Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Patty Mulai Membuat Ulah.


__ADS_3

"Semuanya sudah selesai. Alexa sangat manis sekali untuk membuka beberapa portal perusahaan tersebut. Jujur, awalnya aku sangat takut sekali," jelas William.


"Jangan pernah takut sama sekali dengan keputusanmu itu. Sedari dulu kamu itu bisa melakukannya. Tapi kamu itu orangnya penakut. Yang namanya tugas harus dikerjakan. Kak Asmoro dan lainnya akan melindungi kamu. Begitu juga dengan Leon. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Apalagi Itu demi kebaikan banyak pihak. Nggak kita saja yang dirugikan. Bisa saja banyak instansi yang dirugikan. Itulah kenapa Kak Jacob sengaja membuat perkumpulan para hacker di perusahaannya itu," jelas Ian yang memberikan petuah buat mereka.


"Ternyata perusahaan Boni itu fiktif Kak. Boni sengaja mendirikan perusahaan itu hanya untuk mengelabui banyak orang. Termasuk kita. Bisa dikatakan Boni mengambil keuntungan yang banyak dalam kerjasama ini," ucap Leon.


"Aku sudah menebaknya beberapa hari yang lalu. Aku sudah membicarakan ini dengan Kak Asmoro. Benar saja kak Asmoro sangat geram sekali. Maka dari itu kita disuruh ikut," sahut Ian. "Sementara itu kita bubar terlebih dahulu. Nikmatilah perjalanan kalian dengan penuh kebahagiaan. Aku ingin menemani Adelia."


"Siap bos," seru mereka dengan semangat.

__ADS_1


Sembari menunggu Asmoro keluar dari kamar, mereka memutuskan untuk menikmati perjalanan. Para pramugari menyediakan banyak snack dan makanan berat. Mereka langsung menikmatinya sekaligus bersantai ria.


Malam yang cerah. Patty dan Tutik sedang mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan Liam. Mereka sengaja memakai baju mewah agar Liam tertarik. Meskipun jatuh miskin, mereka masih saja bisa menggunakan pakaian mewah. Itulah mereka sebenarnya.


Sebelum berangkat menemui Liam, Patty sengaja meraih ponselnya dan membaca banyak pesan. Tangan Patty mulai men-scroll dari atas ke bawah.


Saat memaki asisten tersebut, Tutik keluar dari kamar. Wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya sambil melipat kedua tangannya dengan angkuh. Setelah puas Patty mematikan ponselnya dan menaruhnya di tas kecilnya itu.


"Kenapa kamu marah-marah seperti itu?" tanya Tutik dengan sinis.

__ADS_1


"Niwa telah mengeluarkanku dari agensinya. Mereka tidak akan mau terima aku sebagai anak didiknya lagi. Padahal aku sendiri tidak melakukan hal-hal yang merugikan buat mereka," jawab Patty dengan memutar balikkan fakta.


"Kalau kamu tidak melakukan apapun sama agensi itu. Kenapa kamu tidak menuntutnya balik? Kamu Jangan pernah merasa dirugikan sama mereka. Kamu harus memperjuangkan semuanya. Agar semua orang tahu kalau kamu adalah seorang model terkenal dan baik hati," ungkap Tuti sambil memuji Patty. "Kamu sangat cantik sekali melebihi bidadari. Bahkan setelah pun kalah total. Masa kamu nggak berani melakukan itu?"


"Bener juga sih ma. sepertinya aku harus mencari pengacara terkenal di negara ini. Kemungkinan aku bisa membalikkan keadaan," jawab Patty yang membuat sang mama percaya seratus persen.


"Tenang saja. bukankah kita masih memiliki uang banyak di bank. Semuanya bisa teratasi asalkan kamu bisa bermain cantik. Oh ya soal pengacara itu. kamu pakai saja Pak Bondan. Kamu berikan saja tubuhmu itu kepada dia. Dia pasti mau kok melakukannya dan membela kamu habis-habisan," ujar Tutik.


"Apakah Mama serius dengan itu?" tanya Patty.

__ADS_1


__ADS_2