Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejeniusan Asmoro.


__ADS_3

"Nanti sore kami akan pergi ke Manchester," jawab Adelia. "Kami ingin pergi ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu."


"Kalau kamu ingin pergi, pamitlah kepada mama. Biar Mama kamu enggak khawatir," ucap Agatha yang sedang memperingatkan Adelia. "Jangan lupa kamu ajak Stella."


"Baik pa," balas Adelia tersenyum manis,


Adelia memutuskan untuk keluar. Ia segera mencari keberadaan Stella. Namun ia tidak menemukannya sama sekali. Ia akhirnya menghubungi Stella.


Sebelum teleponnya tersambung, Stella masuk ke dalam. Ia mematikan ponselnya dan menaruhnya di atas nakas.


Adelia mendekati Stella dan menariknya untuk mencari keberadaan Anita. Stella yang belum siap hanya bisa menahan kehebohannya sang adik. Ia memegang tangan Adelia sambil bertanya, "Ada apa sih?"


"Kita harus pergi menemui Mama terlebih dahulu sebelum pergi ke Manchester," jawab Adelia yang berhenti dan melihat Stella.


"Apakah kamu ikut?" tanya Stella yang mengerutkan keningnya.


"Aku memang sengaja mengajaknya. Biar kamu tidak kesepian untuk menunggu Kak Asmoro pulang," jawab Ian yang mendekati mereka.

__ADS_1


"Syukurlah. Kamu ikut dengan kami," ucap Stella dengan penuh senyum yang manis.


"Iya. Kamu benar. Aku sengaja membawanya ke Manchester. Aku memang ingin mempelajari bisnis. Suatu hari nanti kalian akan menjadi pemimpin baru di perusahaan Ayashi," sahut Ian yang tersenyum manis.


"Ya sudah kalau begitu. sebelum berangkat, kita akan berpamitan sama mama terlebih dahulu," pinta Adelia yang sengaja mengajak Stella untuk meminta izin terlebih dahulu.


"Baiklah... aku setuju akan hal itu," jelas Stella menganggukan kepalanya.


Mereka akhirnya mencari keberadaan Anita. Namun saat ini mereka tidak menemukannya sama sekali. Ia baru sadar kalau Anita sedang berbelanja di bawah. Mau tidak mau mereka akan menunggu Anita datang.


Sedangkan Asmoro baru saja datang. Ia langsung bergabung dengan Kakek Yamato dan juga Yamada. Belum sempat duduk, Agatha menyuruhnya ikut dengannya. Asmoro akhirnya menyetujuinya bersama Ian.


"Maaf pa. Aku tidak mau bekerja di bawah orang lain. Aku sudah biasa bekerja sendiri. Soal Stella maupun Adelia, Kami memang sengaja melakukannya. Tujuan utamanya hanya demi melindungi harga diri masing-masing. Aku ingin menjadikan Stella sebagai wanita berkelas. Wajahnya bercampur dengan Jepang membuat Stella semakin cantik. Tapi Stella adalah milikku. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Aku akan menjadikannya sebagai ratu di dalam hatiku," tutur Asmoro yang tidak ingin melepaskan Stella sedikitpun.


"Aku tahu itu. Jangan kamu sia-siakan putriku. Oh ya buat kalian berdua. Jika kalian pergi ke pusat perbelanjaan. Jagalah mereka. Aku tidak mau mereka bertemu dengan Patty. Aku tahu setiap pertemuan pasti menyisakan rasa sakit hati kepada Stella. Jangan sampai anak itu tahu kalau Stella memiliki kembaran. Aku yakin jika tahu, mereka akan menyerang kita habis-habisan," jelas Agatha.


"Oh ya, aku mendapatkan informasi kalau Tutik dan Patty akan bekerja sama dengan Liam. Mereka ingin menghancurkan putrinya itu. Yang di mana putrinya itu ingin memecah belah Exodus. Menurut berita itu sangat bagus sekali. Mengingat dunia bawah tanah sedang terguncang gara-gara cairan berwarna biru yang bisa membuat manusia menjadi zombie secara mendadak. Tapi putra putrimu jiwanya terancam. Aku mengatakan itu karena mereka masih ingin menggugat Kurumi. Salah satu dari kita harus mengakuisisi perusahaan tersebut. Jika tidak mereka akan selalu menjadi bayang-bayang Stella," ucap Asmoro.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu. Lebih baik kamu gabung saja Kurumi dengan perusahaanmu. Cepat atau lambat kita semakin terdesak dengan masalah ini. Kalau kita nggak cepat-cepat bergerak, mereka akan bergerak lebih dulu dan menghancurkan anak-anakku," jawab Agatha langsung mengambil keputusan saat ini juga.


Setelah mendapatkan kabar tentang Kurumi, perasaan Agatha Sama persis dengan Asmoro. Mereka tidak bisa membiarkan ini terjadi. Agatha tidak terlalu lambat untuk mengurusi perusahaan ini. Tapi ia sedang mencari celah untuk mengeksekusi perusahaan tersebut.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Tanya Agatha.


"Beberapa anak perusahaanku yang berada di Manchester sangat mengkhawatirkan. Beberapa orang dari divisi tertentu telah menggelapkan dana sebesar lima belas juta poundsterling. Itu yang ditemukan. Sepertinya masih ada lagi uang itu. Makanya sore ini aku mengajak Stella dan Adelia agar bisa belajar. Jujur, masalah ini sangat berantakan sekali. Mengingat aku jarang sekali pergi ke sana dan mengecek semuanya," jelas Asmoro.


"Semuanya itu tidak jadi masalah. Ya sudah kalau begitu. Pedoman ini kita tutup. Soal ekonomi kita bicarakan setelah kamu pulang dari Manchester," sahut Agatha.


"Baiklah aku setuju akan hal itu. Aku juga tidak ingin berlama-lama membiarkan gurumu menderita seperti itu. Aku berencana memasukkan Kurumi ke Snowden Grup. Mereka bertiga tidak akan berani mengusik perusahaan tersebut. Jika berada di tangan papa sendiri. Nanti aku suruh Imron untuk membuatkan antivirus. Dengan adanya anti-virus, kita bisa membuat ternak yang banyak. Hal ini bisa membuat penyerangan secara mendadak," jelas Asmoro.


"Kenapa kamu tidak digabungkan ke S&T? Untuk saat ini perusahaan itu sangat cocok sekali masuk ke dalam perusahaan," ucap Agatha.


"Nggak semudah itu kali Pa. perusahaanku bukanlah Perusahaan terbesar di Indonesia. Aku belum berani untuk Kurumi gabung dalam satu wadah. Alasannya hanya klise. Seperti biasa mereka akan mengusik kehidupan Stella maupun Adelia. Inilah yang jadi pertanyaanku untuk saat ini. Lebih baik aku alihkan saja ke perusahaannya Martin atau juga perusahaan milik Kak Gio. Kedua perusahaan itu sangat kompeten untuk saat ini. Terserah papa mau pilih yang mana. Tapi dengan satu syarat. Papa harus mematuhi kerjasama yang telah aku buat. Peraturan itu sangat ringan sekali. Aku berjanji tidak akan memberatkan Papa maupun lainnya. Anggap aja itu adalah sebagai formalitas saja. Jika semuanya sudah sukses, dan mereka lari tunggang langgang tidak memiliki apa-apa. Aku akan memisahkan Kurumi dengan perusahaanku sendiri," jelas Asmoro.


Semua yang dimiliki oleh Agatha sangat cukup. Namun untuk saat ini semua perjanjian itu sangat penting. Mereka tidak akan mengusiknya lagi. Karena sang pemilik perusahaan sudah datang dan memutuskan untuk menutupnya.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan Anita? Anita sendiri berharap semuanya bisa berjalan dengan lancar. Anita sangat ketakutan sekali Jika membahas Kurumi.


Namun Anita tidak boleh menyerah dan mempersiapkan segalanya. Anita akan merapatkan di barisan milik Agatha. Jujur, saat ini Anita belum pernah merasakan kalau dirinya sangat khawatir sekali.


__ADS_2