Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Semuanya Menjadi Aneh.


__ADS_3

"Pokoknya Alexa nggak boleh ikut dalam misi itu. Dia harus tetap di Mansion sambil menjaga ketiga cucuku. Dan aku juga tidak mau kalau Alexa menerima takdirnya yang sulit diterima di luar nalarnya," jawab Gio yang tidak mau Sang Putri ikut-ikutan menumpas Exodus.


"Kamu nggak boleh keras kepala seperti itu Gio. Yang namanya takdir harus dijalankan. Jangan pernah mencoba mengelak takdirmu. Aku pun juga sama. Aku juga ditakdirkan untuk ikut menghancurkan mereka. Apakah kamu akan melarangku? Inilah yang menjadi pertanyaan yang sulit buat aku. Aku sendiri juga bingung sampai saat ini," ucap Winda sambil menghempaskan bokongnya di samping Gio.


"Jika Guntur bercerita kalau Alexa adalah seorang putri yang sangat bandel. Hampir setiap hari Putri itu selalu membuat kekacauan di kerajaan. Dan itu membuat diriku ketar-ketir. Wajahnya Sang Putri itu sama Alexa mirip sekali. Jujur aku tidak mau itu," kesal Gio.


"Nggak perlu kesal. Nikmatilah saja hidupmu. Kita akan mendapatkan satu jawaban atas takdir yang sedang berjalan saat ini," ucap Winda. "Kamu benar. Nanti akan ada meeting bersama Asmoro."


"Pasti produk baru yang akan segera meluncur," sahut Winda.


"Yups itu benar. Aku berharap produk baru itu bisa menjangkau dari kalangan atas hingga bawah. Meskipun bahannya sederhana tapi biskuit itu sangat enak sekali," ucap Gio yang berharap produknya laris manis di pasaran.


"Iya itu benar. Resep itu Alexa yang membuatnya. Kata Mama Linda, Alexa sengaja membuat biskuit itu ketika sedang marah sama Martin. Aku tidak bisa membayangkan. Bagaimana menderitanya Alexa ketika menikahi Martin? Padahal Martin saat itu memiliki jiwa selingkuh yang parah," ujar Winda dengan serius.


"Tapi untunglah. Sekarang Martin sudah sadar dari penyakitnya itu. Bahkan Martin sendiri sudah tidak mau selingkuh lagi. Dia sekarang memiliki prinsip yaitu mencintai satu wanita hingga akhir hayat," kata Gio yang mengingat perkataan Martin ketika sedang duduk berdua di taman.


"Syukurlah," puji Winda yang teringat akan markasnya. "Bagaimana kabar markas kita?"


"Aku sudah mendapatkan kirimannya. Markas kita sudah hancur dan rata dengan tanah. Ditambah lagi dengan banyak mayat yang berserakan di sana. Mereka yang menjadi mayat adalah musuh yang ingin menyerang markas yang sudah diprogram menjadi zombie. Inilah yang jadi pertanyaannya. Dari mana mereka mendapatkan bahan obat-obatan itu sehingga mereka bisa menjadi zombie?" tanya Gio yang melipat korannya.


"Apakah aku harus mencari tahu?" tanya Winda yang penasaran juga dengan obat-obatan itu.

__ADS_1


"Kamu nggak usah mencari di mana obat-obatan itu berada. Lagian juga Raka sama Ibra masih meneliti obat-obatan itu. Mungkin butuh waktu yang lama. Karena mereka sengaja memakai bahan-bahan dari tumbuhan yang langka di dunia ini," jawab Gio yang membuat Winda menganggukkan kepalanya.


"Atau juga memakai bahan-bahan beracun? Jika itu terjadi kemungkinan besar mereka bisa mati konyol dengan cepat," tanya Winda.


"Mereka itu tidak memperdulikan kalau para pengawalnya mati dengan konyol. Mereka itu sangat hebat sekali. Mereka mengkloning pengawal itu menjadi banyak dengan obat yang telah tercipta," jawab Gio yang mendapatkan informasi itu dari Guntur.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Winda.


"Aku ingin tahu siapa keturunan Raja Noe itu? Sampai sekarang Guntur tidak pernah memberitahukannya. Kata Guntur si raja Noe itu sedang merayu keturunannya agar bisa ikut dalam misi ini," jawab Gio.


"Inilah yang membuat kita menjadi aneh. Kalau begitu ya sudahlah. Jika Alexa ditakdirkan ikut bersama. Kemungkinan besar anak-anak kita bisa dititipkan kepada Mama Linda maupun Papa James. Mereka sangat menyayangi tiga kurcaci itu," minta Winda yang mendapat anggukan dari Gio.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Winda. Mau tidak mau Sang Putri harus bergabung dalam rencana itu. Lalu bagaimana dengan Martin? Martin juga akan ikut serta dalam bagian penyerangan besar-besaran Exodus. Jika mereka sudah sempurna. Bisa dikatakan Exodus akan terancam nyawanya. Mau tidak mau mereka harus meninggalkan bumi ini.


"Putri," panggil seorang gadis yang sedang memakai pakaian kerajaan.


Alexa yang baru saja masuk ke dalam kamar terkejut. Ia mendengar suara lembut dari seorang perempuan. Lalu Alexa menutup matanya untuk tidak melihat ke arah gadis itu.


"Siapa kamu?" tanya Alexa yang masih tidak mengangkat wajahnya.


"Ah iya... Selama ini saya selalu membuntuti anda kemanapun pergi. Saya memang sengaja karena mengemban tugas untuk menarik Putri ke dalam misi tertentu," jawab gadis itu.

__ADS_1


"Kamu kan hantu. Kenapa kamu memintaku untuk melakukan misi tertentu? Memangnya kamu pernah membuntutiku? Jika pernah apa buktinya?" tanya Alexa dengan tegas lalu mengangkat wajahnya dan menatap wajah gadis itu.


Sontak saja Alexa terkejut melihat wajah gadis itu. Jujur ia mengingat film yang di mana mengangkat tema kerajaan. Alexa merutuki kebodohannya sambil memaki gadis itu. Ia tidak ingin terlibat dalam misi tersebut.


"Putri, kami dari kerajaan Noe. Kami ditugaskan dari kerajaan langit untuk mencari keturunan para petinggi kerajaan Noe. Satu persatu kami sudah menemukan siapa saja yang bisa membumihanguskan orang-orang bermuka muram dan ingin menguasai dunia," ucap Sang Putri.


"Jangan konyol seperti itu. Aku adalah seorang Alexa yang hidup pada zaman modern ini. Aku sendiri tidak paham tentang kerajaan Noe," ujar Alexa secara blak-blakan.


"Jangan khawatirkan soal itu. Putri bisa mencari situsnya di internet. Bukankah internet itu menyediakan banyak informasi secara lengkap? Anda bisa menemukan para petinggi kerajaan tersebut," ucap Putri itu.


"Aku akan memberitahukan Kamu sesuatu. Aku tidak akan ikut dalam misi apapun. Kamu tahu kan kalau aku memiliki dua putra dan satu Putri. Jika aku ikut kalian. Itu tidak mungkin karena aku harus merawat mereka," sahut Alexa dengan kesal.


"Tenang saja nyonya. Kami akan melindungi anak putri. Secara Kami adalah makhluk yang belum bisa menyempurnakan untuk menjadi manusia. Tapi kami berusaha untuk menyempurnakan tubuh kami menjadi manusia sempurna. Ditambah lagi kami memiliki kekuatan super. Yang di mana akan disalurkan ke orang-orang terpilih. Jika anda menolaknya. Kami tetap mengajak Nona menjadi putri kami. Jika mereka sudah tidak ada di muka bumi ini. Kami akan menghilang dan bisa hidup tenang di alamnya. Sebagai gantinya kalian akan menjadi duta perdamaian di muka bumi ini," jelas sang putri yang membuat Alexa menarik rambutnya.


"Maafkan Aku. Aku tidak peduli dengan masalah itu. Lebih baik aku akan hidup normal ketimbang menjadi utusan kalian. Bilang sama rajamu atau siapalah itu. Aku tidak akan pernah mau ikut dengannya. Aku masih ingin menikmati hidupku dan merasakan menjadi manusia normal," jelas Alexa sambil menolak keinginan Sang Putri itu.


"Maafkan kami Putri. Anda tidak bisa menolak keinginan itu. Karena cepat atau lambat Putri akan dinobatkan sebagai anggota khusus untuk membantai orang-orang yang serakah ingin menghancurkan bumi ini," ucap Sang Putri yang tidak mempedulikan Alexa menolaknya.


"Sepertinya kita memiliki jiwa yang sama. Kamu sama aku adalah pemaksa yang unggul," kesal Alexa.


"Ya itu benar putri," celetuk Sang Putri.

__ADS_1


"Ha?" tanya Alexa yang matanya sambil melotot melihat putri kerajaan itu.


__ADS_2