
"Nanti kamu tahu sendiri,'' jawab Lampard yang membuat Martin bertanya-tanya.
"Kalau begitu baiklah," balas Martin.
Sementara di bawah Pak Kusno dan seseorang pria berkebangsaan Jepang sedang memandang interior ruang tamu di sana. Mata pria itu terkejut dengan sebuah foto pernikahan yang terpampang jelas di dinding. Ia mengerutkan keningnya sambil menunjuk foto itu, "Itu bukannya Giovanni Banderas?"
Pak Kusno yang mendengar nama Giovanni terkejut dengan nama itu. Ia memandang foto itu sambil tersenyum, "Ternyata Tuan Muda bekerja dengan orang yang tepat."
"Maksudnya apa?" tanya pria itu.
"Tuan Muda ingin bekerja di Kurumi. Aku melarangnya karena anda sudah tahu apa penyebabnya," jawab Pak Kusno.
"Baiklah," balas pria itu.
Seorang pengawal datang lalu menghampiri mereka. Pengawal menyapanya dan mengikutinya ke atas dengan memakai lift. Sesampainya di lantai tiga, pengawal itu mengantarkan mereka ke ruangan kerja milik Gio.
"Tuan," panggil Pengawal itu dengan sopan.
"Ada apa?" tanya Pak Kusno.
"Silakan masuk ke dalam," Pengawal itu membuka pintu sambil mempersilahkan masuk ke dalam.
"Terima kasih," balas Pak Kusno yang diperlakukan dengan baik.
Mereka akhirnya masuk ke dalam dan melihat Gio, Martin dan Lampard sedang larut dalam pikirannya masing-masing.
"Gio?" pekik pria berkebangsaan Jepang.
Mendengar namanya dipanggil, lamunan Gio buyar seketika. Begitu juga dengan lainnya. Lampard dan Martin memandang wajah pria itu.
"Agatha Kanagawa?" pekik Gio yang benar-benar terkejut sambil berdiri lalu mendekatinya.
"Ya... aku Agatha," jawab Agatha nama pria itu. "Bukankah kita dulu satu sekolah?"
"Tuan mengenalnya?" tanya Pak Kusno.
"Iya," jawab Agatha yang memeluk Gio.
"Oh... Agatha... Syukurlah aku menemukan kamu," ucap Gio dengan bahagia sambil menepuk punggung Agatha.
"Apa kabar?" tanya Agatha yang melepaskan Gio.
"Baik," jawab Gio yang menatap wajah Agatha yang tidak berubah sama sekali. "Dari mana saja kamu?"
"Aku berada di Tokyo," jawab Agatha.
__ADS_1
"Kamu gila ya... pergi ke Tokyo sendirian! Lalu, bagaimana dengan ketiga anak kamu itu dan istrimu!"
"Apakah kamu sudah tahu tentang masalah aku sebenarnya?" tanya Agatha dengan wajah sendu.
"Rasanya aku ingin melemparkan kamu ke Gunung Fuji sana!" kesal Gio yang mulai emosi.
Pak Kusno Lampard dan Martin hanya bisa bengong melihat percakapan mereka. Mereka baru mengetahuinya kalau Gio sangat akrab sekali. Mereka serempak menggelengkan kepalanya melihat kejadian yang tidak biasa.
"Ternyata kamu tidak berubah juga ya?" tanya Agatha yang meledeknya.
"Aku tidak pernah berubah sama sekali," jawab Gio yang kesal.
"Dan darimana kamu tahu jika aku sudah memiliki tiga anak dan satu istri?" tanya Agatha.
"Tinggal menyuruh orang untuk mencari informasinya itu," jawab Gio yang kesal dengan Agatha.
"Maafkan Aku. Aku memang sengaja melakukannya," ucap Agatha dengan wajah sendu.
"Ketika anakmu itu sedang diburu oleh Tuti dan John. Mereka sudah bersama di sini," ujar Gio yang membuat Agatha menahan air matanya.
Agatha tidak menyangka kalau Gio sudah bertindak dengan cepat. Ia sangat menyesali perbuatannya itu. Namun dirinya beruntung sebelum memintanya dia sudah lebih dulu membantunya.
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semakin hari semakin pelik saja masalahku ini. John dan Tutik sengaja membuat aku lemah," sahut Agatha.
"Sebelum kita melanjutkan obrolan lebih dalam. Ada baiknya aku perkenalkan dengan dua orang yang membantuku selama ini. Merekalah yang menemukan anak-anakmu. Pria gondrong itu yang mirip orang Jepang namanya Lampard Snowden. Yang satunya adalah Martin Snowden. Martin yang pertama kali mengajak Adelia bergabung di istananya. Kalau Lampard adalah orang yang pertama kali menemukan Stella saat terluka. Aku harap kamu mau menerimanya sebagai temanmu juga," pinta Gio yang membuat Agatha beralih matanya ke Lampard dan Martin.
"Gio," panggil Agatha.
"Ada apa?" tanya Gio.
"Bukankah dua orang ini adalah ketua gangster dan mafia?" tanya Agatha.
"Bukankah kamu adalah ketua Yakuza klan Kanagawa?" tanya Lampard yang membuat mata Agatha membulat sempurna.
"Ditambah lagi kamu adalah seorang CEO dari perusahaan Ayashi Group. Yang di mana perusahaan itu mencakup semua sektor di Asia. Tapi kamu sangat unik sekali. Bisa-bisanya membohongi Hatori menjadi TKI di negara Jepang sana," tambah Lampard sambil menyindir Agatha.
"Apa?" pekik Gio.
"Iya itu benar Kak. Ternyata teman kakak ini bisa membohongi anaknya sendiri. Untung saja Hatori adalah pria muda yang masih polos. Jika tidak maka Hatori tidak terima dengan penjelasan Agatha," jawab Lampard.
"Aish... Bagaimana bisa kamu tahu semuanya tentangku? Padahal aku sudah menutup seluruh identitasku ke media? Susah juga kalau sudah bertemu dengan orang-orang gila seperti ini," keluh Agatha yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.
"Mencari identitasmu itu mudah. Hanya dengan kecanggihan sistem milik Jacob aku bisa menemukannya. Ditambah lagi sang asistenku bernama Ian. Sekalinya masuk ke dalam situ maka orang yang nggak penting pun langsung kena semua. Bagaimana menurutmu?" tanya Lampard ke Agatha.
"Jujur... Aku menyerah saat ini. Aku kalah sama kamu. Bisa-bisanya kamu membuka seluruh identitasku di depan Gio. Kalau begini kamu harus tanggung jawab semuanya," jawab Agatha yang meminta bantuan kepada mereka.
__ADS_1
"Okelah aku akan tanggung jawab. Aku minta anakmu Stella untuk menjadi istriku. Di sisi lain anakmu akan aku lindungi," pinta Lampard dengan jujur.
"Apa-apaan kamu ini? Bisa-bisanya kamu minta putriku yang paling cantik itu menjadi istrimu? Aku tidak akan rela memberikannya untukmu," ujar Agatha yang tidak rela melepaskan anaknya untuk Lampard.
"Okelah kalau begitu. Aku akan membuangnya ke jalanan lagi," kesal Lampard yang membuat Agatha menghembuskan nafasnya secara kasar.
Agatha bingung dengan permintaan Lampard. Namun di sisi lain Agatha juga bimbang dengan keputusan Lampard.
"Yang dikatakan Lampard benar. Kamu tidak boleh egois seperti itu. Lampard hanya meminta Restu saja kepadamu. Di sisi lain adikku itu ingin melindunginya. Cepat atau lambat musuhmu itu adalah musuh terbesar kami. Aku adalah seorang ketua mafia di Black Horizon pusat. Sedangkan adikku itu adalah ketua mafia Black Horizon khusus Asia. Apakah kamu tahu jika John bekerja sama dengan mafia obat-obatan terlarang dari Meksiko? Bahkan John adalah kaki tangan sang ketua mafia sana," jelas Gio.
Saat Gio menjelaskan apa maksud tentang Lampard, Agatha merasakan sesak di dadanya. Ia baru sadar kalau sang putri dalam bahaya besar. Dirinya langsung berlutut untuk meminta tolong.
"Tolonglah aku. Meskipun aku ketua Yakuza. Aku tidak bisa melawan mereka. Karena batas gerakku hanya di Jepang saja. Jujur aku ingin menghabisi mereka," ucap Agatha sambil menunduk.
"Bangunlah... Jangan seperti itu. Aku tahu bebanmu sangat berat sekali," sahut Gio yang menyuruh Agatha.
Agatha segera berdiri dan menatap wajah Gio. Lalu Gio menyuruhnya duduk.
"Duduklah terlebih dahulu," pinta Gio.
Lalu Agatha duduk di sofa single. Setelah Agatha duduk, Gio menyuruh pak Kusno duduk juga. Kemudian Lampard dan Martin menatap wajah Agatha yang sendu.
"Aku tahu kamu sangat berat sekali menghadapi masalah ini. Sekarang ceritakanlah Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa seperti ini? Penyebab apa mereka bisa masuk ke dalam keluargamu? Aku ingin tahu jelas apa masalah sebenarnya," pinta Lampard ke Agatha.
Agatha memutuskan untuk bercerita dari awal hingga akhir. Dirinya secara terang-terangan membuka masalah pelik itu.
Keempat pria itu mengangguk paham. Apa yang diceritakan oleh Agatha dengan informasi yang didapatkan adalah benar. Kemudian Agatha menunjuk Pak Kusno. Karena Pak Kusno lah saksi hidup Agatha.
"Ternyata benar informasi yang aku dapatkan semuanya sama. Jadi aku tidak perlu susah payah mencarimu. Karena kamu sudah muncul di hadapanku. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lampard.
"Sebelum ke sini aku mencari orang yang tepat untuk membantuku. Ternyata orang-orang itu sudah berada di hadapanku. Tuhan memang adil kepada umatnya. Diam-diam Tuhan memberikanku jalan saat ini. Ditambah kalian sudah melindungi ketiga putra-putriku. Aku ingin kamu melindunginya. Terutama mengajari mereka untuk menjadi tangguh untuk menghadapi masalah keluarga sebenarnya," jawab Agata.
"Kalau begitu aku meminta dua putrimu. Yang satu adalah pacarnya asistenku. Yang Stella aku memintanya untuk menjadi istriku. Kamu tahu apa maksudku sebenarnya?" tanya Lampard.
"Aku tidak tahu," jawab Agatha.
"Baiklah akan aku ceritakan semuanya. Aku memang sengaja menikahi Stella hanya untuk melindunginya. Sebab di luar sana Stella sudah menjadi incaran mereka. Ditambah lagi John ingin menjual putrimu itu ke ketua mafia Exodus. Mau tidak mau aku harus mengikatnya sebagai istriku. Jika Stella sudah resmi menjadi istriku, aku bisa membuatnya aman dan nyaman. Aku harap kamu tidak berpikir macam-macam," jelas Lampard.
"Kalau begitu baiklah," balas Agatha yang menyetujui permintaan Lampard.
"Kalau begitu kamu bisa bergabung dengan Black Horizon. Jika kamu bergabung denganku, aku pastikan ruang gerakmu akan bebas. Kamu juga bisa menggabungkan organisasi kamu ke dalam Black Horizon. Dengan begitu kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan mereka," tambah Gio.
"Bagaimana penawaran kakakku? Apakah kamu mau bergabung dengan kami?" tanya Lampard.
"Apakah itu tidak melanggar peraturan yang kamu buat?" tanya Agatha.
__ADS_1
"Peraturan apa yang kamu maksud?" tanya Gio dengan serius.