
"Pokoknya mama nggak mau tinggal bersama keluarga Naufal. Kamu tahu kan keluarga itu tinggal di bantaran kali. Jika mama tinggal di sana, apa kata ibu-ibu sosialita yang menjadi teman Mama itu?" Kesal Tutik yang tidak mau tinggal bersama keluarga Naufal.
Patty hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Sebenarnya Patty pun setuju dengan pendapat sang mama. Mereka tidak mau tinggal di daerah kumuh hanya untuk sementara waktu. Mau tidak mau dirinya harus memutar otak.
Teringat akan bisikan Aldo, Patty mengingat tentang kartu kreditnya itu. Mau tidak mau dirinya harus mengemis kepada Aldo. Agar kartu kreditnya dibuka blokir lagi.
Tutik akhirnya membuka pintu apartemen itu. Memang John diam-diam memiliki beberapa unit apartemen. Akan tetapi John tidak pernah menceritakan hal itu. Jika John menceritakan, Tutik dengan mudahnya mengklaim dan menempatinya. Sementara John membeli apartemen itu untuk ketua Exodus ketika berkunjung ke sini. Bahkan apartemen yang ditujukan buat Liam, harganya sangat fantastis sekali.
Setelah pintu itu terbuka, Tutik masuk ke dalam. Begitu juga dengan Patty. Mereka berdua tidak sengaja melihat Merry bersama John sedang duduk.
"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Tutik kepada John.
"Bukan urusan kamu," jawab John.
"Harusnya aku tahu urusan kamu di sini ngapain? Apalagi kamu bersama seorang perempuan muda cantik dan bahenol seperti itu. Kamu tahu kan kalau kita itu adalah suami istri," jawab Tutik yang menggebu-gebu atas hubungannya itu.
"Itu tidak benar. Kita tidak memiliki hubungan suami istri. Surat pernikahan itu adalah palsu. Aku memang sengaja melakukannya. Karena aku adalah pria bebas yang bisa menikmati waktuku," ucap John dengan jujur.
"Apa maksudmu! Ha!" bentak Tutik.
"Memang aku berbicara pada kenyataannya. Selama ini aku hanya berpura-pura sebagai suamimu dan juga bonekamu. Tapi aku memilih diam dan menunggu waktu yang tepat," tambah John yang membuat Tutik marah.
"Maksud kamu papa apa?" tanya Patty.
"Oh ya aku belum bilang sama kamu. Kamu itu bukan anak kandungku. Kamu adalah anak perselingkuhan dari seorang pria. Jadi selama ini aku tidak pernah menganggapmu seorang anak," jawab John yang memberikan satu fakta yang menyakitkan buat Tutik dan Patty.
__ADS_1
Bagai petir di siang bolong. Hati Tutik serasa hancur berantakan. Entah kenapa John bisa mengatakan seperti itu. Ia tidak mengira bahwa sang suami telah menghianatinya.
"Apakah kamu telah menghancurkan hatiku? Apakah kamu sudah puas melakukannya?" tanya Tutik.
Merry akhirnya berdiri lalu mendekati Tutik dan Patty. Wanita muda itu tertawa menatap wajah mereka. Ia tidak menyangka kalau mereka sangat percaya diri sekali. Ditambah lagi Tutik menganggap John sebagai suaminya.
Memang satu fakta yang belum pernah terungkap. Kalau John sebenarnya berpura-pura agar Tutik bisa bahagia. Namun hari ini John akan membuka siapa identitas sebenarnya.
"Kamu bilang kalau John itu adalah suami kamu? Itu salah besar. John tidak pernah menganggap kamu sebagai istrinya. Dan satu rahasia yang harus kamu tahu. John akan kembali ke negaranya untuk mengemban tugas dari Liam. Kamu nggak bisa seenaknya Untuk menghentikan John. Apakah kamu paham soal itu? Oh ya soal Kurumi... Kamu tidak akan pernah mendapatkan perusahaan itu lagi. Karena secara resmi Kurumi akan disita oleh pihak bank. Kamu tahu apa artinya? Ya... Kurumi akan bangkrut. Bulan depan Kurumi akan menjadi perusahaan cabang milik Liam Knock. Yang di mana Kurumi akan berganti nama menjadi Knock Factory. Yang di mana perusahaan itu akan menjadi garmen terbesar di dunia. Maka hari ini kalian sudah tidak memiliki apa-apa. Jika kamu protes kemungkinan besar tidak bisa," jelas Merry.
"Pergilah dari sini! Aku tidak ingin melihat kalian lagi! Sungguh kalian berdua adalah orang yang tidak berguna! Kalian hanya bisa mencari keuntungan pribadi. Jangan sampai aku marah sama kalian. Tolong Mulai detik ini jangan usik hidupku lagi!" perintah Liam.
Jujur Patty dan Tutik sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kemungkinan besar John benar-benar sangat marah sekali. Selama hidup John sering diperas oleh Tutik. Dalam pemerasan itu Tutik selalu mendapatkan keuntungan yang besar. Keuntungannya dibuat hura-hura bersama teman-teman sosialitanya.
Bagaimana dengan Patty? Wanita itu sangat sial sekali nasibnya. Sudah hamil ditambah rumahnya terbakar. Ditambah lagi sang ayah tidak mau mengakuinya. Patty akan berbuat sesuatu untuk mendapatkan pengakuan dari John. Mau tidak mau Patty akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA. Jika terbukti John adalah papanya. Patty tidak segan-segan ingin menuntutnya. Jika terbukti John bukan papanya. Maka Patty akan menelan kepahitan hingga seumur hidupnya.
Mansion Alexa.
Stella, Adelia dan Anita sudah sampai di kediaman Mansion Alexa. Anita yang belum pernah menginjakkan kaki di Mansion Alexa sangat terpukau sekali. Apakah ini rumahnya sang dermawan itu? Jujur rumah sebesar itu bisa membuat semua orang ingin memilikinya.
"Rumahnya sangat besar sekali ya?" tanya Anita kepada Adelia.
"Ya itu benar ma. Inilah istana yang aku tinggali sekarang. Bukannya aku betah tinggal di sini. Aku sengaja tidak pulang hanya demi mengumpulkan uang untuk membangun istana seperti ini," jawab Adelia dengan tulus.
"Semoga doamu tercapai nak. Kamu adalah anak yang baik," ucap Anita sambil memandang wajah Adelia lalu beralih kepada Stella. "Kamu minta apa? Nanti Mama doakan biar cita-citamu tercapai."
__ADS_1
"Aku mau minta ingin mempunyai keluarga yang utuh dan suami yang baik beserta anak-anak yang lucu. Udah itu aja," jawab Stella yang tidak meminta apa-apa.
"Kenapa kamu tidak ingin meminta barang atau uang?" tanya Adelia.
"Maafkan aku. Inilah impianku sebenarnya. Aku ingin mempunyai keluarga yang utuh. Karena dari dulu aku tidak pernah merasakan keutuhan keluargaku," jawab Stella.
Adelia dan Anita akhirnya saling memeluk. Mereka saling berdoa satu sama lain. Agar cita-cita mereka bisa diraih dengan mudah.
Kemudian Adelia meminta mereka untuk mengikutinya. Adelia mulai masuk dan menuju ke pos penjagaan. Adelia mendekati dua pengawal yang sedang berjaga di sana.
"Pak Harto," sapa Adelia sambil tersenyum manis dan menatap wajah pria paruh baya itu.
Pak Harto yang sedang berjaga itu pun terkejut atas kedatangan Adelia. Lalu Pak Harto mendekatinya sambil menyapanya balik, "Eh... non Adelia.''
"Bisa tidak saya bertemu dengan Nyonya Alexa?" tanya Adelia dengan ramah.
"Tenang saja non. Non langsung masuk aja ke dalam. Di sana Nona bisa bertemu dengan Nyonya Alexa," jawab Pak Harto sambil memandang wajah Stella.
"Apakah non Adelia mirip dengan Nona ini?" tanya Pak Harto yang tidak tahu apa-apa.
"Iya saya sangat mirip sekali. Dia adalah kakak kembarku. Terima kasih ya Pak telah mengizinkan saya masuk," jawab Adelia sambil mengucapkan terima kasih.
"Sama-sama non. Semuanya bisa diatur," sahut Pak Harto.
Akhirnya Adelia mengajak mereka masuk ke dalam. Mereka sangat terpukau sekali dengan tatanan tamannya. Lalu Amita bertanya, "Cantik sekali ya taman ini. Siapa yang membangun taman ini hingga cantik seperti ini?"
__ADS_1
"Taman ini dibuat oleh Nona Alexa sendiri. Nona Alexa sangat senang sekali menggambar. Ditambah lagi nona sering memenangkan kejuaraan desain di dalam negeri maupun luar negeri," jelas Adelia yang membuat mereka terkejut.
"Apakah itu benar?" tanya Stella.