
"Aku sadar. Aku tidak tidur melakukannya. Tapi kamu sangat kejam sekali padaku. Masa orang hanya melihat itu kamu langsung membawaku ke sini? Bukannya kita berada di kantor?" Tanya Stella yang memakai bajunya.
"Terserah kamu. Aku hanya ingin membawamu ke puncak bahagia. Dan kamu sangat bahagia sekali malam ini. Kalau soal kantorku tidak usah kamu urusi. Lebih baik kamu di sampingku dan kita bersenang-senang bersama," jawab Asmoro sambil tersenyum manis.
"Bukannya begitu. Kamu kan bilangnya habis dari bandara langsung menuju ke perusahaan. Kenapa tiba-tiba kamu mengajakku ke sini? Ini sangat aneh sekali bagi kita. Ya sudah deh aku lelah sekali hari ini. Aku ingin tidur. Kamu nggak perlu menggangguku lagi. Karena kamu sudah menghabiskan banyak energiku sore-sore hingga malam seperti ini," tegas Stella yang memberikan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan matanya.
Asmoro tidak takut dengan ancaman Stella. Dirinya hanya tersenyum bahagia karena mendapatkan ancaman seperti itu. Bahkan nyalinya cukup kuat dan membiarkan dirinya tetap mendekati Stella.
Betapa bahagianya malam ini. Ia langsung melakukan selebrasi. Yang dimana Asmoro mulai melakukan hal yang lebih gila lagi.
Beberapa hari kemudian, mereka memutuskan untuk pulang ke Jakarta. tak terasa hampir dua minggu mereka menghabiskan waktu di Manchester.
Ada baiknya mereka melakukan apa yang telah harus dilakukan. Para pria mengajarkan mereka bagaimana caranya memegang senjata dengan baik? Meskipun deg-degan mereka sangat antusias sekali memegang pistol tersebut terutama si kembar.
Namun selama ini mereka tidak mengetahui kalau dirinya sangat berbakat memegang senjata. Mereka sangat bahagia ketika pertama kali menembak tepat sasaran.
Sesampainya di Jakarta, mereka langsung bertemu dengan Agatha. Kedua wanita itu sangat bahagia dan tidak melepaskan Agatha sedetikpun.
"Ish... kalian ini. Bukannya berganti pakaian malah memeluk papa," kesal Hatori.
"Dih, kesal abang Hatori," ledek Stella.
"Mandi dulu sana. Lepaskan dulu Papa sana. Nanti papa pingsan mencium aroma tubuh kamu," ledek Hatori lalu meninggalkan mereka agar tidak terkena omelan kedua adiknya itu.
__ADS_1
"Abang mah memang begitu. Bilang aja pengen dipeluk sama kita. Kenapa pakai kabur segala?" tanya Stella sambil melantangkan suaranya.
Hatori terkekeh mendengarnya. Memang benar yang dikatakan oleh Stella. Dirinya juga ingin dipeluk oleh kedua adiknya itu. Berhubungan Adelia dan Stella sangat merindukan Agatha. Maka Agatha lah pria yang sangat beruntung sekali bisa dipeluk oleh ketiga wanita sekaligus.
"Eh kalian ini. Pulang-pulang nggak meluk mama. Pulang-pulang meluk papa. Apakah kalian tidak cinta lagi sama mama?" tanya Anita sambil bersenda gurau.
Mereka pun tertawa dan memeluk Anita. Mereka berbagi cerita sambil bersenda gurau. Sedangkan Asmoro berada di apartemennya sendirian. Ia tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan istrinya sekarang. Ia berharap istrinya segera mengandung benih supernya itu.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Seorang pria sedang membawa beberapa dokumen. Pria itu mendekati Asmoro dan memberikan dokumen tersebut kepadanya.
"Syukurlah. Masalah bisa teratasi dengan mudah. Pak Kevin memang sengaja melakukannya demi menghidupi Patty. Itu motif utamanya," jelas Asmoro.
"Memang susah sih Kalau bertemu dengan orang-orang seperti itu. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja ketika mengunjungi Manchester. Untungnya aku selalu memantaunya dari sana. Sebelum kalian tahu aku sudah mengetahuinya. Aku biarkan saja terlebih dahulu. Tapi ini sangat keterlaluan sekali. Terpaksa aku meminta kalian untuk membantuku sementara waktu," sambung Asmoro.
"Bagaimana kabar Manchester? Apakah ada masalah berat di sana?'' tanya Martin.
"Masalahnya hanya miskomunikasi saja. Paman Al sangat merindukan aku. Jadi dia memanggil keponakanku yang bernama Boni. Mereka sepakat melakukan kerjasama dengan baik. Boni sengaja mengambil beberapa dokumen di perusahaanku itu. Tapi Stella yang mengambil semuanya. Kemarin aku bertemu dan menanyakan akan hal itu. Boni berkata Dia hanya ingin membantu Paman Al," jelas Asmoro yang melihat dokumen-dokumen tersebut.
"Kamu benar. Sebenarnya mereka tidak ingin jahat kepadamu. Kalau sudah jahat pamanmu akan melakukannya sedari dulu. Bahkan pamanmu tidak memperdulikan atas nasib hidupmu. Buktinya sekarang pamanmu benar-benar merindukanmu dan ingin bertemu. Kamu sangat beruntung sekali memiliki paman yang sangat baik sekali," puji Martin.
__ADS_1
"Ada berita apa di Jakarta?" tanya Asmoro.
"Pak Kevin sudah mendekam dalam penjara. Istrinya meninggal karena sudah tidak kuat menahan kelakuan bejatnya pak Kevin. Ada satu fakta dari anak-anaknya pak Kevin. Diam-diam Patty sering datang ke rumahnya pak Kevin. Mereka bilang dia selalu membuat masalah besar. Istilahnya dia itu pandai menyakiti orang. Sampai sekarang mereka tidak akan pernah mau memaafkan kelakuannya dia," jelas Martin.
"Ya gitu deh. Pokoknya kalau ada orang susah mereka sangat bahagia sekali. Aku lebih kasihan istrinya pak Kevin daripada pak Kevin nya sendiri. Aku nggak habis pikir tentang semuanya ini. Sebelum sakit-sakitan istrinya selalu menyapaku di kantor. Bahkan istrinya itu memiliki jiwa lemah lembut dan keibuan. Jarang ada seorang wanita yang memiliki jiwa seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi. Aku doakan semoga beliau baik-baik saja di atas sana," kata Asmoro sambil mendoakan kepergian istrinya pak Kevin dengan tulus.
"Terus Liam sekarang kabur ke negaranya. Liam sudah tidak mau lagi bekerja sama dengan Patty maupun Tutik," ujar Martin yang menghempaskan bokongnya di atas sofa empuk.
"Kenapa memangnya? Kok tiba-tiba saja nyalinya ciut seperti melihat hantu," tanya Asmoro yang mengerutkan keningnya.
"Dia adalah buronan dari beberapa klan di Jepang. Sekarang Kak Agatha sedang mengejarnya. Setelah mengetahui kalau mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan. Liam langsung kabur. Liam tidak akan kembali ke sini kecuali Kak Agatha kembali ke negaranya. Informasi ini aku dapatkan dari Kak Agatha sendiri," beber Martin yang sengaja membuka kedok Liam.
"Ternyata ini sangat mengasyikkan jika aku mengejar dia. Bisa jadi aku akan memberikannya ke Papa mertuaku itu dengan cuma-cuma. Aku sudah lama tidak berburu orang-orang seperti Liam. Ah rasanya aku akan mengajak Stella untuk berburu," ucap Asmoro dengan semangat.
"Apakah kamu tahu kalau Stella adalah titisan dari klan Kanagawa?" Tanya Martin yang bergidik ngeri ketika menyebut nama clan tersebut.
"Aku tahu itu. Tapi aku sengaja tidak mengatakan kepada siapapun. Tinggal diprovokasi saja Stella langsung maju dan menghajar mereka habis-habisan," puji Asmoro.
"Sepertinya kamu harus mendampinginya dan memberikan pemahaman terhadap dunia bawah tanah. Jangan sampai setelah menjadi lady mafia seperti Alexa," ringis Martin yang membayangkan Stella berubah menjadi lady mafia.
"Kamu kapok yah memiliki Alexa yang benar-benar tangguh dan tidak menyerah sedikitpun?" Tanya Asmoro sambil meledek Martin.
"Aku nggak menyesal. Tapi istriku itu orangnya sangat mandiri sekali. Apa-apa beli sendiri nggak pernah memakai uangku. Lalu aku kerja buat apa?" tanya Martin.
__ADS_1