Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Petuah Raka Sang Dokter Tampan.


__ADS_3

“Alu tidak punya uang untuk mengirimmu ke Meksiko. Jadi kamu terdampar di sebuah ruangan yang temaram seperti ini,” jawab Natali yang membuat Raka dan kedua perawat Stella menahan tawa. “Jika aku menjualmu ke Meksiko, apa untungnya buat aku ya? Sementara aku sendiri sudah memiliki semuanya. Lalu uang penjualan kamu buat apa coba?”


“Entahlah, mungkin saja Kakak membeli sebuah apartemen mewah di Jakarta,” jawab Stella.


“Membeli apartemen lagi? Di beberapa negara Eropa aku sudah memiliki apartemen tujuh unit. Di negara Asia aku juga sudah memiliki apartemen sebanyak sepuluh unit. Di Amerika pun juga sama memiliki delapan unit. Di sini aku sering tinggal di rumah Alexa. Lalu buat apa aku membelinya lagi?” tanya Natalie yang bingung.


“Wah, ternyata kakak Sultan,” puji Stella sambil tersenyum manis.


Mereka yang masih berada di ruangan itu mengaku lega atas sadarnya Stella. Gadis manis itu pun sudah mulai berbicara seperti orang normal kembali. Raka sebagai dokter pribadinya sangat bahagia melihat sang pasien sudah mulai cuap-cuap. Dokter tampan itu pun mengacungkan jempolnya kepada Stella.


“Stella,” panggil Raka.


Stella yang tersenyum Itu pun langsung mencari keberadaan Raka. Gadis manis itu pun menemukan Raka yang berada di belakang Natalie. Jujur saja Stella sangat terkejut ketika melihat Raka. Pikirannya melayang dan tidak bisa berkata apa-apa. Ia masih bertanya-tanya dalam hati, apakah dirinya dijual atau tidak. Jika dijual berarti hidupnya selesai.


“Kak Raka,” pekik Stella.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Raka.


“Aku kurang baik kak. Aku belum bisa bangun dan merasakan punggungku masih nyeri. Jujur aku bosan di sini. Aku rindu pada nona kecil yang bisa membuat aku tertawa,” jawab Stella yang mulai menangis lagi.


“Nona kecilmu baik-baik saja. Dia berada di rumah kemungkinan jam segini sudah tidur. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Mulai detik ini kamu tinggal menyembuhkan lukamu itu. Oh iya... Aku berpesan kepadamu setelah keluar dari sini, kamu nggak boleh keluar dari mamsion Alexa. Jika kamu keluar maka orang-orang itu akan memburumu. Ditambah kaki tangan sang ketua mafia berada di Indonesia. Kalau keluar mereka dengan mudah menemukanmu,” saran Raka yang memberikan perlindungan ekstra buat Stella.


“Yang dikatakan dokter Raka itu benar. Mereka sudah menyebarkan para pengawalnya untuk mencari keberadaan kamu. Mau tidak mau kamu harus bersembunyi di mansion Alexa. Tapi kamu tenang saja, Aku tidak akan kembali ke negaraku beberapa bulan ke depan. karena aku ingin menatap di Indonesia dan mempersiapkan membangun pabrik baru di area Bekasi. Jika kamu ingin beli sesuatu, bisa menyuruh para pengawal untuk membelinya,” pinta Natalie.


Mendengar dirinya sedang di buru, Stella menggelengkan kepalanya. Iya mulai ketakutan dan ingin berteriak histeris tik dengan cepat dirinya mengontrol keadaan agar tidak pikirannya normal kembali. Gadis manis itu pun bingung. Di sisi lain setelah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya.

__ADS_1


“Bagaimana aku hidup kak?” tanya Stella yang masih bingung.


“Tenang saja. Aku yang akan membiayai kamu hidup. Kamu tidak perlu bekerja lagi di luar,” jawab Natalie.


“Aku tidak bisa terima pemberian kakak. Sejak kecil aku sudah membanting tulang Kak. Aku ingin menghidupi diriku sendiri,” ucap Stella lemah.


“Please, Jangan keras kepala seperti itu. Anggap saja kamu bekerja di rumah Alexa untuk menjaga anak-anak. Karena mereka sudah cocok denganmu. Terus kamu bisa mengajari mereka pelajaran matematika. Mama Winda akhir-akhir ini sibuk jadi tidak bisa mengajari mereka lagi. Jadi anggap aja itu sebagai gantinya. Oke,” ujar Natalie yang memberikan alternatif agar Stella tidak bekerja di luar.


“Baiklah Kak,” balas Stella. “Jadi aku nggak dijual ke Meksiko?”


“Ya enggak lah. Kata siapa dijual ke Meksiko? Merekalah sengaja menjualmu hanya untuk menguasai asetmu,” kesal Natalie kepada John Smith.


“Syukurlah,” ucap Stella yang penuh syukur.


“Kalau begitu aku pergi dulu. Biarkan Kak Raka memeriksamu,” pamit Natalie.


“Tenanglah Stella, Kamu tidak akan kekurangan di sana. Mereka sangat baik dan suka menghibur orang. Jangan bersedih lagi ya,” ucap Raka yang mendekati Stella.


“Baiklah. Aku tak apa-apa. Aku takut saja jika nyonya Alexa membenciku karena tidak bekerja,” ujar Stella.


“Kamu itu. Jangan bilang seperti itu. Kamu bisa bantu Nyonya Alexa. Membantunya memasak, merawat kebun, mengajak anak-anak bermain atau juga kamu bisa membantu para pelayan,” kata Raka. “Kalau begitu aku periksa terlebih dahulu. Aku harap tubuhmu bisa normal seperti dulu lagi.”


“Belum ada sebulan aku sudah tertembak tiga kali. Aku bingung, Kenapa tubuhku ini sangat suka sekali dengan peluru?” tanya Stella yang membuat Raka tertawa.


“Kamu tahu bukan tubuhmu suka dengan peluru. Tapi hidupmu dalam bahaya. Kamu sedang diburu oleh keluargamu sendiri untuk dijual ke tangan mafia. Jika itu terjadi maka kamu habis. Memang, keluargamu itu gila. Bisa-bisanya kamu diserahkan ke tangan mafia,” jawab Raka.

__ADS_1


“Lalu, Aku harus bagaimana? Sedangkan adikku juga menginginkan kematianku agar bisa menjadi ahli waris Kurumi Company. Jujur aku sendiri bingung. Apakah mereka keluargaku atau tidak? Jika mereka keluargaku, kenapa aku dikorbankan? Salahku apa selama ini? Aku tidak pernah melakukan kesalahan kepada mereka. Setiap pagi aku sudah bangun membersihkan rumah, membuatkan sarapan, lalu pergi sekolah. Pulang sekolah bersih-bersih rumah. Jika tidak bersih maka mamaku memukuliku. Sering sekali aku tidak diberi makan dan dikurung dalam gudang selama semalam. Ditambah lagi mereka sengaja memecat para pelayan di rumah. Agar katanya menghemat biaya. Aku bisa memaafkan karena beberapa tahun ini keluargaku sangat susah. Terkadang aku suka bantu-bantu tetangga buat biaya hidup kami,” ucap Stella yang curhat kepada Raka.


“Bukannya adikmu seorang model terkenal yang sudah melanglang buana ke negara-negara Eropa dan Amerika?” tanya Raka yang mengetahui karir Patty Smith.


“Jujur aku nggak tahu itu. Kalau dipikir-pikir sih memang. Tapi, orang tuaku lebih menyayangi Patty ketimbang aku. Aku harus bagaimana ini? Sedangkan perusahaan aku belum begitu paham. Kenapa namanya agak nama-nama Jepang gitu? Terus nama belakangku memakai marga Jepang. Sedangkan papaku adalah orang luar bisa dikatakan Amerika negara asalnya,” jelas Stella yang bingung dengan namanya sendiri.


“Ya iyalah... Mereka bukan keluargamu. Margamu sama marganya mereka juga beda. Tapi kamu sudah mulai menemukan satu keluargamu. Aku harap kamu tidak terkejut dengan saudaramu itu sendiri,” batin Raka.


“Bolehkah aku tinggal di sini?” tanya Stella.


“Sepertinya kamu harus izin kepada Tuan Lampard dan Tuan Gio. Aku tidak bisa memutuskan kalau soal masalah ini,” jawab Raka yang sedang memeriksa.


“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Stella yang mulai merasakan nyeri ketika disentuh oleh Raka.


“Tanya apa?” tanya Raka lagi.


“Apakah Dokter sudah memiliki istri?” tanya Stella yang takut menyinggung perasaan Raka.


“Aku sudah menikah dan memiliki Putri satu. Bukannya kamu sudah mengenalnya?” jawab Raka yang pernah mengenalkan Rinda kepada Stella.


“Aku lupa dok. Maaf pikiranku lagi kacau. Mungkin aku lupa soal itu,” jawab Stella yang membuat Raka menggelengkan kepalanya.


“Nggak apa-apa. Mungkin kamu lupa karena banyak pikiran. Kamu sangat ketakutan untuk menjalani hidup. Ditambah lagi banyak orang-orang yang mengejarmu. Setelah ini kamu harus melemparkan pikiran itu jauh-jauh. Umur kamu masih panjang. Kamu harus memikirkan masa depanmu. Cepat atau lambat kamu akan membina rumah tangga,” ucap Raka yang memberikan petuah untuk Stella.


“Menikah?” tanya Stella.

__ADS_1


 


__ADS_2