
Kurang lebih sejam beberapa musuh sudah tumbang dan merenggangkan nyawanya bersamaan. Setelah selesai Lampard melihat keadaan mereka sangat mengenaskan. Lalu Ian menghubungi pengawal Black Horizon agar membantu proses pembersihan mayat. Namun sebelum itu Lampard memeriksa salah satu dari mereka. Benar saja Lampard menemukan sebuah tato dengan lambang X. Lampard mulai berspekulasi, apa benar mereka orang yang sama dengan yang kemarin?
"Siapa mereka? Kenapa mereka menyerang Blue Diamond? Kenapa dia menyerang rumah sakit?" tanya Lampard.
Ketua pengawal dari Blue Diamond mendekati mereka dan menunduk hormat, "Selamat datang Tuan Lampard dan Tuan Ian."
"Kamu siapa?" tanya Ian.
"Panggil saya Greg tuan," jawab Greg nama sang ketua.
"Kenapa kamu diserang mereka yang terpengaruh obat?" tanya Lampard.
"Ini sudah kejadian yang keenam kalinya tuan. Mereka sengaja menyerang kami dan melenyapkan Blue Diamond dan Black Horizon hanya untuk memuluskan jalan mereka untuk memasukkan obat ke dalam Asia," jawab Greg.
Lampard terkejut dalam hitungan detik. Setelah itu wajah Lampard berubah menjadi normal kembali. Lampard semakin bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa mereka menyerang secara tiba-tiba? Setelah mendapat penjelasan itu Lampard mengajak Ian kembali ke hotel di mana mereka menginap.
Meksiko City, Meksiko.
Liam Knock seorang pria paruh baya berusia 55 tahun memasuki markas besarnya. Liam disambut dengan para pengawalnya yang tinggi besar seperti kingkong. Tak selang berapa lama seorang pria yang hampir sama usianya berwajah pucat. Pria itu mendekati Liam dan membisiki sesuatu.
"Tuan... Satu kompi pasukan yang kita kirim ke Bangkok telah mati di tangan musuh," ucap pria itu dengan ketakutan.
"Apa!" bentak Liam. "Bagaimana bisa mereka mati? Bukannya Irfan memberikan obat itu?"
__ADS_1
"Tapi tuan ada dua orang pria yang datang menolongnya. Lalu pria itu memukul jantung mereka hingga ambruk dan merenggangkan nyawanya," jawab pria itu.
Liam mengepalkan tangannya dan giginya gemelutuk. Liam tidak terima dengan apa yang didengarnya itu. Liam tidak akan membiarkan orang itu hidup, "Bagaimana obat-obatan yang kita kirim ke sana? Apakah kita berhasil masuk ke dalam pangsa pasar Asia?"
"Belum tuan. Anggota Blue Diamond selalu menghancurkan kapal-kapal kita yang akan masuk ke dalam kawasan Asia. Bahkan tidak tanggung-tanggung misi penghancuran terhadap kapal kita dipimpin oleh seorang perempuan yang handal," jawab pria itu.
Amarah Liam semakin memuncak bagai gunung yang akan meletus. Baru kali ini Liam mendengar seseorang perempuan yang menghancurkan kapal-kapalnya ketika ingin memasuki kawasan Asia. Liam tidak habis pikir akan hal itu, "Apakah John sudah mendengar berita ini?"
"John belum mendengar sama sekali. Akhir-akhir ini John sibuk berbisnis dengan para bandar untuk menyalurkan obat-obatan keluaran lama ke seluruh klub malam di seluruh Asia. Bahkan John sendiri memutuskan untuk mendirikan pabrik itu di tengah hutan," jawab pria itu.
Senyum mengembang di bibir Liam. Lalu Liam memuji kehebatan John. Kemudian Liam bertanya sekali, "Bagaimana dengan anak tirinya itu? Apakah John akan mengirimkannya untukku? Aku sudah lama tidak merasakan kehangatan seorang perawan."
"Maaf tuan. John kehilangan anak tirinya itu. Sampai sekarang John dan para pengawalnya sedang mencarinya di kota Jakarta," jawab pria itu.
"Kalau begitu turunkan Thomas sekarang juga! Aku tahu Thomas bisa diandalkan!" perintah Liam.
Pria itu akhirnya pergi meninggalkan Liam yang masih dengan wajah penuh amarah. Sebelum melangkah lebih jauh lagi Liam memanggilnya untuk memberikan tugas untuk mencari nama perempuan yang sudah dibumihanguskan kapalnya itu. Pria itu menoleh dan berkata dengan jujur. Selama ini pria itu sudah mencari informasinya. Namun yang didapatkan adalah serangan virus bertubi-tubi. Hingga membuat laptopnya hangus terbakar.
Liam Knock adalah seorang mafia kartel obat-obatan dari Meksiko sangat berbahaya di dunia. Liam sering sekali membuat obat-obatan terlarang yang berdosis tinggi. Jika obat-obatan terlarang itu sering dikonsumsi akan berakibat fatal. Orang itu bisa mengalami gagal jantung dalam hitungan menit. Para dokter yang sering menangani kasus gagal jantung dalam waktu sekejap belum bisa menemukan zat kimia terdapat dalam obat itu.
Disisi lain pihak interpol dunia sering melakukan pertemuan hanya untuk menyusun rencana agar bisa menangkap Liam Knock. Namun semuanya itu sia-sia. Liam Knock sering dijuluki belut oleh mereka. Karena Liam mempunyai banyak tempat persembunyian di seluruh dunia. Jika dalam keadaan genting Liam menghilang ke daerah yang dipilih secara acak.
Pagi yang cerah di kota Bangkok. Lampard segera bersiap-siap untuk bertolak ke Surabaya. Lampard mulai terusik dengan musuh yang akan menyerangnya. Lampard tidak habis pikir kenapa Black Horizon diserang? Selama ini Black Horizon tidak pernah membuat ulah di kawasan Asia. Lampard harus mencari jawabannya setelah ini.
__ADS_1
"Ada apa? Apakah kesehatanmu terganggu?" tanya Ian.
"Nope. Aku baik-baik saja. Kamu tahu semalam Greg mengatakan kalau Black Horizon sering diserang oleh kelompok yang tidak dikenal?" tanya Lampard balik.
"Apakah itu Yakuza, Triad atau mafiaoso dari Italia?" tanya Ian yang menganalisis siapa yang menyerang Black Horizon.
"Bukan mereka. Selama ini kita tidak menyenggol mereka. Kecuali mereka yang akan menyenggol duluan. Namun kita sering mengalah agar mengurangi gesekan-gesekan yang akan menjadi perang antar mafia. Mereka juga meminta maaf akan hal itu dan tidak melanjutkan secara dalam," jawab Lampard yang belum menemukan jawabannya.
"Apakah ini ada hubungannya dengan tragedi rumah sakit?" tanya Ian.
Lampard mulai berpikir dan mengaitkan dengan tragedi rumah sakit dan penyerangan markas Blue Diamond. Lalu Lampard terdiam sejenak dan tidak yakin atas semuanya itu. Lampard menggelengkan kepalanya sambil menjawab pertanyaan dari Ian, "No."
"Kalau kita tarik secara garis besarnya semuanya tidak ada kaitannya. Meski mereka sama-sama memiliki tato di belakang leher adalah X. Jika berhubungan dengan kasus rumah sakit dan kasus semalam jawabannya adalah samar," jawab Lampard.
"Apakah kita harus menggabungkan kekuatan Black Horizon dan Blue Diamond?" tanya Ian.
"Kalau sering terjadi penyerangan secara terus-menerus kita harus melakukannya. Kita akan memanggil Gio dan Martin dan Alexa," jawab Lampard. "Ini sudah diluar batas."
Ian menyetujui rencana Lampard. Ian berharap masalah ini cepat selesai. Jika musuh mereka adalah kartel obat-obatan terlarang area Meksiko. Mereka harus memiliki strategi untuk menghancurkan dan menghabisi mereka. Lampard teringat akan kebengisan anak angkatnya ketika mendengar kartel obat-obatan terlarang. Cepat atau lambat Lampard akan merangkul Alexa dan mengajaknya berperang.
Jakarta Indonesia.
"Sean... Sean... Ayo bangun!" teriak Alexa.
__ADS_1
Sean malah tersenyum manis dan menarik selimutnya hingga ke kepalanya. Lalu Alexa hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Sean sangat mirip sekali dengan Martin. Mulai dari wajah dan sifat-sifatnya yang jahil itu turun semua. Namun Alexa sangat menyayangi dan mencintai Sean dengan sepenuh hati.
"Sean... Bangun... Kalau kamu tidak bangun mama akan memanggil papa kamu!" teriak Alexa.