Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Membuat Rencana 1


__ADS_3

Plakkkkkk.


Tangan kekar Asmoro mendarat langsung ke pundak Ian. Asmoro menggandeng tangan Stella sambil tersenyum manis. Ia tidak marah kepada Ian. Ia malahan hatinya sedang berbunga-bunga.


"Kak, jangan lupa membuka emailku ya. Nanti ada informasi dari Yudi Wardana," seru Ian yang mendapatkan acungan jempol dari Asmoro.


"Baiklah," balas Asmoro dengan nada keras.


Asmoro mengajak Stella menuju ke ruangan dapur. Stella hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak jet pribadi disulap menjadi rumah. Bahkan di dalam jet itu memiliki banyak ruangan. Memang sungguh luar biasa Asmoro ini. Diam-diam Asmoro menata jet pribadinya itu tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


"Kak," panggil Stella.


"Ada apa memangnya?" tanya Asmoro.


"Ini rumah atau pesawat Kak?" tanya Stella balik namun di hatinya sangat kagum sekali.


"Ini rumah sekaligus pesawat. Aku memang sengaja menyulap pesawat ini menjadi rumah pribadiku. Kamu tahu seorang pengusaha tidak akan pernah tinggal diam di negaranya itu. Apalagi tinggal di rumah pribadinya. Mereka harus terbang dari satu negara ke negara lainnya. Demi mengecek usahanya itu. Untuk saat ini aku tidak pernah pergi ke luar negeri. Aku sedang mengurusi pabrik dan melihat pergerakan anggota Exodus dari jarak jauh. sekarang ini saja aku keluar dari rumah," jelas Asmoro.


"Ya nggak semudah itu kali sayangku. kalau kamu memiliki jet pribadi. Jadi itu tidak akan terpakai setiap hari. Kecuali kalau kamu melanglang buana dari satu negara ke negara lainnya. Terus kamu buat apa memiliki chat pribadi jika tidak diterbangkan ke atas awan? Sementara aku berada di bumi?" tanya Asmoro sambil membuka pintu dan melihat makanan sudah siap di meja.

__ADS_1


"Aku ingin punya rumah di atas awan. Jadi jet pribadiku bisa kemana-mana," jawab Stella.


"Nggak semudah itu. kamu naruh jual pribadimu di mana? Kalau di Amerika sih naruh jet pribadi di garasi rumah nggak apa-apa. Jet pribadi itu bukan seperti mobil. Dia butuh tempat yang sangat banyak sekali. Bahkan apartemen milikku saja tidak bisa memuat jet ini," ucap Asmoro yang mengajak Stella masuk. "Masuklah. kita makan terlebih dahulu."


Setelah itu mereka makan dan menikmati perjalanan di atas awan. Selesainya makan Stella berkumpul kembali dengan Adelia. Asmoro masih tetap berkumpul dengan Ian dan juga lainnya. Mereka membahas tentang Boni. Banyak sekali kecurigaan yang mengarah kepada Boni. Asmoro menyimpulkan kalau Boni ini adalah seorang pengusaha sengaja memeras kliennya. Boni ini adalah seorang wanita. Wanita yang memiliki otak licik dan kejam. Saking kejamnya banyak sekali orang-orang yang tidak ingin kerjasama dengannya. Namun Boni sangat pandai sekali. Boni akan memaksa mereka untuk kerjasama. Dengan kata lain Boni sendiri bisa mengubah keadaan kliennya itu.


"Ini sangat mengerikan sekali. Kita harus mencari cara agar Boni tunduk dalam segala aturan. Apakah kalian sudah mendapatkan informasi yang valid tentang Boni?" tanya Asmoro yang selesai membaca email dari Ian.


"Sudah Kak. Dia memang memiliki wajah cantik dan hatinya seperti iblis. Sudah banyak pengusaha besar yang gulung tikar karenanya. Apakah kita harus mencari cara agar Boni tunduk?" tanya Leon.

__ADS_1


"Ya kita harus mencarinya. Kita nggak akan mungkin tinggal diam. Sekarang Boni sudah masuk ke dalam zona Black Horizon. Cepat atau lambat bunyi akan tunduk dan menyerahkan dirinya. Setelah kita mendapatkannya aku melemparkannya ke daerah konflik. Yang di mana Boni harus dihukum agar kapok dan tidak menjalankan bisnis seperti ini," jelas Asmoro.


"Bagaimana caranya kita menangkap si Boni itu Kak?" tanya William.


__ADS_2