Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kamu Sangat Berarti Buat Aku.


__ADS_3

“Ya kamu


bisa memintanya kepada aku,” jawab Asmoro yang mengerti isi hati Stella.


“Apakah


itu penting?” tanya Stella.


“Aku kan


suami kamu,” jawab Asmoro sambil tersenyum manis.


“Aku


tidak mau meminta mobil seperti itu. Aku ingin meminta mobil biasa,” celetuk


Stella.


Beberapa


saat kemudian Asmoro tersenyum manis. Ia akan menolak permintaan Stella. Ia


akan memakai mobil yang tiba-tiba saja menjadikannya sebagai mobil favorit. Tentu


saja Asmoro sangat menjadi bahagia. Apalagi mobil yang ditunjuk Stella adalah


mobil kesayangannya. Pria yang terlohat awet muda itu sengaja mengambil


ponselnya. Ia segera menghubungi pengawalnya untuk memberikan sebuah kunci


dengan seri mobil tersebut. Setelah menghubungi pengawalnya, Asmoro segera


mendekat.


“Appakah


kamu enggak mau memiliki mobil mewah? Aku akan memberikan secara gratis tanpa


dipungut biaya,” rayu Asmoro sambil memeluk Stella dan menciumnya.


Stella


sangat menikmati pelukan Asmoro dengan lembut. Ia seakan merasakan dirinya sedang


mabuk kepayang. Entah kenapa ia tidak mau lepas dari pelukan hangat tersebut.


“Kamu


semakin pandai membuat aku melayang jauh?” tanya Stella sambil tersenyum manis.


“Jika


aku tidak pandai, maka kamu akan berpaling dari aku. Setiap wanita pasti akan


meminta sentuhan lembut dari suaminya. Jika kau tidak bisa menaklukan kamu, aku


akan menyesal dan yang telah membuatmu pergi,” jawab Asmoro.


Stella


hanya bisa manggut-manggut saja. Ia paham apa yang dikatakan oleh Asmoro. Lalu Stella  akhirnya sadar, jika dirinya berada di


tempat yang seharusnya tidak akan memadu kasih.


“Kakak,”


pekik Stella sembari mendorong Asmoro. “Bisakah kita enggak begini?”


“Kita


akan begini hingga kunci mobil datang,” jawab Asmoro yang sengaja menahan


Stella.


“Hmmmp...


inikan tempat umum. Ngapain juga kita begini? Kalau dilihat orang bagaimana?”


tanya Stella.


“Ini


adalah tempat privat atas nama Lampard Wolf Snowden,” jawab Asmoro. “Jadi sang


pemilik bisa memberikan secara cuma-Cuma untuk melakukan apapun yang aku suka,”


jawab Asmoro sambil tersenyum manis.


“Terarah


kamu saja. Aku hanya menurut apa katamu. Kamu itu susah dibilangin,” kesal


Stella.


“Kamu


tahukan siapa sang pemilik apartemen ini? Dia yang sengaja memberikan aku


kebebasan untuk memiliki lahan parkir disini. Bahkan aku menanamkan modal


sebesar tiga puluh lima persen. Jadi aku berhak bisa memiliki lahan parkir yang


sebenar ini dan menampung beberapa mobil mewahku. Dan ini adalah mobil mewahku.


Tapi aku jarang memakainya. Jika sedang naik gunung mobil yang kamu tunjuk tadi

__ADS_1


aku pakai. Karena kekuatannya melebihi mobil biasa,” jelas Asmoro.


“Tapi


aku tidak bisa memilikinya. Mobil ini sangat mahal sekali,” ucap Asmoro dengan


jujur.


“Nggak


mahal sama sekali kok. Aku hanya memodifikasinya menjadi mewah. Aku adalah


seorang arsitek di bangunan besar. Lalu aku mempraktekan ilmuku untuk


memodifikasi mobil tersebut. Jadinya berhasil seperti ini,” ujar Asmoro. “Kalau


kamu ambil saja. Mobil SUV memiliki kekuatan seperti mobil sport. Kalau enggak


mau aku lepaskan ke orang lain.”


“Kenapa


kamu jual?” tanya Stella.


“Aku


bosan,” jawab Asmoro.


“Enak


ya... jadi sultan... memiliki mobil lalu dimodifikasi. Setelah itu dijual


dengan harga yang mahal,” ucap Stella yamg baru mengetahui sifat asli Asmoro.


“Ya


begitu dech. Namanya juga bosan sama benda. Tapi aku tidak bosan sama kamu.


Karena kamu adalah seorang wanita yang telah aku cari selama ini,” bisik


Asmoro.


“Jangan


pernah kamu mengakui kalau diri kamu belajar dari seorang anak untuk merayuku?”


tanya Stella yang mulai kesal terhadap Asmoro.


“Ya...


itu benar. Aku memang tidak pandai merayu kamu. Jadi aku harus banyak-banyak


belajar dari mereka,” jawab Asmoro.


Beberapa


itu mendekati Asmoro lalu membungkukkan badannya.


“Selamat


pagi bos,” sapa Doni nama pengawal itu.


“Memangnya


kamu kira hari ini masih pagi?” tanya Asmoro yang tiba-tiba saja bingung.


“Maaf


bos. Saya keseringan berada di dalam gedung ini. Jadinya saya tidak bisa


membedakan mana pagi, siang, sore dan malam,” jawab Doni dengan jujur.


“Ya


sudah kalau begitu,” ucap Asmoro yang menghembuskan nafasnya dengan kasar. “Mana


kuncinya?”


“Bukannya


mobil bos sudah dipasang alat canggih di mobil masing-masing?” tanya Doni


balik.


“Lalu?”


tanya Asmoro yang mengerutkan keningnya.


“Setiap


mobil bisa dikendalikan melalui ponsel bos sendiri,” jawab Doni yang sambil


menunduk dan memberikan kunci tersebut.


Asmoro


hanya bisa menepuk jidatnya. Ia benar-benar malu di depan sang istri. Karena


Asmoro lupa akan hal itu. Seperti biasanya ia jarang sekali memanggil bahkan


tidak pernah memanggil pengawalnya untuk membawakan kunci. Ia langsung membuka


kunci mobil itu hanya memakai aplikasi yang sudah dibuat sama Jacob.


“Sialan

__ADS_1


lu! Kenapa sih kalau ngomong enggak bisik-bisik sih? Aku malu tahu!” kesal


Asmoro.


Mata


Doni membulat sempurna mendengar pernyataan dari Asmoro. Bagaimana bisa sang


bos memiliki malu? Padahal dirinya sendiri tidak pernah sama sekali melihat


sang bos malu seumur hidupnya.


“Itu


siapa bos cantik banget seperti bidadari?” tanya Doni yang sangat penasaran sekali.


“Dia


istriku!” seru Asmoro yang semakin kesal terhadap Doni.


Mendengar


kata istri, Doni langsung beringsut mundur. Ia tidak pernah menyangka kalau


sang bos sudah memiliki seorang istri. Ketibang memiliki masalah besar sama bos


besarnya itu, Doni memilih langkah seribu dan meninggalkan tempat itu dengan


cepat.


“Sangat


menyeramkan sekali!” ucap Doni dalam hati.


Melihat


kepergian Doni, Asmoro hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Namun


dirinya sangat terhibur sekali mendengar sang pengawal tidak terlalu sungkan


dan takut sama dirinya. Ia sudah menganggap para pengawal yang berada di


kepemimpinannya sudah dianggap sebagai saudara.


“Maafkan


aku. Ternyata aku pelupa,” celetuk Asmoro.


“Kamu bukan


lupa. Tapi kamu memang benar-benar panik dan tidak mengetahui akan aplikasi


itu,” jawab Stella.


“Untung


saja aku tidak lupa sama kamu,” ujar Asmoro yang membuka pintu mobilnya dengan


memakai aplikasi.


“Kalau


lupa?” tanya Stella yang sengaja memancing Asmoro.


“Ya


enggak bakalan lupa. Kamu adalah segala bagiku,” jawab Asmoro dengan jujur.


“Ya...


kamu memnag jago merayu,” puji Stella yang senang melihat Asmoro berubah


drastis.


Ketika


berhasil membuka pintu mobil, Asmoro sengaja mendekati Stella. Ia menggenggam


tangan sang istri kemudian mengajaknya masuk. Selesai masuk ke dalam Stella


duduk dengan elegan. Dengan sigap Asmoro menarik seat belt nya dan memakaikannya


ke tubuh Stella.


“Terima


kasih,” ucap Stella yang mengulas senyumnya.


“Sama-sama,”


balas Asmoro.


Asmoro


menutup pintu mobil itu dan segera memutarinya. Ia segera masuk dan menyalakan


mobil itu dan melesat meninggalkan basemant tersebut.


Di


restoran mewah Agatha, Anita, Yamato dan Hatori sudah datang terlebih dahulu.


Mereka memnag sengaja tidak masuk ke dalam dan melihat area yang berada di


sekitarnya. Jujur mereka sangat kagum tentang restoran tersebut.

__ADS_1


“Bagaimana


kalau aku membuka restoran seperti ini di Tokyo?” tanya Agatha.


__ADS_2