
“Iya itu benar. Segala perkataanmu yang absurd itu ternyata sudah di simpan dalam otak mereka. Aku sebagai ibu harus bagaimana?” tanya Alexa yang membuat Ian mengedikkan bahunya.
Ian merasa frustasi karena ulahnya itu. Ia tidak menyangka kalau ucapannya secara absurd telah membuat anak-anak Alexa mencontohnya. Sebut saja tadi Scar mengatakan kalau hari ini dirinya sedang berkencan sama Adelia. Ian bingung harus mengatakan apa kepada sang Mamanya itu untuk menjelaskan semuanya.
“I'm sorry. Kamu tahu siap aku ngobrol sama anak-anak... Mereka selalu mengikutiku dan mendengarkan percakapan kami. Jujur aku tidak bisa mengusirnya nanti mereka menangis. Sekarang jadi pertanyaan, Bagaimana aku mengajari mereka untuk berkata seperti anak-anak normal lainnya?” tanya Ian balik kepada Alexa.
“Berangkatlah sana! Atau kamu akan kencan di sini!” tegas Alexa.
“Mama, apakah aku boleh ikut?” tanya Scarlett.
“Kamu itu,” sergah Alexa sambil merentangkan kedua tangannya. “Ayo ikut mama!”
“Tapi Ma,” ucap Scarlett dengan manja.
“Tapi apa? Ayo ikut mama! Mama akan membelikan kamu baju baru,” rayu Alexa dengan lembut.
Scarlett langsung menyembunyikan kepalanya di dada Adelia. Ia tidak mau menanggapi rayuan Alexa. Scarlett ingin ikut dengan Adelia saat berjalan-jalan. Akan tetapi Ian menggelengkan kepalanya sambil memberikan kode bahwa di luar masih dalam gawat darurat.
Adelia yang tahu kode tersebut mencoba membantu Scarlett agar turun. Gadis kecill itu mencoba mengelus punggung Scarlett dengan lembut. Lalu Scarlett hanya bisa mendengus kesal. Ia merasa tidak dianggap oleh dua orang dewasa. Akhirnya Scarlett mendongakkan wajahnya sambil berkata, “Kenapa Kakak nggak mengajakku berkencan?”
“Maaf nona cantik. Kakak akan keluar sebentar. Nanti sore kakak pulang kok. Kalau kakak pulang kamu minta dibawakan apa?” tanya Adelia dengan lembut.
“Aku minta dibawakan bando cantik yang ada tulisannya Mickey mouse. Apakah kakak mau membelikannya untukku?” tanya Scarlett dengan mata berbinar.
“Kalau itu maumu baiklah. Kakak akan membelikannya untukmu. Turunlah, ikutlah dengan mama,” jawab Adelia sambil merayu Scarlett.
Scarlett mengangguk setuju dan meminta turun. Adelia langsung menurunkannya ke bawah sambil memegang tangannya, “Kakak pergi dulu ya.”
“Iya kak.... Hati-hati di jalan ya,” balas Scarlett lalu menatap wajah Ian.
Merasa dipandangi Scarlett, Ian membungkukkan badannya sambil bertanya, “Kenapa kamu seperti itu, Scar?”
__ADS_1
“Paman... Jaga Kakak Adelia ya. Awas aja nanti kalau kakak nggak menjaga sama sekali. Bakalan Scarlett bilangin ke Kakek Lampard,” ancam Scarlett dengan wajah juteknya.
“Tenang saja. Aku akan menjaga kakakmu itu. Tapi kamu jangan nakal ya... Nurut sama mama dan papa... Oke,” ucap Ian sambil menatapnya dengan lembut.
“Aku pergi dulu ya Kak. Kalau ada kabar dari Kak Stella tolong hubungi aku,” pinta Adelia yang ingin mengetahui kondisi Stella.
“Kamu tenang saja. Hari ini Stella belum sadar juga. Kalau sadar akan aku beritahu,” sahut Alexa dengan lembut. “kalau begitu pergilah! Bersenang-senanglah sama Kak Ian.”
Adelia mengganggu dan berjalan keluar dengan diikuti oleh Ian. Anda kenapa perasaan Alexa sangat peka terhadap Adelia dan Stella. Alexa menduga kalau Adelia adalah saudara kembar Stella. Lalu dirinya teringat akan saudara kembar satunya lagi yang berjenis kelamin pria. Saat ingin berjalan masuk ke kamar, gadis kecilnya menarik-narik baju Alexa. Wanita itu menunduk dan melihat putrinya dalam keadaan aneh.
“Kamu kenapa?” tanya Alexa.
“begini ma, tadi Paman hattori ke sini membawakan buah banyak. Lalu Paman hattori bertemu dengan Kak Adelia. Setelah dipikir-pikir,” ucap Scarlet sambil memegang dagu dengan jari telunjuknya. “Scar... Merasa kalau Kak Adelia mirip sama paman Hatori.”
Mata Alexa membulat sempurna ketika Sang Putri berbicara seperti itu. Alexa hanya bisa tersenyum dan menanggapi Sang Putri, “Kamu ini ada-ada aja dek. Kamu kebanyakan bergaul dengan orang yang memiliki saudara kembar. Mana mungkin Paman Hatori sama Kak Adelia mirip?”
Jujur Alexa ikut masuk ke dalam klub anak kembar. Mulai dari bayi hingga dewasa. Alexa sering membagikan pengalamannya merawat anak kembarnya itu. Setiap pekan mereka saling bertemu dan bertegur sapa. Wanita itu sering mengajak anak-anaknya bertemu sama anak-anak kembar lainnya.
Sementara itu Ian mengajak Adelia pergi ke pusat perbelanjaan. Iyan sengaja menghabiskan waktunya untuk berbelanja. Tanpa disadarinya ada seorang wanita sedang menguntit keberadaan mereka. Namun Ian tidak memperdulikannya. Pria bertubuh kekar itu memeluk Adelia dan mengajaknya pergi ke tempat pernak-pernik anak-anak.
“Rasanya Scarlett ingin meminta hadiah dari kamu,” ucap Ian.
“Rencananya sih aku ingin membelikan beberapa bando yang lucu-lucu. Aku sangat suka sekali mendandaninya menjadi boneka. Kakak tahu kan kalau Scarlett memiliki wajah imut dan menggemaskan. Sangking menggemaskan aku jadi jatuh cinta,” ujar Adelia yang semangat memilih beberapa bando lucu.
“Ya kamu benar. Tapi sekarang otaknya terkontaminasi sama aku,” kata Ian sambil terkekeh. “Apakah kamu betah kerja di sana?”
“Aku sangat betah sekali. Bahkan mereka sudah menganggapku sebagai saudaranya. Aku rasa mendapatkan kehormatan yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Aku akan mengabdi pada Nyonya Alexa hingga tua nanti,” jawab Adelia.
“Baguslah kalau begitu. Meskipun usianya masih muda nyonyamu adalah wanita paling menghargai sesamanya. Aku harap kamu tidak terlalu memasukkan dalam hati jika nyonya dan tuanmu sedang marah. Mereka hanya marah karena pekerjaan yang menumpuk. Kalau soal kalian melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Bahkan mereka sering memaafkan kalian. Tapi kamu harus tahu janganlah kamu berkhianat pada mereka. Apakah kamu paham?” tanya Ian dengan serius.
“Aku tidak akan berkhianat sedikitpun. Mereka sudah memberikanku hidup yang layak. Begitu juga dengan ibuku. Setiap ada rezeki Nyonya selalu memberikan uang kepada ibuku. Aku sangat terharu sekali pada perlakuan nyonya,” jawab Adelia.
__ADS_1
“Ada warning buat kamu. Jika kamu sudah berkhianat pada nyonya, Aku tidak akan bisa menolongmu. Meskipun kamu adalah kekasihku aku akan melepasmu. Karena mereka adalah keluargaku,” ucap Ian yang tidak main-main ke Adelia.
Yang dikatakan Ian ada benarnya juga. Adelia pernah mendengar kisah hidup Ian yang tragis. Di mana saat itu keluarganya mati dibunuh oleh seseorang. Namun Adelia tidak pernah bertanya lebih jauh soal kasus tersebut. Ia menjaga perasaan kekasihnya agar tidak bersedih. Lalu dia mengangguk dan berjanji. Bahwa dirinya tidak akan menghianati keluarga Snowden dan kekasihnya itu. Ia juga tidak mau terlibat dengan masalah apapun di keluarga Snowden.
“Sepertinya ini lucu ya?” tanya Ian sambil memegang bando pink yang di atasnya ada boneka panda.
Saat melihat bando yang dipilihnya itu, Adelia melihat bando yang sedang dipegang kekasihnya. Matanya berbinar dengan senyum yang merekah. Ia sedang membayangkan mendandani nonamudanya itu bagai boneka imut.
“Ah... Rasanya aku suka bando itu. Aku ingin membelinya,” puji Adelia.
“Belilah kalau begitu. Apa lagi yang akan kamu pilih?” tanya Ian lagi.
“Aku ingin membeli beberapa jepitan untukku,” jawab Adelia.
“Kalau begitu pilihlah! Biar aku yang membayar semuanya,” suruh Ian.
“Kalau aku memilihnya semuanya bagaimana?” tanya Adelia dengan malu-malu.
“Tak apa,” balas Ian lalu mendengar ponselnya berdering.
Ian segera mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layarnya itu. Ia memegang pundak Adelia sambil berkata, “Aku tinggal dulu sebentar. Nanti aku kembali lagi.”
“Oke,” balas Adelia yang masih fokus memilih bando lucu-lucu tersebut.
Kemudian Ian pergi meninggalkan Adelia sendirian di sana. Pria itu mengangkat ponselnya di luar toko. Ia sangat fokus terhadap apa yang dibicarakan oleh seseorang. Tanpa disadarinya, Adelia yang sedang memilih bando itu pun didatangi oleh seseorang. Orang itu langsung menjambak rambut Adelia dan mendorongnya hingga jatuh. Adelia pun jatuh tersungkur dan dahinya terkena lantai. Gadis itu memegangi dahinya sambil merasakan pusing.
“Augh!” ringis Adelia.
“Ternyata lo ada di sini ya!” bentak wanita itu.
“Maksud kamu apa? Aku tidak mengenalmu sama sekali,” tanya Adelia mencoba berdiri.
__ADS_1