
"Tidak. Aku tidak akan pernah mencarinya lagi. Aku ingin fokus di dunia bawah tanah. Cepat atau lambat aku akan kembali ke markas besar," jawab John.
"Syukurlah. Jika kamu bertemu lagi sama dia. Ceritakanlah apa yang kamu rasakan. Biar gadis itu bisa memaafkanmu."
"Kamu benar. Terakhir kali aku mencarinya di rumah kontrakannya. Tapi aku tidak menemukannya sama sekali. Bahkan aku menitipkan sejumlah uang di sela-sela bukunya untuk permintaan maafku. Mungkin inilah cara aku menebus dosaku. Dosaku masih banyak kepada gadis itu. Sering sekali aku menyiksanya ketika dia sudah pindah. Hal itu dikarenakan aku diperintah oleh wanita ular itu."
"Kamu adalah korban dari orang orang serakah itu.Jujur aku tidak menyangka bahwa Istri dan anakmu memiliki wajah yang sangat cantik dan menawan. Bahkan anakmu sendiri sudah dinobatkan menjadi modeling paling ramah sedunia."
"Cih... Ramah Bagaimana maksudmu? Itu hanya kedok saja. Dia hanya berpura-pura agar disanjung para fansnya. Bahkan sosial medianya banyak berisi pujian yang baik dari penggemarnya itu. Jujur aku sangat pusing sekali membaca komentar-komentar mereka."
Merry pun tertawa mendengar pernyataan dari John. Memang benar apa yang dikatakan oleh John. Bahkan ia sendiri sudah mengetahui kebusukannya.
"Aku sudah tahu itu. Dia hanya pura-pura demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan aku tidak memperdulikan soal itu. Jujur Aku muak sekali melihatnya."
"Yah itulah mereka. Kapan aku akan pulang ke Meksiko?"
"Sebulan kemudian. Kamu harus menyelesaikan semua urusanmu. Jangan sampai kamu tunduk kepada kedua wanita ular itu."
"Aku tidak memiliki uang sama sekali. Aku ingin menceraikannya. Tapi aku membutuhkan uang."
"Tenang saja. Kamu tidak perlu memikirkan soal itu. Papaku sudah memberikan kamu uang untuk membereskan semua masalahmu di sini. Aku harap kamu harus menyelesaikannya dalam sebulan ke depan."
"Terima kasih."
"Bagaimana dengan wanita ular itu beserta anaknya?"
"Biarkan saja. Aku tidak memperdulikan soal itu. Aku ingin Mereka merasakan kemiskinan yang lebih parah dari ini."
"Baiklah. Ide kamu sangat bagus sekali. Aku akan mengirimkan mata-mata untuk mengikutinya. Kamu bisa menerima laporan setiap hari dari mereka."
__ADS_1
"Terima kasih sekali lagi karena telah membantuku."
"Kamu perlu menggantinya dengan obat yang bisa merubah manusia menjadi zombie. Aku yakin obat itu akan laku keras di pasaran."
"Obat itu masih belum sempurna. Aku masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakannya. Jadi tetaplah bersabar untuk memproduksi obat tersebut. Apakah kamu menjual Kurumi?"
"Itu hanya gertakan aku saja. Aku tidak memperdulikan soal itu. Bagaimana bisa aku menjual milik orang lain tanpa sepengetahuan sang pemilik?"
"Oh syukurlah. Aku berencana mengembalikannya. Tapi aku nggak tahu di mana Agatha sekarang?"
"Pelan-pelan saja. Nanti kamu akan menemukannya sendiri. Soal rumahmu terbakar itu? Aku sudah mendengarnya. Kamu tahu yang membakar itu adalah sepupuku sendiri yang bernama Aldo. Aldo sangat tergila-gila sekali kepada putrimu itu. Dia memang sengaja melakukannya karena sakit hati. Yang lebih parahnya lagi. Wanita ular itu mengandung benihnya Aldo. Aku akan berusaha menemuinya dan memintanya untuk menggugurkannya. Jika sampai Papa tahu kalau si wanita ular itu hamil anaknya Aldo. Kemungkinan besar Papa murka dan menghancurkannya."
"Aku setuju. Hikmah dari kebakaran itu. Aku bisa kembali ke negaraku dan menjadi seorang ilmuwan gila lagi. Mereka tidak akan bisa mengusikku lagi."
"Tenang saja. Hidupmu akan tenang setelah ini. Pokoknya kamu harus bekerja sama dengan papaku. Cepat atau lambat kamu akan meraih impianmu. Dan namamu itu bisa tercatat di daftar orang-orang hebat."
"Aku akan menarik seluruh pasukanku dan kembali ke Meksiko. Negara ini tidak cocok buat Exodus. Karena orang-orangnya memiliki tata krama dan banyak senyum. Aku sudah membicarakan pada papa agar menariknya semua."
"Terus markas besarku?"
"Biarkan saja. Biarkan markas itu berdiri dengan tegak di sana."
Senyum sumringah John mulai terbit. Ia sangat bahagia sekali menerima kabar baik ini. John akan mempersiapkan segalanya agar bisa kembali ke Meksiko.
Setelah mendengar cerita dari John, kita beralih ke Patty dan Tutik. Kedua wanita berbeda generasi itu harus merasakan pahitnya kehidupan. Rumah mewah yang berada di kawasan elit hangus terbakar. Bisa-bisanya mereka tidak sadar dan pergi meninggalkan rumah itu. Sekarang mereka harus mencari rumah mewah lagi.
Namun mereka tidak sanggup menyewanya. Dengan terpaksa mereka berkeliling untuk mendapatkan rumah yang sederhana tanpa AC. Akankah mereka bisa bertahan di rumah itu? Entahlah... Mereka hanya mampu menjawabnya.
"Apa yang harus kita lakukan di rumah ini ma?" tanya Patty.
__ADS_1
"Terpaksa kita hidup di sini untuk sementara waktu. Kamu harus menikmatinya sebelum menjadi orang kaya lagi," jawab Tutik yang masih kesal terhadap suaminya si John.
"Benarkah Aku bukan anaknya papa?" tanya Patty.
"Memang kamu bukan anaknya papamu itu. Mama saat itu sedang sial tujuh turunan. Mama melakukannya dengan seorang kuli bangunan. Yang di mana saat itu Mama dijebak oleh seseorang."
"Kenapa Mama tidak meminta pertanggung jawabannya?"
"Kamu bodoh atau ogeb sih? Demi mendapatkan perusahaan Kurumi. Mama sengaja mempertahankan kamu dan berbicara kepada publik. Agar John mengakuinya. Setelah pengakuan itu kami menikah dengan mewah."
"Mama ternyata licik juga. Lalu rencana Mama apa?"
"Tenanglah. Mama akan membalikkan keadaan sebenarnya. Mama akan membuat cuitan tentang papamu itu. Mama tidak akan membiarkan papamu bersenang-senang di atas penderitaan kita."
"Bagaimana caranya?"
"Tenanglah. Nanti kamu tahu taktik sebenarnya. Jika kamu gegabah sedikitpun. Papamu tidak akan pernah mau menoleh kepada kita dan memberikan pundi-pundi uang untuk berbelanja barang-barang mahal."
"Aku tunggu."
"Kamu itu enak saja menunggu keputusan dari mama. Bisakah kamu bekerja sendirian untuk mendapatkan hasil uang?"
"Selama ini aku sudah menghasilkan uang. Tapi apa buktinya? Mama lah yang merasakan itu semuanya. Diam-diam Mama sengaja mengambil uangku untuk berfoya-foya. Sekarang mama menuduhku bahwa aku tidak bisa mencari uang?"
"Oh baguslah. Memang sengaja Mama melakukannya agar kamu menjadi anak yang tahu diri. Apakah kamu paham soal itu."
Mereka terdiam dan capek berdebat. Ditambah Patty yang sedang mengandung trisemester pertama. Sungguh ia sangat malas sekali untuk melanjutkannya. Mau tidak mau Patty memutuskan untuk tidur sebentar. Memang jika mereka kehabisan uang selalu berdebat tiada habisnya. Sampai-sampai para pelayan maupun John pusing dibuatnya.
Saat memejamkan mata, Patty tidak bisa merasakan sejuknya kamar itu. Patty berteriak dan mengeluh kepanasan sambil membuka bajunya. Memang apa yang dikatakan oleh John itu benar. Mereka harus merasakan kesusahan seperti rakyat kecil lainnya.
__ADS_1