
"Entahlah aku bingung sendiri. Padahal aku berharap salah satu dari mereka sangat mirip sekali denganku. Tapi kenapa mereka telah mengambil gennya kak Martin semuanya," Alexa mengeluh karena anaknya tidak mirip sama dirinya.
"Mungkinkah di saat kamu hamil, apakah kamu membenci kak Martin?" Tanya Natalie yang penasaran sekali dengan Alexa.
Alexa mengangguk sambil berkata, "Iya... Aku sangat membencinya karena kak Martin itu orangnya sangat menyebalkan."
"Pantas saja. Makanya sifatnya kak Martin dibawa semua oleh mereka," puji Natalie yang terkikik.
"Bener juga ya. Kenapa anak-anak memiliki dominan lebih ke arah bapaknya ya?" tanya Stella.
"Nggak juga. Aku mirip sama ibuku. Sedangkan Alexa mirip sama kak tante Winda," jawab Natalie yang mendapat protes dari Gio.
"Alexa sangat mirip sekali denganku. Kalau mirip tante Winda itu tidak mungkin," protes Gio sambil menggandeng Scarlett.
"Tuh kan... Ada yang protes. Padahal aku pengen membuat tante Winda bahagia dan tersenyum manis," kesal Natalie.
"Jangan katakan itu lagi ke Alexa. Jelas-jelas putriku ini sangat mirip sekali denganku. Dan kamu Natalie jangan memprovokasi keadaan," sahut Gio yang membuat ketiga wanita itu mengangguk.
"Ada acara apaan ini? Kok semuanya pada sibuk di sini?" tanya Natalie.
"Ah iya... Aku hampir lupa memberitahukan kamu dan papamu," jawab Gio yang mendekati mereka.
"Memangnya ada acara apa ya? Kok aku jadi penasaran sekali?" tanya Natalie.
"Papamu akan menikah sebentar lagi. Dan rencana pernikahannya itu akan dilaksanakan pada taman ini. Aku tidak menyangka kalau papamu itu akan melepas masalah lajangnya," jawab Gio sambil tersenyum sumringah.
Tidak sengaja saat Gio berbicara tentang Papa mereka, Niwa tidak sengaja lewat dan mendengarnya. Kemudian Niwa terbakar cemburu lalu menatap tajam ke Gio. Gio yang merasakan ada sesuatu di dalam diri Niwa langsung memakai jurus seribu langkah. Bahkan Gio tidak bicara apapun tentang hal pernikahan itu.
Alexa yang tahu duduk permasalahannya hanya menyenggol Natalie. Natalie pun menatap wajah Alexa karena mendapatkan sebuah kode. Lalu Natali memutuskan untuk diam tanpa bersuara.
"Apakah papamu ingin menikah lagi?" tanya Niwa dengan nada meninggi.
"Nggak tahu ma. Aku kemarin hanya ikut membuat proposal pembangunan pabrik baru di Sragen sana. Kalau selebihnya Itu aku tidak tahu," jawab Natalie yang mulai membuat Niwa gerah.
"Dan kamu Alexa? Apakah kamu tahu jika papamu itu ingin menikah lagi?" tanya Niwa yang tidak puas dengan jawaban Sang Putri.
"Jujur... Aku nggak tahu apa-apa. Akhir-akhir ini aku merasakan pusing tujuh keliling gara-gara ketika kurcaciku itu," jawab Alexa dengan jujur.
__ADS_1
"Lalu bagaimana ini? Apakah Nano berkhianat denganku? Jika sampai berkhianat akan aku gantung di ujung Monas sana!" geram Niwa yang segera pergi meninggalkan mereka.
Alexa yang melihat sang bibi kecewa terhadap Nano segera menariknya. Alexa memegang tangan sang bibi sambil berkata, "Bibi... Janganlah marah-marah seperti itu. Yang bibi denger itu salah. Papa Nano tidak akan menikah lagi."
"Tapi kenapa papamu tidak menjawab dengan sebenarnya?" tanya Niwa dengan kecewa.
"Yang menikah itu bukan papa Nano. Melainkan Papa Lampard," jawab Alexa yang membuat wanita paruh baya itupun tersenyum manis.
"Ah rasanya itu mengasyikkan," ucap Niwa dengan bahagia.
"Lalu siapa calon istrinya?" tanya Niwa yang bersemangat sekali.
"Kata Papa itu masih dirahasiakan. Kami juga belum tahu bapak Lampard menikah dengan siapa?" jawab Alexa dengan jujur.
"Ish... Kalian membuatku penasaran saja. Awas aja nanti kalau hacker perempuan ini akan bekerja keras mendapatkan hasilnya," kesal Niwa yang membuat Alexa mengangguk.
"Kalau begitu aku juga mau tahu siapa calonnya itu?" pinta Alexa.
"Tunggulah beberapa hari kemudian. Aku akan mencari jawabannya. Kalau begitu aku pergi dulu mau mencari Winda," kata Niwa yang meninggalkan Alexa.
Alexa mengangguk paham dan tersenyum manis. Jujur selama ini Alexa tidak tahu siapa calon istri sang papa angkatnya itu. Sampai sekarang Alexa tidak mengetahui, dengan siapa saja bapak angkatnya itu menjalin hubungan?
"Kira-kira siapa calon istrinya itu? Kok aku nggak dikasih tahu ya?" tanya Natalie.
"Jangankan kamu. Aku sendiri juga nggak tahu siapa calon istrinya itu. Papa Lampard selalu membuat heboh dalam dunia persilatan saja," jawab Alexa sambil mengeluh karena ulah Sang bapak angkatnya itu.
"Sepertinya kamu harus bekerja mencari siapa sang pelakunya?" tanya Nathalie.
"Jujur aku memang jago mencari informasi dalam keluarga ini. Tapi tahu nggak kalau Papa itu orangnya sangat misterius sekali. Seluruh identitas asli maupun palsu ternyata sengaja disembunyikan oleh kak Ian. Maka dari itu aku tidak bisa melakukannya. Jika tidak aku yang akan mendapatkan serangan virus bertubi-tubi dari Kak Ian," jelas Alexa.
Lantas Natalie langsung menepuk jidatnya. Bagaimana tidak Alexa yang terkenal hacker itu? Tidak bisa mencari informasi tentang Lampard. Jujur Alexa sebenarnya bisa. Akan tetapi sang asisten akan menyerangnya dengan beribu-ribu virus yang mengakibatkan seluruh sistem yang dibuatnya itu akan mati dan tidak bisa dipulihkan kembali. Itulah Alexa mengangkat tangannya jika harus mengobrak abrik identitas Lampard.
Sedangkan Stella sangat bingung dengan pembicaraan mereka. Dalam hati Stella, Kenapa mereka mencari tahu informasi tentang calon istrinya Papa barunya itu? Namun dirinya tidak menyadari kalau dialah yang menjadi istri sahnya kelak. Memang mereka sengaja menyembunyikannya agar Stella tidak menolaknya.
Yang kita tahu Stella masih berusia muda sedangkan Lampard sudah kepala lima. Mereka berharap Stella tidak minder mendapatkan suami yang sudah berusia paruh baya itu.
"Kenapa kalian ribut dengan calon istrinya Papa Lampard?" tanya Stella.
__ADS_1
"Kamu tahu selama ini papaku itu selalu memiliki rahasia terpendam. Diam-diam Papa selalu membuat kejutan buat kami. Contohnya saja ini, pas aku bekerja di kantor. Aku disuruh ke sini sama mama. Dalam perjalanan ke sini mama memberitahukan Kalau papa angkatku akan menikah. Beberapa tahun terakhir papaku tidak pernah memberitahukan, dengan siapa Papa dekat saat ini? Itulah kenapa kami sangat penasaran," jelas Alexa.
"Iya sih. Aku sering mendengar berita tentang Papa Lampard di media massa. Papa memang sangat misterius sekali. Banyak yang tanya siapa istrinya? Namun Papa tidak pernah menjawab sama sekali. Papa hanya memberikan seulas senyum lalu pergi meninggalkan mereka," ujar Stella yang mengetahui sifat Lampard dari media massa.
"Nah itu. Makanya Papa Lampard itu misterius. Semoga saja calonnya adalah orang baik. Yang tidak silau dengan aset pribadinya. Mau merawat bapak dengan setulus hati. Aku juga berharap Papa segera mendapatkan momongan. Kelak di masa mendatang ada calon penerus generasi papa Lampard," ucap Alexa dengan tulus sambil berdoa agar semuanya menjadi kenyataan.
"Amin," seru mereka serentak.
Mereka juga mendoakan secara tulus agar pernikahan sang papa angkatnya itu berjalan lancar. Bagaimana mereka tahu, jika yang menjadi pengantinnya itu adalah Stella? Kita tunggu jawabannya nanti.
Di tempat lain Lampard memutuskan untuk beristirahat di ruangan kerja Gio. Ia sedang mengakses dunia bawah tanah bersama Ian. Tak lama Gio datang sambil membawa cemilan. Lalu pria paruh baya itu pun duduk di hadapan mereka.
"Kenapa kamu tidak bergabung sama mereka?" tanya Gio.
"Barusan aku bergabung sama mereka. Oh ya... Bolehkah aku memintamu sesuatu?" tanya Lampard sambil mengangkat wajahnya dan melihat Gio.
"Apa itu? Kalau minta jangan berat-berat ya?" tanya Gio sambil mengancam Lampard.
"Aku tidak meminta berat-berat sama kamu. Tapi boleh nggak aku usul sesuatu?" Pinta Lampard sambil memberikan pertanyaan ke Gio.
"Iya apa itu?" tanya Gio yang sudah mulai kesal dengan adik angkatnya itu.
"Aku minta George dilempar ke sini. Agar George bisa membantu Black Horizon cabang Asia," jawab Lampard dengan serius.
"Kalau itu maumu ya sudah. Suruh saja ke sini!" perintah Gio.
"Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan menyuruhnya ke sini," jawab Lampard.
"Lalu bagaimana dengan istri dan anaknya itu?" tanya Gio yang mulai serius membahas George.
"mereka sudah bercerai karena tidak ada kecocokan sama sekali. Tapi sayangnya mereka juga saling mencintai. Inilah yang membuat aku bingung setengah mati. Kenapa mereka harus bercerai sedangkan benih-benih cinta masih ada," jelas Lampard yang menjelaskan keadaan George saat ini.
"Oh ya sudah nggak apa-apa. Kemungkinan besar George sedang mencari sesuatu yang baru. Maksudku bukan istri ya? Melainkan suasana baru. Jujur pasangan suami istri itu sangat posesif sekali. Jadi mau gimana lagi?" tanya Gio.
"Itulah mereka. Tapi menurutku Mereka adalah pasangan yang unik sekali. Jika aku meminta, Kak George tidak boleh bercerai dari Evelyn. Karena Kak Evelyn adalah sosok wanita yang sangat sempurna sekali. Ditambah memiliki nilai di dalam otaknya itu," sahut Ian yang dari tadi hanya bisa menghela nafasnya.
"Itulah kenapa? Jujur aku sering bertanya dalam hati kecilku. Jika masih cinta Kenapa harus bercerai? Kita bisa memulainya sesuatu dengan baru," tambah Gio.
__ADS_1
"Maksud kakak apaan? Bukankah Kak Gio adalah seorang pengamat membangun rumah tangga bersama Kak Winda? Lama-lama statement Kakak membuat aku pusing tujuh keliling," jelas Ian yang bingung dengan statement kakak angkatnya itu.
"Kamu itu nggak tahu apa maksudnya? Apakah aku harus menjelaskan semuanya?" tanya Gio.