


"Kalian tahu apa terjadi saat ini?" tanya Ian.


"Itu hanya tragedi sandwich saja kak," jawab Adelia dengan polos yang pura-pura tidak tahu.


"Kalian ini selalu saja membuat aku bingung. Terutama pada Natalie," celetuk Jacob yang membuat Natalie meringis.


"Dan kamu Dila. Seharusnya kamu menghentikan mereka bukannya ikut-ikutan untuk membuat rencana ini menjadi lancar," ucap Imron sambil menatap wajah kekasihnya itu.


"Aku tidak ikut-ikutan. Tapi aku hanya ditarik dalam pusaran masalah ini," sahut Dila yang mencoba membela dirinya.


"Yang namanya kamu nggak boleh ya nggak boleh. Tuh kak Asmoro pekerjaannya belum selesai akhirnya kena obat tidur dari kalian. Kalau sampai malam ini Kak Asmoro nggak keluar. Maka kalian akan menemaniku untuk mengerjakan tugas-tugas di dalam ruangan Kak Asmoro!" perintah Ian yang membuat mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju.

__ADS_1


Dengan terpaksa mereka menunggu Asmoro untuk keluar dari kamar. Namun nyatanya Asmoro tidak keluar dari kamar sama sekali. Bahkan Asmoro sendiri sedang melakukan hal-hal yang tidak boleh diketahui oleh banyak orang.


"Sudah sejam kak Asmoro nggak keluar dari kamar. Sepertinya Kak Asmoro sangat semangat sekali membuat adik bayi dengan sangat lucu sekali," ucap Adelia ke Ian.


"Terpaksa kalian harus mengikuti kami untuk menganalisis semua pekerjaan Kak Asmoro. Kalau begitu ayolah kita bekerja malam ini. Selesaikan semuanya agar tidak menumpuk. Setelah selesai kita bisa berjalan-jalan berkeliling Inggris atau juga ke negara-negara Eropa lainnya. Setelah itu kita pulang ke Indonesia," perintah Imron yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.


"Aku nggak jadi masalah soal itu. Lebih baik kita kerjakan saja," seru Natalie yang suka mengerjakan tugas-tugas kantor sendirian.


Lalu bagaimana dengan Adelia? Adelia memutuskan untuk membuat kopi expresso. Agar malam ini mereka tidak mengantuk dan bisa bertahan sampai pagi hari.


Jakarta Indonesia.


Di sebuah restoran mewah, Agatha sengaja mengajak Anita untuk makan di sana. Mereka juga tidak sendiri dan mengajak Yamato bersama Hatori. Ketika memarkirkan mobilnya, Agatha mengajak mereka keluar dan masuk ke dalam restoran.


"Sekali-sekali ya makan di sini. Biar kita dikira Sultan," ucap Agatha kepada mereka.


"Sebenarnya papa sudah menjadi Sultan. Kekayaan Papa tidak bisa terhitung oleh tangan. Jika aku menghitungnya bisa jadi membutuhkan waktu selama sepuluh harian," ujar Hatori dengan jujur.


Ketika melangkah seorang gadis kecil mendekati Hatori. Gadis kecil itu langsung berteriak kegirangan ketika melihat wajah tampan pria itu.


"Paman Hatori," panggil gadis kecil itu.


Tiba-tiba saja Hatori terkejut dan membungkukkan badannya. Ternyata gadis kecil itu adalah Scarlett. Ia merentangkan kedua tangannya untuk meminta gendong kepada Hatori. Dengan senang hati pria bertubuh kurus itu menggendong Scarlett.


"Kamu kenapa di sini? Bukankah tadi kita berkirim pesan kamu bilangnya sedang beristirahat karena lelah," tanya Hatori.

__ADS_1


__ADS_2