
"Aku tidak membuat peraturannya aneh-aneh ketika masuk sini," jawab Gio.
"Kalau begitu izinkan aku masuk ke dalam Black Horizon," pinta Agatha.
"Apakah kamu tidak ingin melihat anak-anakmu?" tanya Lampard.
"Apakah mereka ada di sini?" tanya Agatha dengan mata yang berbinar sambil tersenyum manis ketika mendengar anak-anaknya sudah berkumpul.
"Iya. Aku memang sengaja mengumpulkannya menjadi satu. Aku tidak mau mereka terpisah dan berkeliaran di mana-mana. Jika mereka berkeliaran di mana-mana, aku tidak bisa memantaunya satu persatu. Tapi kamu jangan bersedih ketika melihat putrimu Stella," jawab Lampard.
"Ada apa dengan putriku satu itu?" tanya Agatha.
"Putrimu sedang diincar oleh John. Stella akan dijual ke kepala mafia Exodus. Para pengawal John sedang mencarinya. Jika aku tidak menyembunyikannya kemungkinan besar Stella sudah tertangkap dan dibawa ke Meksiko. Sekarang Stella sedang berbaring di ranjang. Dia sengaja ditembak oleh putrinya John. Yang di mana putrinya itu ingin menguasai Kurumi," jawab Lampard.
Sontak saja Agatha terkejut. Setelah mendengar kabar mereka berkumpul, Lampard memberikan sebuah fakta yang membuat Agatha bersedih. Hatinya geram, tangannya mengepal dan giginya gemelutuk.
Paruh baya itu pun langsung memukul tembok dengan kuat. Dirinya tidak menyangka kalau Sang Putri sedang dalam bahaya besar. Kenapa saat itu Agatha tidak membawanya ke Tokyo? Satu kata dalam hati menyesal.
"Kenapa aku tidak membawanya ke Tokyo saat itu? Kenapa dia Aku tinggal di rumah neraka itu? Harusnya aku membawanya ke Tokyo," ucap Agatha dengan lirih sambil menahan berat beban di dalam hatinya.
"Apakah Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Gio.
"Silakan, bertanyalah sesuatu kepadaku," jawab Agatha sambil menahan air matanya keluar.
"Tentang surat ahli waris Kurumi. Apakah kamu menyimpannya?" tanya Gio.
"Iya.... Aku menyimpannya. Sebelum terjadi gonjang-ganjing Kurumi. Aku membawanya ke Tokyo. Surat ahli waris itu sebenarnya ditujukan untuk ketiga putra putriku. Aku belum bisa mempublikasikan di depan umum. Rencananya aku ingin merebut kerumi itu dari tangan John kemudian memasukkannya ke dalam perusahaanku. Kemungkinan besar Kurumi akan menjadi perusahaan cabang yang berada di sektor makanan kering," jelas Agatha.
"Tapi sekarang kamu belum bisa merebutnya. Mereka masih ingin menguasainya. Cepat atau lambat mereka akan mencari surat itu dan mengesahkan di mata hukum," sahut Martin yang dari tadi tidak berbicara apapun.
"Aku paham itu.aku juga mendengar gembar-gembor isu ahli waris sesungguhnya tentang Kurumi. Mereka sengaja menutupi nama Stella di publik. Cepat atau lambat Stella harus muncul di hadapan publik untuk mengkonfirmasi ahli waris itu," ujar Agatha yang ditentang oleh Lampard.
"Aku tidak setuju itu. Jika itu terjadi maka kemungkinan besar Stella dalam bahaya. Jika kamu mengumumkan di depan publik dan akan bergerak dan mengejar lalu mengincar putrimu itu. Aku yakin soal itu. Karena aku sengaja mengirimkan mata-mata ke dalam perusahaan Kurumi. Di situlah aku tahu semuanya. Setelah ini aku tarik semuanya. Aku tidak mau mereka mati konyol di tangan John," tambah Lampard yang membuat Agatha mengangguk paham.
"Rasanya orang-orang itu semakin kejam dan serakah saja. Apalagi yang namanya Tutik. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan putra-putriku nanti. Aku harus membuat strategi agar untuk menghancurkan mereka," keluh Agatha.
"Tenanglah. Jangan kau bertindak gegabah seperti itu. Bolehkah aku menuangkan ideku sebentar?" tanya Lampard.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Agatha balik.
"Begini Aku memiliki ide yang membuat kamu bingung setengah mati," jawab Lampard yang mendapat pukulan dari Martin.
"Jangan gila Lampard! Jangan kau korbankan nyawamu untuk mengejar mereka! Jika kamu lakukan maka aku orang yang pertama mengurungmu di ruangan bawah tanah!" tegas Gio yang membuat Lampard menghela nafasnya.
Terpaksa lampar memutuskan untuk tidak melakukannya. Gio menyuruhnya untuk bersabar agar mencari ide yang membuatnya aman dan nyaman. Akhirnya pria bertubuh kekar itu mengalah.
"Lebih baik kita lihat saja pergerakannya bagaimana? Kita nyerang sekarang pun nggak ada hasilnya. Setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lampard.
"Terpaksa Aku tinggal di sini. Mau tidak mau aku masuk ke dalam organisasi mafia kamu. Jika tidak kemungkinan besar aku tidak bisa memantau pergerakan mereka dari jauh. Aku harus membeli satu unit apartemen mewah di daerah perusahaanmu itu. Aku harap kamu mengangkatku sebagai karyawanmu," pinta Agatha.
"Kamu tinggal pilih saja. Mau masuk ke dalam perusahaanku, perusahaannya Martin atau perusahaannya Lampard. Itu terserah kamu. Jika kamu minat maka segera hubungi aku," ujar Gio.
"Kenapa kamu ingin mengincar mereka?" tanya Agatha.
"Karena mereka sudah membuat masalah di dunia bawah tanah. Mau tidak mau kami harus menumpasnya. John ingin membangun markas di sini untuk memperbesar Exodus. Jika itu terjadi bisa dipastikan Asia akan dikuasai oleh mereka. Kamu pasti tahu kisah tentang eksodus mengobrak-abrik Eropa. Mereka membantai para mafia di sana dengan kejam. Mau tidak mau para mafia di sini sedang terancam. Ada beberapa orang yang mengirimkan surat kepadaku. Mereka ingin bekerja sama untuk menghabisi Exodus. Aku bilang jangan gegabah dulu. Jika salah langkah sedikit mereka bisa menghabisi kita semuanya tanpa tersisa. Itulah kenapa aku ingin mengajakmu bekerja sama. Aku mohon kamu mau melakukannya," jelas Lampard.
Mendengar Exodus Agatha terdiam. Anggota mafia tersebut sudah mengobrak-abrik seluruh clan Yakuza di Jepang. Mereka sengaja ingin mendirikan markas di sana. Yang lebih parahnya lagi mereka membantai habis salah satu klan yang sangat berkuasa sekali. Agatha tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi?
"Ya.. aku tahu masalah itu. Ada salah satu clan dari Nagoya dihabisi oleh mereka. Mereka tidak segan-segan menghabisi seluruh keluarga dan keturunannya. Itulah yang aku takutkan sekarang. Aku bingung bagaimana cara menghentikan mereka," jawab Agatha.
"Benarkah itu? Apakah mereka sengaja membuat kekacauan di dunia bawah tanah?" tanya Agatha.
"Itu benar," jawab Lampard.
"Kalau begitu aku akan masuk ke dalam dunia bawah tanah. Di mana anak-anakku sekarang? Aku sangat merindukannya. Apakah mereka sangat membenciku? Apakah mereka akan marah?" tanya Agatha yang bertubi-tubi hingga mengakibatkan Lampard sakit kepala.
"Mereka baik-baik saja. Kalau kamu ingin ketemu aku antarkan," jawab Lampard.
Selesai melakukan pembicaraan panjang lebar mereka akhirnya pergi ke kamar Stella. Lampard sengaja membuat pertemuan dadakan antara ayah dan anak itu. Dalam hati Lampard merasakan lega. Satu masalah sudah maka rencana selanjutnya adalah menikahi Stella.
Lampard memutuskan untuk membuat pesta kecil-kecilan. Dirinya tidak akan mempublikasikan pernikahannya itu di depan umum. Ia sengaja melakukannya untuk melindungi Stella.
Ketika sampai di kamar itu Agatha mendengar suara canda tawa dari anak-anaknya. Memang mereka di dalam sedang bercanda habis-habisan. Di sana Hatori mengalah untuk dijadikan bahan tertawaan. Karena namanya sangat unik sekali.
"Abang ah," ujar Adelia. ''Nama abang itu sangat lucu sekali.
__ADS_1
"Entahlah. Dari dulu aku memang dibuat bahan tertawaan sama mereka karena nama lahirku adalah Hatori. Bahkan banyak orang memanggilku dengan memakai nama Ninja Hatori," keluh Hatori.
"Siapa yang ngasih nama itu bang?" tanya Stella.
"Aku bertanya kepada bapak angkatku, yang memberi nama adalah papa sendiri. Papa memberitahukan aku memang tidak ada artinya. Tapi papa mengartikan kalau kita itu lahir di musim semi," jelas Hatori yang tidak mengerti apa arti nama lahirnya itu.
"Musim semi," pekik Stella.
"Memang benar kalian lahir di musim semi. Tapi sayangnya kalian lahir di Jakarta bukan di Jepang," sahut Agatha yang membuat mereka terkejut.
Kedua gadis itu akhirnya memandang wajah Agatha. Mereka bingung dan di kepalanya banyak tanda tanya. Mereka saling memandang dan tidak bicara sama sekali.
"Dia siapa?" tanya Stella yang bingung karena wajah Agatha sangat mirip sekali dengan wajahnya.
"Masa kamu nggak tahu aku ini siapa?" tanya Agatha yang membuat teka-teki untuk kedua putrinya itu.
"Jujur aku nggak tahu. Anda siapa?" tanya Adelia.
"Apakah mamamu tidak cerita? Siapa aku sebenarnya?" tanya Agatha.
"Bagaimana anda tahu? Jika aku hidup bersama ibu," tanya Adelia balik.
"Aku tahu semuanya. Bahkan nama ibumu Aku tahu itu," jawab Agatha yang membuat keempat pria yang berdiri di belakangnya bingung.
"Sungguh, aku tidak tahu itu. Aku tidak paham dengan anda," ucap Adelia.
"Adel," panggil Stella.
"Ada apa Stella?" tanya Adelia.
"Sepertinya wajah kita mirip dengan wajah pria itu?" tanya Stella sambil berbisik.
"Iya itu benar. Aku juga bingung. Kenapa wajah kita mirip sekali?" tanya Adelia secara terang-terangan.
"Awas ya kamu Anita. Setelah ini aku akan pergi ke Surabaya dan mengajak kamu tinggal bersamaku. Sebagai gantinya aku akan menghukummu dengan cara mengurung di kamar selama sebulan. Enak saja kamu nggak pernah cerita tentang aku ke Adelia," kesal Agatha dalam hati sambil mengumpati sang istri.
"Abang," panggil Adelia dan Stella bersamaan.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Hatori.
"Memangnya pria tua itu siapa?" tanya Stella.