
"Aku belum merasakan sesuatu kepadanya. Aku percaya bahwa cinta itu akan datang setelah menikah. Jika tidak datang aku akan menyayanginya. Tenanglah Aku tidak akan menyakiti putrimu. Tujuan utamanya adalah melindunginya. Syukur-syukur kalau aku jatuh cinta padanya," jawab Lampard yang membuat kita mengganggukan kepalanya.
"Kalau begitu Aku melepaskannya. kita bisa bekerja sama menghabisi mereka semua. Aku nggak mau semuanya hancur karena ulahku sendiri. Ada saran untukku?" tanya Agatha.
"Aku sarankan kamu berganti nama. Jika kamu memakai nama aslimu, mereka dengan mudah mencari dan menghabisimu. Kamu tahu John akan meminta pengawal Exodus untuk melacak keberadaanmu," jawab Lampard.
"Kalau begitu baiklah. Aku menyetujui kamu," balas Agatha yang menyetujui saran Lampard.
"Kalau begitu aku kembali ke kantor. Hari ini aku akan mengadakan meeting dadakan bersama karyawan-karyawanku," pamit Lampard.
Agatha menganggukan kepalanya dan tersenyum. Yang dikatakan oleh masyarakat, Agatha adalah orang yang sangat ramah. Sangking ramahnya Agatha telah membuat rekor yaitu tukang roti paling ramah di negeri ini. Namun keramahannya itu disalahgunakan oleh Tutik. Jadi beginilah rumah tangganya hancur berkeping-keping.
Setelah mereka mengobrol, Lampard memutuskan untuk kembali ke apartemen. Karena Lampard akan membangunkan sang asisten kembali. Memang jam kerja Ian sering bolak-balik. Yang tandanya waktu siang sering dibuat tidur. Waktu malam sering dijadikan untuk mencari informasi tentang pergerakan musuh. Untung saja Lampard mengerti akan hal itu.
Sesampainya di apartemen lempar tidak sengaja melihat Patty berkeliaran di apartemen itu. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya-tanya buat apa Patty ke sini?
Namun sebelum langka Leon segera mendekatinya. Pria bertubuh tinggi itu langsung merangkul Lampard dan membisiki sesuatu. Setelah paham Lampard kembali ke unit apartemennya.
"Oh jadi itu. Wanita itu akan menjual dirinya ke klien ayahnya sendiri. Sangat murah sekali menjadi seorang perempuan seperti itu. Kemungkinan besar wanita seperti itu tidak aku lihat sama sekali. Itulah kenapa wanita sama saja di mataku!" ucap Lampard dalam hati.
Lampard menyadari tidak akan menjudge semua wanita seperti itu. Ada juga wanita yang berperilaku baik. Namun melihat Patty, Lampard tidak berselera lagi.
Sesampainya di apartemen Lampard memutuskan masuk ke dalam. Ia akan menghubungi Ian dan menunggunya bangun. Sembari menunggunya dirinya akan menghubungi ketiga cucunya itu.
Di bawah Patty sedang menunggu kedatangan seseorang. Tanpa disadarinya gerak-geriknya sudah terekam jelas di memori Lampard. Diam-diam Lampard telah memberikan stempel buruk di matanya. Jadi bisa dikatakan kalau Lampard sudah memblokir Patty di matanya.
Tak selang berapa lama pria berkebangsaan Nigeria segera mendekatinya. Pria itu adalah pemilik apartemen yang ditempati oleh Lampard. Pria itu mendekatinya sambil menyapa Patty.
__ADS_1
"Hello darling," sapa pria itu sambil memeluk Patty.
Pria itu sengaja menyapa Patty dengan nada nakalnya. Wanita itu langsung mendekatinya dan memeluknya. Dirinya tidak peduli apa yang dikatakan orang-orang berada di sana. Memang saat pertemuan itu tidak ada orang sama sekali. Jadi orang-orang itu tidak akan berkata apa-apa.
Sementara mata Leon memandangi Patty. Dirinya memang sengaja melakukannya untuk mencari informasi. Untung saja apartemen itu adalah milik dari Gio. Jadi dirinya tidak usah meminta izin dan mendapatkan akses khusus. Itulah para pengawal Black Horizon yang diberikan hak istimewa bisa keluar masuk ke mana saja.
Leon hanya mengelus dadanya melihat kelakuan Patty. Jujur dirinya meringis melihat kedua orang itu. Tanpa banyak bicara Leon membuat laporan untuk para petinggi Black Horizon.
Empat jam berlalu. Ian terbangun dari tidurnya. Pria itu langsung mencuci wajahnya dan mencari keberadaan Lampard. Namun ketika keluar, Ian tidak sengaja melihat Patty sedang merayu seseorang di ujung lorong sana. Sungguh dirinya sangat terkejut dan segera masuk ke dalam unit apartemen milik Lampard.
Ketika masuk ke dalam Ian melihat lambat tertidur. Dirinya hanya bisa menghela nafasnya sambil duduk di depan sang bosnya itu. Kemudian dirinya mengotak-atik CCTV di gedung ini. Alangkah terkejutnya Ian melihat Patty sudah berseliweran di sini.
"Ternyata oh ternyata... Wanita itu... Kalau wanita itu sering di sini bisa menjadi bahaya untuk Kak Lampard. Bisa jadi Patty sering melihat Kak Lampard di sini," ucap Ian dalam hati.
Ian mulai memprediksi akan ada bahaya di depan. Suatu hari nanti nyawa Lampard dalam bahaya. Bisa jadi wanita itu menjadi kaki tangan John agar bisa menangkap Lampard. Jika itu terjadi kemungkinan besar Lampard yang diincar untuk pertama kalinya. Mau tidak mau dirinya harus berbuat sesuatu.
"Kamu tahu sebentar lagi bahaya akan menghampirimu. Aku berkata jujur karena ada sesuatu hal yang baru saja terlihat jelas. Aku harap kakak mengerti soal itu," jawab Ian.
"Masalahnya apa? Sepertinya kamu merasakan ada sesuatu?" tanya Lampard.
"Masalahnya hanya satu. Putrinya John berkeliaran di apartemen ini. Cepat atau lambat dan akan mengetahui identitas dirimu sebenarnya. Begitu juga dengan Stella. Jika kalian bersama kemungkinan besar mereka bisa mendapatkannya lagi. Kamu harus berbuat sesuatu agar semuanya tidak terlambat," jawab Ian yang menjelaskan apa isi hatinya.
"Iya aku paham. Aku sudah mengetahuinya ketika berada di lobby. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Entah siapa yang ditunggunya itu?" tanya Lampard.
"Biasalah. Orang seperti itu menunggu ya kamu tahu lah ujung-ujungnya bagaimana. Aku tidak mengatakan apapun," jawab Ian. "Lalu rencanamu ke depan apa? Setelah menikah dengan Stella?"
"Rencana ke depan... Terpaksa membeli Mansion di samping Alexa atau Kak Gio. Kemungkinan besar Stella bisa aman. Aku ingin gadis mungil itu aman dari cengkraman mereka. Meskipun Stella sudah menemukan papanya bukan berarti dirinya aman. Cepat atau lambat aku akan menarik Agatha dalam masalah ini," jawab Lampard.
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan? Berarti Adelia juga sudah bertemu dengan Tuan Agatha? Apakah mereka shock berat diketahui papanya masih hidup?"
"Iya mereka sangat terkejut. Terutama pada Stella. Stella masih menganggap John dan Tutik adalah kedua orang tua kandungnya. Aku bingung mau berkata apa lagi. Terpaksa Agatha melakukan tes DNA agar mereka percaya. Sungguh hari ini aku mendapatkan dua reward sekaligus. Ingin mempertemukan Hatori pada kedua adiknya... Malah aku bertemu dengan Agatha. Di sinilah aku tidak perlu susah payah mencari Agatha hingga ke negeri sakura sana. Dengan cepat aku berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah ini semua," jelas Lampardmendapatkan pujian dari sang asistennya itu.
"Jadi aku bisa menikah dengan Adelia?"
"Martin sudah meminta Adelia dan Stella. Agatha sangat menyetujuinya. Di sisi lain kamu juga harus melindungi Adelia dari mereka. Jujur mereka tidak akan bisa membedakan wajah Adelia maupun Stella. Inilah yang aku takutkan jika mereka salah culik."
"Aku tahu itu. Jujur aku masih trauma dengan masalah kemarin. Bisa-bisanya Patty menyerang Adelia seenaknya. Bahkan mengancam Adelia seperti kesetanan. Bisa jadi kita akan mendapatkan masalah besar setelah ini. Kecuali Hatori."
"Maksud kamu apa?".
"Wajah Hatori cenderung ke wajah aktor-aktor Korea. Kalau aku lihat wajahnya lebih dominan calon ibu mertuaku. Ya bisa dikatakan hanya Hatori saja akan selamat dari serangan itu. Aku berencana ingin melatih Hatori agar dirinya tidak lemah saat melawan mereka."
"Aku setuju itu."
Sudah saya pulang dari kantor Ian berencana untuk menggembleng Hatori. Bisa jadi Ian membuat Hatori menjadi pria dingin dan tidak akan takut dengan musuh. Untung saja sang bos sudah meminta mereka agar digembleng menjadi orang-orang kuat dan tidak mudah ditindas.
"Lakukanlah itu. Walau kamu harus memakai cara militer dan politik sekalipun!" tegas Lampard. "Karena di dalam mereka mengalir darah Yakuza. Cepat atau lambat mereka harus mengeluarkan sifat itu dari dalam dirinya. Terutama pada Stella. Aku yakin saya bisa melakukannya. Di sisi lain John harus mendapatkan akibatnya."
Ian mengangguk setuju dan tersenyum. Kali ini Ian mendapatkan dukungan dari sang bosnya itu. Cepat atau lambat Ian akan melakukannya. Sebab waktu Ian sudah sangat sedikit sekali.
"Setelah ini urus dokumen-dokumenku untuk perihal pernikahanku. Oh iya soal surat perjanjian itu berikan padaku? Aku harus menggembleng Stella melalui surat itu. Jika tidak saya akan menjadi wanita lemah!" tegas Lampard.
"Kalau begitu baiklah. Aku akan menyerahkannya kantor catatan sipil. Begitu juga dengan dokumen-dokumen milik Stella," balas Ian.
"Kamu juga harus menyusul secepatnya. Kasihan Adelia yang belum memiliki perisai apapun. Sedangkan Hatori akan merebut Kurumi Company," jelas Lampard.
__ADS_1