
"Ya... aku memang salah membuat kamu tangguh. Aku ingin kamu menjadi wanita yang sangat lembut dan penuh perhatian kepadaku," jawab Asmoro.
"Itu pasti.Itu adalah kodratnya seorang wanita. Aku ingin sekali menjadi wanita utuh untuk kamu," jelas Stella.
"Kamu sudah menjadikan aku pria utuh. Kamu enggak tahu betapa sakitnya hatiku ini. Jika ada yang mengatakan kalau diriku g*y. Aku adalah pria normal yang sangat ingn membutuhkan belaian seorang wanita," ungkap Asmoro yang sengaja mendekati Stella.
"Kamu sangat hebat sekali. Bisa menahan itu semuanya penuh kesabaran. Pria seperti kamu memilih menjadi seorang pria nakal dan mencari belaian banyak wanita," puji Stella.
"Ya... kamu benar. Tapi aku enggak begitu. Aku bisa mengatasinya dengan banyak bekerja. Aku sendiri orangnya gila kerja. Aku tidak menampik akan hal itu. Banyak sekali orang-orang memperingatkanku untuk segera menikah. Karena di masa tua adalah masa dimana seorang yang sudah menjadi dewasa dan memutuskan untuk berhenti bekerja. Jika hari libur kita bisa membuat acara kemana dengan banyak cucu dan anak," beber Asmoro.
"Jangan pernah menyesali keadaan. Aku tidak ingin kamu menyesali apa yang kamu rasakan sekarang. Memang hampa sih perasaan kamu saat ini. Tapi aku mencoba masuk ke dalam dan mengisinya dengan sejuta cinta. Soal anak nanti kalau Tuhan sudah mengizinkan kita," bisik Stella sambil mengelus-elus kepala Asmoro.
"Apakah kamu menyesal menikah dengan aku?" tanya Asmoro yang takut Stella menyesal menikah.
"Enggak ada penyesalan sama sekali. Kamu sudah menyelamatkan aku dalam masalah besar. Kamu sudah menarik aku dalam lembah perbudakan milik Patty. Kamu sudah memberikan aku hidup yang layak. Tapi awalnya kita bertemu kamu sangat enggak sopan sekali sama perempuan lemah," jawab Stella.
"Kamu sudah tahu kan aku bagaimana?Harap maklum kepada pria yang penuh dengan es bat di relung hatiku ini," ledek Asmoro.
"Aku tahu rasanya patah hati bagaimana? Jadinya aku sendiri sudah memahami betul apa yang kamu rasakan. Meskipun aku enggak pernah pacaran sama sekali," jelas Stella.
'Kamu itu sangat cerdas sekali. Memang keturunan Klan Kanagawa adalah keturunan orang-orang sakti dan penuh kecerdasan,' puji Asmoro.
__ADS_1
"Sepertinya. Aku tidak mengetahui tentang Klan Kanagawa tersebut. Aku hanya mengetahuinya dari kamu,' ungkap Stella yang baru mengerti tentang dinasti Klan Kanagawa.
"Banyak yang mengatakan kalau Klan Kanagawa memang cerdas. Seluruh orang sedang menantikan kehadiran kalian. Sepertinya aku akan mengizinkan kamu untuk hadir dalam Klan Kanagawa. Karena aku sengaja membuat kamu seorang yang sangat penting," ucap Asmoro.
"Kamu ini sangat aneh sekali. Bukankah kalau wanita sudah menikah harus di bawah perintah suami?" tanya Stella sambil memeluk kepala Asmoro.
"Disuruh diam di dalam mansion malah kabur dan memberikan obat tidur. Bagaimana ceritanya seorang mafia dikerjai istrinya sendiri? Jujur hal ini sangat aneh sekali. Bahkan saking anehnya sang mafia bisa dibuat tunduk sama istrinya sendiri," kesal Asmoro.
"Ya... kalau kamu kesal berarti aku salah," celetuk Stella.
"Enggak. Wanita itu selalu benar dan tidak ingin disalahkan. Ini adalah sebuah fakta yang membuat setiap pria yang selalu menahan kesabarannya," kata Asmoro dengan cepat.
"Memang benar apa yang kamu katakan. Tapi enggak gitu kali. Aku hanya seorang wanita yang menunggu perintah dari kamu," ucap Stella dengan lemah.
"A-Antonio Banderas?" pekik Stella. "Apakah dia seorang artis pemain film berasal dari Meksiko itu?"
"Bukan. Sang pemilik memang memiliki nama yang sama dengan pemain film. Gara-gara dia memiliki nama yang sama. Si pemilik itu ingin sekali komplain kepada si Antonio. Ternyata tidak semudah itu. Akhirnya sang pemilik memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Nano Banderas. Nama itu sangat terkenal sekali dikalangan bawah tanah. Dia satu sekolah bersama papa kamu. Yang sekarang anaknya berteman sama kamu. Anaknya itu sama-sama gila. Saking gilanya, dia berhasil menguasai pangsa pasar modeling. Kalau namanya disamakan dengan Patty kalah jauh. Dia memang ingin sangat cerdas dan tidak berambisi berbuat curang ketika menaiki tangga ke atas. Sampai sekarang dia enggak sombong," jelas Asmoro.
"Kak Natalie maksudnya?" tanya Stella.
"Ya itu benar. Dia memang wanita gila yang suka dengan pekerjaan. Kamu bisa belajar darinya soal mengolah perusahaan. Dia memang jago sekali," jawab Asmoro.
__ADS_1
"Lha, seharusnya aku yang belajar dari kamu?" tanya Stella.
"Kamu bisa belajar dari aku. Tapi aku enggak bisa menahan hasratku untuk tidak tertarik dengan kamu. Setiap kali aku mendekati kamu. Ada saja senjata aku ini. Dia tidak bisa diajak kerja sama seperti ini," jawab Asmoro yang sengaja membuat Stella bergidik ngeri.
"Kamu itu kebiasaan banget sih," kesal Stella.
"Hehehe... enggak. Memang sudah begini dekat dengan kamu," bisik Asmoro.
Terpaksa Stella melakukan pemanasan kepada Asmoro. Tapi hati Stella bersorak kegirangan. Ia bangga kepada sang suami yang telah membuatnya puas. Bahkan ia ingin lagi dan lagi.
Sedangkan Adelia, Natalie dan Dilla sedang mengobrol tentang suasana pesta tadi. Mereka mengakui kalau Stella berani mengusir pelakor.
"Hmmp... aku rasa tidak ada seoraang wanita yang sangat berani mengusir pelakor," celetuk Dilla.
"Kamu benar. Aku memang ingin mengatakan hal yang sama dengan kamu," sahut Natalie. "Adelia, sepertinya kakak kamu enggak mengeluarkan airmata."
"Ngapain coba mengeluarkan air mata? Coba kamu pikir, para pelakor sekarang ngegas habis-habisan. Banyak sekali istri sah yang ditindas oleh mereka yang sengaja mengambil keuntungan. Mereka pun hanya tertawa tertawa terbahak-bahak jika seorang istri sah kalah telak," jelas Jacob yang tiba-tiba saja hadir dalam obrolan mereka.
"Setuju apa yang kakak jelaskan. Kak Stella sekarang tidak mudah menangis. Dulu disaat tinggal bersama Patty dan Tutik, kakak sering banget menangis. Matanya selalu membengkak parah dan capek," ungkap Adelia yang paham dengan Stella.
"Benar-benar itu orang yang enggak punya hati," kesal Dilla.
__ADS_1
"Memang enggak punya hati. gara-gara berambisi ingin menduduki kursi disana. Mereka ingin sekali membunuh keturunan Kanagawa. Jika tidak mampu enggak usah terlalu berlebihan. Lagian juga aku sudah melihat kemampuan Tutik dan Patty yang tidak bisa memimpin perusahaan dengan baik," beber Ian yang mengetahui kemampuan Patty.
"Juara banget sih Kak Ian ini yang sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan orang. Dari mana kakak belajar akan hal itu?" tanya Adelia yang abru mengetahui kemampuan Ian.