
Hatori langsung meninggalkan ruangan Agatha. Sebelum ke ruangannya, Agatha memutuskan untuk ke pantry. Dirinya sengaja untuk tidak memanggil office boy maupun office girl. Karena ia adalah seorang pria yang ingin mandiri tanpa harus meminta tolong kepada siapapun. Jika dirinya belum sibuk sama sekali.
Langkah menuju pantry tidaklah jauh. Saat ingin masuk ke sana, Hatori mendengar ada seorang pria bersama seorang wanita sedang berada di dalam sana. Ketika tangannya memegang knob pintu, ia tidak sengaja mendengar percakapan kedua orang itu.
Tanpa sengaja Hatori mendengar dan mengenal betul wanita itu. Ia mengerutkan keningnya sambil menempelkan telinga di pintu pantry tersebut.
"Patty," panggil Pak Kevin.
Ternyata kedua orang itu adalah Patty juga pak Kevin. Ia sendiri merasakan jantungnya berdetak kencang. Seharusnya Patty sudah tidak boleh diizinkan masuk. Namun Patty bisa masuk dengan mudahnya setelah dipecat dari perusahaan ini.
"Kok ada Patty ya di sini? Padahal dia Sudah dipecat dari perusahaan. Seharusnya dia tidak boleh memiliki akses masuk ke perusahaan ini," batin Hatori dengan janggal.
Hatori memilih untuk diam dan mendengarkan kata-kata dari pak Kevin untuk Patty. Ia hampir melupakan ada sebuah alat di kantong celananya itu. Ia sengaja menempelkan alat itu di atas ventilasi udara. Untung saja tubuhnya sangat tinggi sekali bagai tiang listrik. Setelah itu Hatori memutuskan untuk tidak masuk ke sana. Ia langsung menuju ke ruangannya sambil tersenyum iblis.
__ADS_1
"Firasatku mengatakan kalau wanita ular itu masuk dengan mudah karena ada pak Kevin. Aku harus melaporkan ini ke Papa terlebih dahulu. Aku yakin ini tidak ada yang beres sama sekali. Bahkan mereka akan merencanakan sesuatu untuk memuluskan aksinya yaitu membunuhku. Tapi mereka tidak tahu siapa diriku sebenarnya. Aku tidak mengatakannya. Karena aku sendiri memilih untuk diam," batin Hatori yang sudah masuk ke dalam ruangannya sambil meraih tabnya.
Di ruangannya itu, ia mengakses alat kecil itu. Yang di mana alat kecil itu adalah kamera pengintai yang sering dipakai oleh Klan Kanagawa. Beruntung sekali Hatori mendapatkannya. Karena Agatha maupun Yamato sedang menggembleng Hatori mulai dari kemarin.
Hatori memang sengaja membiarkan tabnya menyala. Karena ia sudah menyambungkan ke alat pengintai tersebut. Pak Kevin dan Patty tidak mengetahui kalau dirinya sedang direkam oleh Hatori.
Diam-diam Hatori memperhatikan gerak-geriknya. Ia mendengarkan dengan jelas pembicaraan mereka. Ternyata uang lima miliar itu lenyap karena diambil oleh pak Kevin semalam tadi. Beruntung hari ini ia mendapatkan mukjizat dari yang kuasa. Tak butuh waktu lama dan berhari-hari untuk memecahkan kasus seperti ini. Baginya ini hanya kebetulan saja.
Matanya masih memandang mereka berinteraksi. Yang lebih parahnya Pak Kevin memegang area sensitif milik Patty. Jujur baginya ini kurang sopan. Karena mereka melakukannya di kantor.
Malam yang cerah di kota Jakarta. Hatori yang selesai mengerjakan tugas-tugasnya memutuskan untuk menemui Agatha. Ia membawa tab-nya dan melihat Anita sedang menonton televisi.
"Mama lagi apa?" tanya Hatori yang sengaja mampir dulu dan duduk bersama Anita.
__ADS_1
"Mama sedang melihat televisi," jawab Anita sambil memandang wajah Hatori.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Mama?"
"Tentu boleh. Memangnya apa yang harus kamu tanyakan? Selama bekerja kamu tidak memiliki waktu untuk mama kecuali hari libur."
"Ya beginilah ma kalau mencari uang. Aku sudah tidak kaget lagi. Karena dulu sering banget Aku pulang malam dan tidak pernah pulang sama sekali. Pekerjaan aku banyak sekali ma. Tapi aku tidak bekerja di kantoran seperti ini. Aku lebih memilih bekerja sebagai satpam di perusahaan. Jadinya ya aku harus bersiap-siap untuk mendapatkan shift malam secara dadakan," jelas Hatori.
"Kalau begitu Jangan lupakan makan dan vitaminnya. Jangan sampai lelah. Kalau sudah lelah berhenti dulu dan istirahat. Mama tahu kalau Asmoro adalah bos yang sangat baik sekali. Bahkan Asmoro sendiri mengerti kesusahan karyawan maupun karyawati nya," pesan Anita sambil tersenyum tulus.
"Kapan kita ke Jepang ma?" tanya Hatori yang sudah tidak sabar tinggal di Jepang.
"Tanyakan saja pada ayahmu. Mama juga masih ingin di sini terlebih dahulu. Sebab Mama ingin balas dendam untuk menghilangkan rasa sakit di hati. Ditambah kematian Kakek nenekmu karena Tutik," jawab Anita yang membuat putranya terkejut.
__ADS_1
"Apa maksudnya? Apakah orang itu yang membunuh nenek dan kakek?" tanya Hatori yang tiba-tiba saja sedih.