
Sesampainya di perusahaan S&T Company, Jacob langsung berlari menuju ke ruangan IT. Sedangkan Lampard dan Nathalie menyusulnya dari belakang. Sepanjang perjalanan mereka tidak melihat orang yang berada di kantor. Hari Sabtu biasanya sangat kantor libur.
Jacob yang sudah sampai duluan langsung mengambil ahli server utama. Seluruh anak IT yang berada di sana sangat ketakutan dan tidak berani memandang wajah Jacob. Jari-jari kekar Jacob langsung memasukkan sebuah kode huruf, nomor dan tanda baca yang cukup rumit. Kode ini hanya dipegang oleh Alexa, Ian, Imron dan dirinya.
Tak lama Jacob melambaikan tangannya untuk memberikan kode untuk Imron dan Ian untuk segera beraksi. Sementara itu Lampard datang dengan sorot mata yang tajam. Lampard memandang wajah para anggota S&T Company dengan wajah tegang. Seakan meminta jawaban salah satu dari mereka mendekati Lampard lalu menjelaskan bagaimana serangan cyber itu terjadi dengan detail, Lampard pun menganggukan kepalanya dan menyuruhnya duduk kembali.
Jacob, Ian dan Imron menemukan sebuah virus yang memiliki sebuah kode yang berlambang X. Mata Jacob membulat sempurna dan menatap Imron dan Ian secara bergantian. Kemudian Lampard mendekatinya sambil melihat lambang X tersebut. Lampard akhirnya terdiam dan otaknya bekerja dengan keras.
"Apakah ini berkaitan dengan Exodus?" tanya Lampard dalam hati.
Ketiga pria itu juga sama memiliki pertanyaan yang sama dengan Lampard. Mengapa ini bisa terjadi? Lalu kenapa Exodus mulai menyerang S&T Company? Apa kesalahan yang mereka perbuat?
"Fear of the dark!" seru Jacob.
Fear of the dark adalah sebuah virus yang telah dibuat oleh Alexa. Namun disempurnakan berulang-ulang hingga tujuh kali hingga maksimal. Sebenarnya ini virus masih bisa diperbarui lagi. Tapi Jacob tidak ingin melakukannya. Karena virus ini sangat dahsyat untuk menyerang dan menghancurkan data kepada sang hacker.
Ketika akan mengirimkan virus tersebut, Jacob sengaja memberikan gambar kartun sesuai keinginannya. Terkadang Tom and Jerry, Bugs Bunny, Tweety dan lainnya. Kali ini Jacob memilih animasi Masha and the Bear. Masha seorang gadis kecil yang memiliki keimutan tiada tara namun sering sekali membuat ulah. Makannya Jacob sengaja memakai kartun itu karena ingin membuat ulah kepada Exodus. Gara-gara Exodus, Jacob harus kehilangan laptop canggihnya.
Melihat animasi Masha and the Bear membuat Lampard hanya bisa menepuk jidatnya. Jujur saja ini sangat aneh sekali. Di dalam dunia mafia tidak ada yang mengenali animasi lucu tersebut. Namun ini lain, diwaktu senggang Jacob sering menghabiskan waktunya untuk melihat animasi.
Jacob mengacungkan jempol di tangan kirinya ke arah kedua partnernya tersebut. Hingga akhirnya Jacob menekan tombol enter. Jacob melihat virus itu bekerja dengan semangat cepat sekali. Virus itu langsung melahap semua data yang dimiliki hacker yang menyerangnya.
__ADS_1
"Apakah ada anti virusnya?" tanya Lampard.
"Ada,'' jawab Jacob.
"Apakah semua data perusahaan aman?" tanya Lampard.
"Aku jamin aman. Ketika virus feat of the dark bekerja melawan musuh. Aku sudah memberinya sebuah antivirus yang bernama forever and one yang dikombinasikan dengan bleeding heart. Maka secara bersamaan mereka bekerja. Mereka sekarang sedang memulihkan data-data yang dikunci oleh sang hacker orang tersebut,'' jawab Jacob.
Bugh!
Baru kali Lampard sangat kesal dengan adik angkatnya itu. Bisa-bisanya Jacob memberikan sebuah nama virus tersebut dengan nama bleeding heart. Bukankah nama itu sering digunakan oleh orang yang merasakan patah hati hingga berdarah. Ah... sudahlah... Jacob adalah pria unik.
Di tempat lain seorang pria yang berhasil mengirimkan beberapa virus tanpa nama yang aku itu tersenyum devil. Pria itu berteriak kegirangan seperti Dora the Explorer. Sangking bahagianya pria itu berjoget ala Dewi Perssik. Namun sayang senyuman itu langsung bilang seiring adanya serangan pihak korban. Seketika laptop yang pakainya itu layarnya langsung berubah menjadi hitam. Wajah yang tadi ceria langsung pucat seketika. Pria itu memegang kepalanya dan menarik rambutnya.
"Awalnya aku berhasil mendapatkan sebagian datanya. Tapi ada seseorang yang mengirimkan aku animasi Masha and the Bear. Aku kira hanya sebuah film animasi yang sedang nge-hits sekarang. Tapi setelah aku klik ternyata sebuah virus yang menyerang laptopku,'' jawab Harlem.
"Apakah itu benar?" tanya John.
Harlem segera memberitahukan laptopnya yang sudah menjadi hitam ke John. Mata John membulat sempurna. Ia tidak menyangka bahwa yang mengendalikan sistem keamanan milik S&T orangnya sangat canggih. John mengira kalau S&T itu gampang diserang. Namun semuanya salah besar. John malah mendapatkan kesialan bertubi-tubi.
"Apakah ada cara lain?" tanya John.
__ADS_1
"Ada tuan," jawab Harlem. "Kalau tuan ingin hacker yang jenius dan mau membobol sistem keamanan jaringan milik S&T Company. Maka tuan harus meminjam ke pusat Exodus. Di sana banyak sekali hacker yang mumpuni."
"Kalau begitu berikan aku satu nama saja. Maka aku yang akan memanggilnya kesini. Oh... Ya... Aku tidak jadi memecat kamu. Kamu tahu Thomas berada di sini. Maka aku akan melimpahkan kamu ke Thomas," jelas John.
"Oh... Ya... Tadi pagi saya sempat melihat Stella di daerah Senayan. Namun ada tiga orang yang ingin mengintainya. Aku enggak tahu siapa mereka. Salah satu dari mereka menembak Stella dan suasana kacau," ucap Harlem.
"Apakah itu benar?" tanya John.
"Ya... Itu benar," jawab Harlem. "Apakah Tuan menurunkan pasukan untuk menembak Stella?"
"Aku tidak mau membuat Stella celaka. Kamu tahukan perjanjian antara Tuan Liam sama aku jelas. Aku tidak boleh menyakitinya apalagi membuatnya lecet. Jika Stella lecet sedikitpun maka harga jualnya menurun," jawab John.
"Jadi, siapa yang melakukan itu?" tanya Harlem.
Ketika lewat di ruangan itu Patty mendengar pembicaraan John dan Harlem. Mata Patty membulat sempurna karena membahas tentang Stella ditembak. Dengan mengepalkan tangannya Patty langsung pergi meninggalkan mereka dengan jantung berdegup kencang.
Hatori dan Pak Kusno telah sampai di rumah sakit Snowden. Mereka memutuskan untuk masik ke dalam lobi. Pak Kusno langsung mereservasi tempat untuk Hatori. Dengan wajah pucatnya Hatori segera dilarikan ke ruangan gawat darurat. Setelah mereservasi tempat Pak Kusno segera menyusul ke ruangan itu.
Sejam berlalu pihak dokter yang menangani Hatori langsung keluar dengan wajah ceria. Pak Kusno bergegas mendekatinya dan mengatakan kalau Hatori baik-baik saja. Namun Pak Kusno membantahnya dan mengatakan kalau Hatori baik-baik saja. Dokter tersebut mengajak Pak Kusno masuk ke dalam. Dokter itu menjelaskan di tangan kiri dan punggung milik Hatori tidak apa-apa dan tidak memiliki luka sedikitpun.
"Maaf dok, tadi putra saya berteriak kesakitan ketika menuju kesini. Katanya punggungnya disayat pisau," bantah Pak Kusno.
__ADS_1
"Saya sudah mengeceknya berkali-kali pak. Anak anda tidak apa-apa dan tidak ada luka sedikitpun," jelas sang dokter.
"Kalau begitu saya ingin melihat luka di dalamnya dok?" tanya Pak Kusno.