
“Biarkanlah mereka melakukan pekerjaannya itu. Mereka adalah seorang perempuan yang akan bertarung di meja dapur,” jawab William.
“Kamu dari mana saja?” Tanya Asmoro.
“Aku melepaskan penat di dalam otakku Kak. Aku sudah memutuskan untuk bercerai dari istriku. Masalah di rumah semakin runyam. Aku memutuskan untuk tidak kembali ke rumah. Berhubung aku belum memiliki anak. Jadinya tidak ada masalah sama sekali,” jelas William.
“Semuanya Itu terserah kamu. Aku tidak akan ikut campur dalam rumah tanggamu. Aku tahu bagimu ini sangat menyusahkan buat hidupmu. Yang terjadi biarlah terjadi. Kalau kita kembali ke Indonesia. Coba kamu tanyakan kenapa istrimu menceraikanmu,” pesan Asmoro yang membuat William menganggukkan kepalanya.
Meskipun Asmoro cuek terhadap para pengawalnya. Asmoro sering sekali memberikan sebuah pesan. Pesan itu berisikan perdamaian. Agar mereka tidak bertengkar ketika waktu tugas tiba.
Melihat sang asisten cadangannya lusuh, Asmoro sendiri tidak tega melihatnya. Asmoro hanya bisa berdoa agar masalah William cepat selesai.
Asmoro memutuskan untuk kembali lagi ke ruangan kerjanya itu. Ia akan menghubungi Agatha melalui virtual untuk membicarakan kasus ini. Cepat atau lambat kasus ini akan meledak begitu saja.
Beberapa saat kemudian sambungan itu sudah menyala. Asmoro melihat Agatha yang sedang makan tahu hoki. Yang di mana tahu hoki itu adalah produksi milik Anita.
“selama kamu berada di Indonesia. Kamu memiliki hobi baru lagi,” ledek Asmoro kepada Agatha.
“Aku memang memiliki banyak hobi. Tapi aku tidak pernah menonjolkannya kepadamu. Bisa-bisa hobi aku kamu tertawakan dengan kencang,” jawab Agata.
__ADS_1
“Apa yang telah terjadi di Jakarta?” tanya Asmoro sambil menggelengkan kepalanya melihat Agatha makan dengan lahap.
“Banyak sekali masalah yang harus kita hadapi bersama. Aku sekarang paham Kenapa mereka sangat berani sekali untuk menjelek-jelekkan putriku itu,” jawab Agatha.
“Mereka sengaja berlindung di bawah perintah liam. Kamu pasti tahu siapa dia sebenarnya,” tanya Asmoro.
“aku sudah mengetahuinya. Dia adalah seorang pembisnis licik dan kotor. Di bawah tanah juga dia sering bermain curang. Banyak sekali kepala gangster yang berasal dari Tokyo sering mengeluhkan dia. Bahkan mereka langsung memutuskan hubungan pekerjaan. Mereka tidak mau berhubungan dengan Liam,” jelas Agatha.
“aku sudah menduganya itu. Sedari dulu dia memang selalu berbuat curang ketika bisnis. Aku sudah diberitahukan oleh Pablo Alvaro. Dia juga sama seperti Liam. Bedanya adalah kalau Pablo adalah seorang mafia kejam tapi bisa menahan dirinya. Kalau dia tidak pernah menahan dirinya dan selalu saja menyerang orang-orang tidak berdosa sama sekali,” jelas Asmoro.
“Ya aku paham itu. Aku juga mengenal Pablo dengan baik. Dia sering pergi ke Tokyo demi melakukan kerjasama dengan perusahaanku itu,” sambung Agatha.
“Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk saat ini?”
“Aku memang sengaja melindunginya. Aku berharap masalah ini cepat selesai. Mata-mataku sudah memberitahukan bagaimana yang akan mereka kerjakan. Berhubung Stella belum hamil, Stella akan turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini satu persatu dengan bantuanku,” jawab Asmoro.
“Kalau begitu ya sudahlah. Kalian harus tampil di depan umum. Biar semua orang mengakui kalau kalian sudah menikah,” pinta Agatha.
“Tenang saja. Aku pasti melakukannya dengan terbaik. Aku tidak akan membiarkan Putri kesayanganmu itu menderita lagi. Sudah seharusnya Stella bahagia demi meraih kehidupannya di masa depan,” ucap Asmoro.
__ADS_1
“Apakah kedua putriku tidak berantem?” tanya Agatha yang khawatir sekali Jika mereka berdua bertengkar.
“Mereka tidak pernah bertengkar sama sekali. Mereka sangat kompak untuk memecahkan masalah demi masalah di dalam kehidupan kami. Jujur kedua putrimu itu sangat cerdas sekali. Mereka langsung mengambil keputusan dan membuat banyak orang bahagia,” jelas Asmoro.
“Kapan kalian akan pulang ke rumah?” tanya Agatha.
“Kami akan pulang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Kami juga sedang mengadakan liburan untuk berkeliling Manchester,” jelas Asmoro.
“Terserah kamu. Aku hanya memintamu untuk menjaganya dan tidak menyakitinya. Jika kamu sudah tahu semuanya. Kemungkinan besar Stella akan aman bersamamu. Aku yakin kamu bisa menghempaskan mereka. Karena kamu tidak menyukai kesombongan mereka,” pinta Agatha.
“Akan aku lakukan dengan baik agar putrimu tidak kecewa sama aku,” sahut Asmoro.
“lebih baik aku berpamitan kepadamu. Aku ingin tidur di jam-jam awal. Besok pagi ada pekerjaan yang harus aku analisis satu persatu,' pamit Agatha.
Asmara menganggukkan kepalanya dan mematikan PC-nya itu. Lalu Asmoro duduk di kursi kebesarannya sambil membaca isi artikel itu. Sudah beberapa kali Asmoro membacanya. Asmoro baru paham tentang kegiatan Patty.
Ceklek.
Pintu terbuka.
__ADS_1
“Apakah kamu sudah selesai?” tanya Stella yang sedang membawa potongan buah apel lalu disodorkan kepada Asmoro.